Sbenarnya sih plug and play nya linux jauh lebih sadis, dan biasanya dukungan driver hardware jatuh tanggung jawabnya ke vendor hardware, dibudling ama kernel, meskipun ada simpatisan yg pake reverse eng, jadi vendor distro yang bertanggung jawab ke bundling saja, bahkan udah banyak vendor distro yg sudah mengadopsi desktop2 proprietary untuk kemudahan user dari masing2 distro...
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Noviar Bagus <[email protected]> Date: Sat, 30 Apr 2011 08:27:12 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [linux-aktivis] Kendala-kendala gerakan IGOS Selamat siang, Perkenalkan nama saya Noviar Bagus. Selama ini saya hanya aktif membaca di milis ini karena saya masih belajar dan belum menjadi ahli. Jadi klo mau komentar, saya agak minder. To the point aja, kendala IGOS? Sebenarnya maunya user simple aja, yang penting bisa untuk kerja sehari-hari, bisa untuk ngetik, ngeprint dan ngenet. Namun kadang ada beberapa hardware yang tidak disupport oleh distro tersebut, sehingga kerja user jadi terganggu Yang kedua, pihak user itu sendiri yang kurang mau belajar lagi, maunya harus sama dengan yg produk berbayar. Maksud sama yaitu sama tampilannya. Yang ketiga, waktu pelatihan igos saya diberikan cd igos nusantara ... (saya lupa) namun yang dipraktekkan justru instalasi ubuntu 10.04. Bagaimana klo yang IGN selanjutnya berbasis distro sejuta umat ini, kan lebih mudah instalasi dan konfigurasinya (katanya lo). Itu dulu, terima kasih dan CMIIW. On 4/27/11, Aji Kisworo Mukti <[email protected]> wrote: > 2011/4/26 PC Linux <[email protected]>: >> Rekan-rekan ... Gerakan IGOS tanpa terasa sudah berjalan hampir 7 >> tahun. Namun boleh dibilang sampai saat ini gema IGOS masih kurang >> terasa. >> >> Untuk menggerakkan kembali semangat IGOS, minggu kemarin pihak >> Kementerian Perindustrian berinisiatif mengumpulkan 5 kementerian >> pemrakarsa IGOS. Sayangnya, tidak semua kementerian bisa hadir di >> pertemuan ini. Dan beberapa kementerian yang hadir diwakili oleh >> muka-muka baru yang belum terlalu 'akrab' dengan IGOS. >> >> Namun kabar baiknya, Kemenperin punya hasrat yang sangat besar untuk >> 'membangkitkan' kembali gerakan IGOS. Bahkan hari ini Dirjen Industri >> Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin secara langsung meminta >> untuk mengumpulkan data-data yang menjadi kendala gerakan IGOS. >> >> Untuk itu, mohon bantuan rekan-rekan menginformasikan kendala-kendala >> yang ditemui di lapangan selama ini (baik dari segi hardware, >> software, user, dll) dan di lingkungan manapun (sekolah, pemerintahan, >> warnet, bisnis, umum, dll). Dan jika memungkinkan, mohon untuk >> disertakan juga solusi apa yang perlu dilakukan agar bisa mengatasi >> kendala2 ini. >> > > Sebenarnya banyak yang saya belum paham mengenai IGOS, terlepas dari > sebuah produk distribusi Linux bernama IGOS. > Mungkin hampir sama dengan pemahaman di kebanyakan lingkungan > (sekolah, pemerintahan, dll) bahwa setau mereka, mereka diminta > mengganti sistem operasi tidak legal dengan IGOS apabila tidak mau > menyewa lisensi. Bukan dari masalah mendukung gerakan dan melestarikan > budaya IGOS. Sepertinya penekanan itu yang kurang, paling tidak > menurut saya pribadi. :D > > Lalu mengenai Gerakan, menurut saya sampai saat ini belum banyak pihak > yang dilibatkan terutama dari komunitas. Rawe-rawe rantas, > malang-malang putung. > > Dan sepertinya pemerintah dengan IGOS harus sadar bahwa produk Open > Source di indonesia cukup berkembang, semakin banyak pilihan, semakin > banyak solusi, dan semakin beragam macam pengguna. Yang penting Open > Source, gitu too... > > CMIIW. > > -- > Aji Kisworo Mukti > http://www.adzymaniac.web.id > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

