On Wed, Aug 18, 1999 at 11:09:24PM +0700, m4v3r1ck wrote:
 > [...]
 > Gue dukung deh. Nah keberaniannya udah naek dikit belom =)
 > 
belon, alasan gue sih, coba cek:
 - ~/.enl*/...*
 - ~/.enl*/cac*/cfg
masih belon ngarti isinya ;),

 > | betul, justru itu gunanya file.menu, cuma memang belum selesai dan rapih aja.
 > 
 > Mas Andy punya working file.menu nggak? Kalo ada, tolong dijapri dong.
 > Thanks...
 > 
gue juga nggak punya ;),
masalahnya di source codenya, file.menu belum di handle, jadi kalo kita mau bikin
juga nggak ada contohnya. barusan gue coba2 create dgn nyontek dr menus.cfg, 
ternyata ngaco, tapi nggak core dump.

ada cara gampang ngatasin personalized menu, yaitu dengan meniru mekanisme E
memanggil Gnome menu, gue belum pernah coba sih tapi kayaknya sih mungkin aja.
caranya:
  - copy directory "/usr/share/gnome/apps", ke mana saja, atau katakan saja 
    ke "~/.enl*/pmenu"
  - edit $EROOT/config/menus.cfg, dan sesudah:
    -------------
       BEGIN_NEW_GNOME_MENU("GNOME_SUBMENU", "ROOT", "/usr/share/gnome/apps")
           ADD_MENU_TITLE("Gnome Apps")
       END_MENU
    -------------
    tambahkan:
    -------------
       BEGIN_NEW_GNOME_MENU("PMENU_SUBMENU", "ROOT", "~/.enlightenment/pmenu")
           ADD_MENU_TITLE("Personalized Menu")
       END_MENU
    -------------

 > [...]
 > Hmmm... kayaknya saya positif masalahnya bukan karena jam system ngaco.
 > Setahu saya sih jam system saya nggak ngaco soalnya =)
 > 
biarin aja dulu, kita tunggu aja dia ngaco lagi ;),

 > | lho, .src.rpm itu sourcenya sendiri, isinya sebenarnya adalah .tar.gz atau .tar.bz2
 > | juga, yg bisa kita compile dan install manual juga, ditambah dgn beberapa script
 > | untuk install sesuai dgn environment distro, dan .spec u/ building .rpm. jadi kalo
 > | kita ngambil source code, yg .src.rpm bisa kita pake juga untuk bikin aplikasi
 > | yg dist-nya .tar.gz/bz2
 > 
 > One more time... so why bother with .src.rpm? He3x sorry... Seperti saya
 > bilang, mendingan unpack tarball, ./configure, make, make install That's
 > it... Kalo pake src.rpm bukannya musti bikin spec file dan oprek sana sini
 > lagi? Sorry kalo salah...
 > 
karena kalo kita ngambil .src.rpm, kita bisa:
 - langsung memanfaatkannya untuk build .rpm
 - kalo kita mau compile untuk tempat lain, kita bisa ambil .tar.gz/.bz2
   dari .src.rpm yang ditaruh di /usr/src/[redhat]|[RPM]|package/SOURCES
sama sekali tidak ada masalah untuk building ke platform lain.

 > Sudah saya tegaskan, portability OS =) I'm planning to give FreeBSD a try
 > =) Jadinya semua program yang saya pake, saya mendingan download
 > source-nya, entar tinggal compile...
 > 
;), sama kayak jawaban gue di atas, ngambil .src.rpm bisa juga, gue nggak ngeliat
ada bisa bikin nyangkut. atau gini, gue coba kasih gambarannya, gue kalo ambil
.tar.gz/bz2, gue copy-in ke /usr/src/[redhat]|[RPM]|package/SOURCES, kemudian
gue cari .spec untuk applikasi tsb yg cocok dgn distro gue (biasanya gue bisa
ambil dr source di distro), dan copy ke /usr/src/[redhat]|[RPM]|package/SPECS,
make gue juga bisa bikin .rpm-nya.

kepanjangan kali kalo di bahas di sini kali ya, ntar coba gue wrap up dan taruh
di eworld ttg package building ini, terutama yang berkaitan dgn rpm, ok?

Best regards,
Andy
-- 
chandy a7 indo 607 net 607 id
http://gmail.cakraweb.com http://eworld.indoglobal.com/eworld

----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke