>        Di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah berhasil 
> dikembangkan
aplikasi IGOS (Indonesia Go Open Source) yang siap dimanfaatkan untuk kebutuhan
administrasi. 

Mungkinkah yang dimaksud adalah aplikasi atau kegiatan dengan spirit IGOS, 
karena kata IGOS memiliki makna sebagai gerakan, bukan sebuah aplikasi.

Setau ane aplikasi2 OSS yang dikembangkan putra-putri Indonesia mayoritas hasil 
swadaya sendiri. Paling banter klo di kominfo cuman di cetakin CD itupun 
jumlahnya terbatas. Ga tau deh klo memang beberapa produk yang memang mendapat 
subsidi dari pemerintah karena yang ane tau memang ada beberapa aplikasi yg 
digunakan pemerintah dengan konsep OSS alias terbuka.

Klo nilainya sampe ratusan milyar... hmm... gede juga yah, klo mang segitu ga 
tau deh kemana ja tu dana beredarnya kekeke...

Bukan membela pemerintah, tapi klo ngebahas hal beginian perasaan ga da 
habisnya yang ujung2nya cuman jadi debat kusir belaka. So, baiknya kita 
berpikir untuk bagaimana memanfaatkan kesempatan dengan adanya SE Menpan, RPJMN 
dll ini untuk menggenjot pengguna OSS di Indonesia. 

Soalnya klo bicara dana yang terhambur ga jelas, tanpa alasan untuk mendukung 
OSS pun akan selalu ada seribu alasan dan cara biar negara bisa mengeruk duit 
rakyat, buat ngasih Gayus, buat uang saku DPR jalan-jalan, dsb.

Intinya, let's do it by our self, yang penting jangan sampai pemerintah bikin 
program/kegiatan yang sifatnya menjegal perkembangan OSS itu sendiri. Ini yang 
mesti kita antisipasi dan kita jegal, karena ini yang pernah terjadi pada saat 
Sofyan Djalil dulu mo deal dengan mikrosop untuk memutihkan semua windos di 
pemerintahan. CMIIW.

--
A. Hardiena
www.ahardiena.web.id

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke