Pada tanggal 27/04/11, PC Linux <[email protected]> menulis: > Rekan-rekan ... Gerakan IGOS tanpa terasa sudah berjalan hampir 7 > tahun. Namun boleh dibilang sampai saat ini gema IGOS masih kurang > terasa. > > Untuk menggerakkan kembali semangat IGOS, minggu kemarin pihak > Kementerian Perindustrian berinisiatif mengumpulkan 5 kementerian > pemrakarsa IGOS. Sayangnya, tidak semua kementerian bisa hadir di > pertemuan ini. Dan beberapa kementerian yang hadir diwakili oleh > muka-muka baru yang belum terlalu 'akrab' dengan IGOS. > > Namun kabar baiknya, Kemenperin punya hasrat yang sangat besar untuk > 'membangkitkan' kembali gerakan IGOS. Bahkan hari ini Dirjen Industri > Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin secara langsung meminta > untuk mengumpulkan data-data yang menjadi kendala gerakan IGOS. > > Untuk itu, mohon bantuan rekan-rekan menginformasikan kendala-kendala > yang ditemui di lapangan selama ini (baik dari segi hardware, > software, user, dll) dan di lingkungan manapun (sekolah, pemerintahan, > warnet, bisnis, umum, dll). Dan jika memungkinkan, mohon untuk > disertakan juga solusi apa yang perlu dilakukan agar bisa mengatasi > kendala2 ini. > > Data2 ini akan dijadikan masukan bagi Kemenperin untuk melakukan > hal-hal yang diperlukan dalam menggerakkan IGOS. > salah satu kendala yang paling menghambat adalah di sisi pengguna sendiri yang sudah merasa mapan dengan Sistem Operasi Bajakan dan Paket Office nya. Padahal bagi kebanyakan user (pengguna) kantoran, aplikasi OpenOffice sudah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.
Saya pernah menemui 2 orang yang bekerja di kantor sebagai staf, kedua nya tidak memiliki skill komputer yang tinggi, hanya user biasa saja. Salah satu nya di install kan Ubuntu 10.10 + OpenOffice dan yang kedua di installkan Slackware 13.0 + OpenOffice. Kedua nya mampu bekerja seperti staf lainnya tanpa kehilangan produktifitasnya, seperti penggunakan mengetik dengan writer dan calc dan memprint dengan printer. kesimpulannya, bila ada arahan yang bersipat memaksa dari pimpinan untuk menggunakan OpenSource software, maka Insya Allah, user (pengguna) dalam hal ini staf akan menyesuaikan diri. Muhammad Muntaza bin Hatta -- http://muntaza.wordpress.com/ -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

