On Tue, 20 Jul 1999, B. 'Avatar' Avianto wrote:

> Hahaha, nggak ada yang salah kok bung Munir...
> Saya juga pernah seperti anda merasa memakai Windows lebih mudah dari Linux,
> hmm berapa tahun yang lalu yach.. baru deh perasaan.

Wah.. mungkin latar belakang yang bikin kadang kadang beda (jadi istilah
user friendlynya orang Windows malah jadi nggak tepat... sebab ini berarti
'familiar' bagi para eks pengguna Windows, bukannya lebih user friendly).

Saya sendiri memulai pakai komputer dari era ZX yang ada load program,
CLI... pun tidak ada... dan
untuk loadnya sulit setengah mati. dan dilanjutkan 8085, Apple, dst
Jadi CLI saja sudah merupakan barang 'lux'.8-)

Ketika mendapatkan Windows (saya memakai Windows bener-bener cuma Windows
3.1) malah merasakan (keterbatasan). Jadi sering kali saya (sampai
sekarang pun kalau pakai Windows)... untuk melakukan perintah lebih suka
buka DOS prompt 8-) karena saya anggap lebih mudah.

Bagi orang berlatar belakang seperti saya, transparansi diterjemahkan,
sejauh mana saya bisa melihat sistem bekerja.  Sehingga ketika saya
mendapatkan Linux.. saya seperti mendapatkan teman lama yang hilang.

Transparansi itu saya dapatkan kembali... 'power of control' itu saya
peroleh kembali.  Selama ini sesuatu yang telah hilang kini saya peroleh
kembali.

Jadi tampaknya banyak orang merancukan istilah 'user friendly' dg
'familiarity'.. 

IMW



--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke