----- Original Message -----
From: Adi Nugroho <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 21, 1999 3:52 PM
Subject: RE: [setup] Linux in enterprise


> Ehem, mumpung nih, ada yang tau, bisa sekalian tanya.

Wah saya sih juga masih belajar, dan saya cuman mau berbagi pengalaman kok
... Kalo saya salah ya mohon dikoreksi, ya nggak ?

>
> > -----Original Message-----
> > From: Humphrey Kurniawan Widjaja, S. Kom - <MCP> [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> > group, dan segala resources yang terdapat dalam jaringan.
> >
> [Adi Nugroho]
> Oh ya?
> Berarti kalau ada network dengan 100 komputer, dan tiap komputer punya
> 10 share,
> ke-1000 resources itu harus disimpan di Domain controller ?
> Menurut logikaku sih kayaknya tidak mungkin deh.
> Kapan resources itu dicatat? Trus, bagaimana kaloq workstation login ke
> network, tapi pake "share level access control"?
> Aku pikir, tiap resources di tiap host mestinya disimpan di host itu
> sendiri.
> Bukankah tiap komputer yang nge-share bertindak sebagai "server"?


Untuk hak resources tetap disimpan di komputer masing-masing, hanya saja
autentikasi user tetap terletak di Domain controller. Tentu masing-masing
komputer tersebut, harus mengerti token yang diberikan oleh Domain
Controller guna menentukan hak dari sebuah user.

Yang disimpan di Domain Controller, adalah database user, database group,
dan mesin-mesin yang terhubung ke dalam jaringan. Domain Controller tidak
menyimpan seluruh hak user di masing-masing komputer loch ....

>
> Bayangkan jika anda memiliki 100 segmen, dan autentikasi
> dilakukan Domain
> Controller yang terletak disebuah segmen, betapa menyibukan
> segmen tersebut
> dengan paket-paket broadcast yang berasal dari segmen yang lain.
> Nah dengan
> implementasi diatas, segmen yang menerima broadcast hanya segmen
> local saja
> (tempat user autentikasi), sehingga mengurangi broadcast ke
> segmen yang
> lain.
>
> Kaloq ada 100 BDC, apa servernya tidak malah terlalu sibuk replikasi?
> Apa adminnya tidak malah nanti sibuk ngurusin server yang jadi "abu-abu"
> di server manager?

Wah itu semua kembali tergantung SDM-nya (Administrator), Bagaimana dia
mengimplementasikannya .
Secanggih-canggihnya teknologi kalau tidak didukung oleh SDM, ya tidak
berguna ... :)

Memang untuk penentuan jumlah BDC harus diperhatikan waktu yang dibutuhkan
untuk sikronisasi. Semakin banyak BDC semakin besar waktu yang dibutuhkan
PDC untuk menyalin Database SAM ke seluruh BDC.

> Trus, kaloq udah pake WINS, apakah masih mesti broadcast?

Good for you .... Nah, penggunaan WINS merupakan alternatif selain solusi
yang diatas dengan menempatkan BDC disetiap Segmen ....

>
> Sory, pertanyaannya banyak banget.

It's Ok, disini kita sama-sama belajar kok ...

>
> Salam,
>
> Adi Nugroho
>
>
>
> >
>

Semoga membantu .....


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]
Hosted by http://www.Indoglobal.com

Kirim email ke