> Tentu saja Java Byte-Code lebih lambat ketika dieksekusi dibanding
> native-code nya C atau C++. Untuk itu kan ada yang namanya JIT-Compiler
> buat Java. Interface data code nya si .DOT itu kan optimalisasi dari
> Byte-Code Java, paling enggak gitu cerita yang aku baca.
>
> Eko

Pernah denger tentang ini. Katanya Java bisa yah dioptimasi (di compile
mungkin??) lebih lanjut sehingga jalannya jauh lebih cepat. Namun, hal ini
katanya juga akan mengorbankan suatu feature Java yang dari dahulu
digembar-gemborkan yaitu Portabilitas. ;-]. Alias, nantinya program itu gak
bisa jalan di komputer yang berbeda lagi... lalu apa bagusnya java kalau mau
dibegitukan??

Buat saya, Java memnag contoh yang baik untuk beljar konsep OOP (saya mulai
'agak' mengerti OOP setelah ngutak-ngatik Java juga). Disitu terlihat
kemudahannya Java dalam membuat dan mengoperasikan Object. Nggak usah susah2
buat macem2 soalnya di package nya udah banyak fungsi yang disediakan. Ttg
Pointer juga gak usah pusing2 karena adanya automatic garbage collector.
Tapi, setelah sekian lama, kenapa kayaknya gak puas juga yah. Kalo menurut
idealisme yang ada di pikiran saya, seharusnya automatic garbage collector
itu bisa dihilangkan dan sudah seharusnya programmer bertanggung jawab atas
seluruh memory management. Trus, kenapa kayaknya banyak hal-hal yang bisa
lebih cepat, di Java demikian lambatnya?? Lalu mengenai Pointer, sebenarnya
Java juga memakai Pointer... hanya saja tidak secara eksplisit (mungkin ini
juga yang membuat java pelan. PS: Kalo dibuku2 Java, biasanya ditulis
terbalik dari disini. Biasanya buku2 Java menulis bahwa C++ berusaha
mengurangi kelemahannya pada pointer dengan adanya reference -> yang menurut
saya adalah pointer yang di wrapping lagi...).

Kesimpulannya, mungkin buat kebanyakan programmer saat ini (mungkin
kebanyakan pula), java adalah suatu solusi yang praktis karena sangat
menyingkat pekerjaan mereka. Namun, buat programmer yang sangat
memperhitungkan performance, justru java menjadi tidak praktis. Saya
pribadi, mau saja bersusah2 payah membuat fungsi2 dan meneliti code2 yang
saya tulis daripada mengorbankan performance.

Andrew Adhi Ariane

PS: Hmm... kayaknya tadi baca, OOP hanyalah buat orang2 yang males karena
fungsinya sudah ada?? Apa salah baca yah?? Tapi saya mau bilang kalau bikin
Object (OOP) itu lebih sulit daripada pemrograman biasa. Memang
kesuluitannya mungki tidak terlalu nampak dalam pemrogramannya, tapi dalam
designnya lebih terlihat. Apalagi menemukan Class2 yang dibutuhkan.... bikin
pusing!!! (sampai sekarang itu merupakan faktor penghambat terbesar buat
saya =P)


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke