Responding to [EMAIL PROTECTED]'s mail on Wed, 21 Jul 1999:
#>On Tue, 20 Jul 1999, B. 'Avatar' Avianto wrote:
#>
#>> Hahaha, nggak ada yang salah kok bung Munir...
#>> Saya juga pernah seperti anda merasa memakai Windows lebih mudah dari Linux,
#>> hmm berapa tahun yang lalu yach.. baru deh perasaan.
#>
#>Wah.. mungkin latar belakang yang bikin kadang kadang beda (jadi istilah
#>user friendlynya orang Windows malah jadi nggak tepat... sebab ini berarti
#>'familiar' bagi para eks pengguna Windows, bukannya lebih user friendly).
Sekarang saya malah pakai Litestep di Windows, why?
Karena familiar dengan AfterStep... hehehe
Litestep ini benar2 lumayan buat menghilangkan Windows-Oriented-Mind karena
menghancurleburkan konsep "start" di Windows. Aplikasi tinggal klik kanan mouse.
Sekarang malah saya pakai Windows yang 'asli GUInya' malah gelagapan... =P
#>Saya sendiri memulai pakai komputer dari era ZX yang ada load program,
#>CLI... pun tidak ada... dan
#>untuk loadnya sulit setengah mati. dan dilanjutkan 8085, Apple, dst
#>Jadi CLI saja sudah merupakan barang 'lux'.8-)
Wah, keduluan.. =)
Saya sudah masuk era Apple II waktu kenal sama mas komputer... SD kali yach...
Pernah nyobain komputernya temen.. lupa merek apa pokoknya cuman KEYBOARD
doang, tampilannya di Tivi... buat bikin 1+1 saja susahnya amit2...
#>Ketika mendapatkan Windows (saya memakai Windows bener-bener cuma Windows
#>3.1) malah merasakan (keterbatasan). Jadi sering kali saya (sampai
#>sekarang pun kalau pakai Windows)... untuk melakukan perintah lebih suka
#>buka DOS prompt 8-) karena saya anggap lebih mudah.
Benar berarti background awal pengguna sangat berpengaruh pada 'familiaritas'
itu. Saya awalnya main2 di grafisnya Apple, jadi memang waktu Windows keluar
ibarat "WOOW, This is cool!!!".. saya sempet main2 ke Windows 3.1, 3.11, 95,
95OSR2, 98, NT 3.51, NT 4.0 dan STOP... nggak mau deh ke WIndows 2000 hehehe.
Pada akhirnya seiring dengan peningkatan kemampuan kita akan ngerti kok batasan
dari sistem operasi yang kita pakai, percaya deh... uniknya makai Linux,
seiring dengan peningkatan kemampuan kita, Linux membuka tantangan baru lagi
sehingga kesannya no-end experience...
#>Jadi tampaknya banyak orang merancukan istilah 'user friendly' dg
#>'familiarity'..
So? Salah satu ajaran komporisasi adalah mengganti istilah 'user friendly'
dengan 'familiarity'... =)))
--
Wassalam,
B. 'Avatar' Avianto
[EMAIL PROTECTED] - http://www.avianto.com
-------------------------------------------
Nothing will come of nothing, speak again -- King Lear
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com