On 5/16/2001 02:52 PM, Oki DZ wrote:
>Steven Haryanto wrote:
> > readability perl memang secara umum lebih rendah dibanding
> > python, java, dan bbrp bahasa lain pada umumnya. tapi
> > readability itu relatif. bergantung pada si pembacanya dan
> > si penulisnya juga.
>
>Iya, itu yang saya maksud; susah kan kata saya.
>Mungkin karena tidak biasa saja, jadi suka lupa.
>Cuma, misalnya ada pemrogram Basic, begitu disodorkan source Java,
>kemungkinan besar masih bisa mengerti. Kalau disodori Perl,
>paling-paling dia bilang file itu hasil uuencode :-)
It all depends. saya sendiri kalau disodori source Java belum
tentu ngerti (karena saya gak bisa Java). Taruhan deh, rata2
orang akan cukup mengerti potongan kode berikut (tentu aja,
ada asumsi dasar misalnya harus ngerti regex -- tapi ini
bukan salah Perl, regex ya regex):
# baca setiap baris
while(<FILEHANDLE>) {
# lewat jika bukan yang kita cari
next if /^#/;
next unless /FOO/;
next unless /BAR/;
# proses
}
next if dan next unless justru sangat human-friendly (terutama
bagi english-speakers).
kalo gak suka regex, bisa pake idiom yang umum di bahasa
pemrograman lain:
next if substr($_, 0, 1) == '#';
dsb.
> > kalo anda emang gak bisa bikin program perl yang readable
> > (termasuk untuk anda sendiri), jelas anda salah pilih
> > bahasa, hehehe.
>
>Malah pernah, setelah dilihat pakai more, saya tak yakin apa itu saya
>yang bikin (kalau dilihat dari fungsi mah iya).
saya jadi penasaran, seperti apa sih kode yang anda tulis,
yang terus2an anda bilang sangat obfuscated, uuencoded, dsb.
bisa dipost atau dijapri kalau boleh? nanti saya postkan ke
milis bandung perl mongers untuk dievaluasi sama2 apakah itu
good perl code atau bad perl code :)
--
sh
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3