numpang perbaikan sedikit (OOT juga),

VoIP merdeka sudah lama tidak ada, jadi saya kira itu maksudnya VoIP
rakyat, kalo salah kira maka tidak perlu lanjut baca email ini, berarti
saya salah tebak :) mohon maaf

VoIP rakyat tidak ada anggaran dari pemerintah (berarti tidak mengkibuli
rakyat, per argumen), tetapi dari sumbangan swasta (berupa server dan
colocation), dan kantong saya dan rekan termasuk kang Onno.

kemudian, yang pakai juga relatif banyak, masih aktif sampai sekarang,
ada manfaat buat yang menggunakan. relatif karena item pembanding nya
(operator+duitnya) luarbiasa besar sehingga jadi tidak signifikan,
tetapi dibandingkan dengan project sejenis dan kemampuan sejenis maka
VoIP rakyat sudah lumayan lah :)

silakan dilanjut ke topik asalnya, terima kasih.

anton

On 11/12/2010 09:35 AM, Dwi Sasongko Supriyadi wrote:
> Kenapa saya bilang coba lihat ke masyarakat, karena penilaian objektif
> program pemerintah hanya tampak hasilnya di masyarakat. Bukankah
> program tersebut ditujukan bagi kemaslahatan masyarakat?
>
> Sejauh ini apa yg sudah didukung pemerintah dan seberapa bermanfaat
> program2 tersebut? Jika program yang didukung pemerintah dan ternyata
> ga ada yg mendapat manfaat, alias program yg hanya untuk menghabiskan
> anggaran, sama saja rakyat dikibuli.
>
> Coba tanya ke diri sendiri:
> Apakah saya pakai IGOS? Tidak, saya pakai BlankOn.
> Apakah saya pakai VoIP merdeka? Tidak, teman2 saya tidak ada yg pakai,
> lalu buat apa?
>
> Okelah, seperti kata Obama, saya ga membawa masa lalu tapi bicara masa
> depan. Seberapa besar kemungkinan dana tersebut dapat dialokasikan ke
> program opensource yang sudah jelas bermanfaat bagi banyak orang?
> Misal: BlankOn, Kuliax, dll
>
> Ga usah dulu untuk gaji pengembang, tapi buat bayar infrastruktur agar
> bandwith lebih besar, sehingga produk opensource lokal go
> internasional. Kira2 bisa ga?
>
> Beberapa kali saya berurusan dengan pemerintah, pos anggaran kurang
> lebih sebagai berikut:
> 1. 10 % untuk entertain
> 2. 10 % untuk minta tanda tangan
> 3. 10 % untuk administrasi kelembagaan
> 4. Sisa 70 %
>
> Belum lagi nanti ada yang minta anaknya dibeliin motor ... Ini sudah
> rahasia umum.
>
> Salam,
> DWI
>
>
>
> On 11/11/10, Eko Budhi S <[email protected]> wrote:
>   
>> Belum mudheng ... kok masih dianggep yang ngeluarin uang pemerintah
>> ya. Itu kan hasil bayar pajak (setelah dipotong pula oleh Gayus dkk).
>>
>> Saya sich berharap kawan-kawan ada yang benar-benar memanfaatkan dana
>> tsb, sehingga mereka yang telah memperjuangkan tersusunnya anggaran
>> tsb, benar-benar termanfaatkan ...
>>
>> Kalau evaluasinya ke diri sendiri, kok enak tenan ya SBY ... kita
>> bayar pajak, terus dia pakai ... terus yang ditanya rakyat lagi ...
>> masing-masing rakyat sudah pake IGOS belum ... :(
>>
>> 2010/11/11 Dwi Sasongko Supriyadi <[email protected]>:
>>     
>>> 2010/11/11 Eko Budhi S <[email protected]>:
>>>       
>>>> Nah ... siapa yang mau mempertanyakan dan memastikan mendapat jawaban
>>>> ? Hayo-hayo. Asyik nich kalau ada yang berhasil ...
>>>>         
>>> Sebenernya ga perlu susah cari jawaban.
>>>
>>> Kita tanya diri sendiri aja:
>>> 1. Apa yg kita peroleh dari dana yang sekian milyar dikeluarkan
>>> pemerintah untuk opensource?
>>> 2. Apakah saya pakai IGOS?
>>> 3. Apakah saya menikmati kemudahan dari opensource yang diinisiasi
>>> oleh pemerintah?
>>> 4. Apa manfaat yang diperoleh masyarakat dengan program pemerintah
>>> tersebut?
>>>
>>> Jawabannya gamblang dan cukup mudah dimengerti.
>>>
>>> Silahkan dijawab masing2..
>>>
>>> :|
>>>
>>>
>>> --
>>> "A mathematician is a device for turning coffee into theorems." - Paul
>>> Erdos
>>>
>>> Contacts:
>>>     +62 857 8038 8298
>>>     +62 813 9876 6576
>>>
>>> Skype: dwi.sasongko
>>> GTalk: ruckuus
>>>       


-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke