On Mon, Jun 21, 1999 at 08:16:52AM +0800, asmadgi wrote:
asmad > > Kalo mau bermanual ria, jalanin aja "panel" ama "gmc" nya lewat Xteminal,
asmad > > trus save session :) jadi lain kali kalo pakai window manager dipanggil
asmad > > juga tuch panel ma gmc
asmad >
asmad > hmm... saya baru bisa make GNOME lewat xterm pake "panel &" ..nggak tau tuh
asmad > gimana caranya make "gmc".. new-bie buangeet...!
asmad >
Tampaknya ada persepsi yang kurang tepat menyangkut Gnome, begini:
- Gnome != gnome-panel atau panel
bagi end user memang sptnya kalo menjalankan panel, kita sudah
menjalankan Gnome, tetapi hal ini nggak sepenuhnya benar, krn
panel hanyalah sebagian dr Gnome.
- Untuk menjalankan Gnome secara utuh, isi di ~/.Xclients atau
~/.xinitrc: "gnome-session" dan jalankan startx. gnome-session
akan dengan otomatis menjalankan semua fungsi Gnome, termasuk
program yang jalan di background (cuma tampak kalo di ps), juga
yang tampak oleh end user spt panel dan applets yang terdapat
pada panel. Untuk mengetahui apa saja yang by default (dan
system wide) yang dijalankan oleh gnome-session, bisa dilihat
dalam file: /usr/local/share/gnome/default.session, sedangkan
untuk user bersangkutan, akan di create file ~/.gnome/session
yang merupakan personalized session setting.
- gmc merupakan bagian dari package mc, yang bukan merupakan
bagian dari gnome-core atau gnome-libs. Package ini harus
di download/compile/install, di luar gnome-core dan gnome-libs
asmad > sebenarnya saya suka aja make yang cara manual, tapiii kemaren ada "calon"
asmad > new-bie Linux disini yang mengeluhkan "Too much typing" alias Linux kurang
asmad > user-friendly... saya juga rada repot juga berargumen pas ditanya bagaimana
asmad > prospek Linux dan aplikasinya sebagai alternatif Windoz+Office-nya..karena
asmad > dirasa kurang praktis bagi pemakaian SOHO.. too much "typing" than
asmad > "clicking"..!
asmad > Gimana nih yangOld-bie bantuin dong saya bikin argumen....
asmad >
Memang menjadi tugas kita untuk menciptakan suasana "happy clicking" itu,
walaupun kita sendiri lebih suka pake keyboard ;), Linux bukan alternatif
wirdoz+office-nya, tapi kalo demandnya spt itu dan memang baik untuk
perkembangan Linux sendiri, kita yang hrs akomodir. no flames!
asmad > tul.! saya juga pertimbangannya efisiensi memory, tapiiii... ingat lho umumnya
asmad > end-user di Indonesia lebih tertarik sama program yang nawarin GUI yang
asmad > seronok tanpa mempertimbangkan faktor efisiensi... mentang mentang make P II
asmad > dan RAm yang gendut...
asmad >
Bukan cuma Indonesia, di mana2 juga begitu, emang ini udah dosanya msov,
dari sejak dulu memanjakan (dan membodohi) end user dgn kemudahan semu
spt itu. Tapi kita semua yang "diberkahi" Linux lebih dulu, mestinya
rela untuk "mendewasakan" pola pikir semacam ini dengan cara, ikutin
aja dulu maunya, ntar kalo salah baru kita "setrap" ;),
Best regards,
Andy
--
// chandy a7 indo 607 net 607 id -------/
// Linux kernel 2.2.8 XFree86 3.3.2.3
// Glib/Gtk 1.2.2 Enlightenment 0.16
// Mozilla 4.51 -------/
Subscribe gmail Development Mailing List: [EMAIL PROTECTED]
Official gmail Development Web Site : http://gmail.cakraweb.com
Personal Gnome, Enlightenment, Gtk Web Site:
http://www.linuxstart.com/~eluc1dat/eworld
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com