On Thu, 23 Dec 1999, you wrote:

> [Adi Nugroho]  
> IP Masq itu seperti router atau modem sharing.
> Semua workstation diperbolehkan ngakses Internet lewat si server.
> Kecepatan dilimit sama kecepatan modem (33.6K)
> Tentu saja kecepatannya tidak sampai segitu, karena kalau ada 10
> workstation yang antri, speednya turun.
> 
> Object cache itu menyimpan.
> Kalau satu workstation pernah ngakses suatu site, 
> sang object cache menyimpan juga data itu pada harddisk dan memory-nya.
> Kalau ada workstation lain yang mengakses site yang sama, maka sang
> object cache tidak perlu mengambil data yang sama itu ke Internet, tapi
> cukup memberikan data yang sudah ada di momory/harddisknya (cache hit). 
> So, kecepatannya dilimit sama kecepatan LAN (10MB/s).
> Selain itu, penggunaan modem juga lebih efisien, karena tidak semua
> request diteruskan ke Internet.

Sorry....nih sekalian juga mau nanya  tentang konsep IP-Masq dan Squid cache.
Saya selama ini menggunakan kombinasi IP-Masq + Squid untuk keperluan warnet
saya.  Ketika saya baru menjalan kan IP-Masq , untuk keperluan surfing saya
bisa langsung set browser di komp. client  ' direct connection to internet ' . 
Dan ketika saya menjalankan squid ,  si komputer client kalo mau browsing lewat
squid berarti browser nya di set ke ' connect via proxy '  dan kalo enggak mau
lewat squid berarti di set langsung tanpa lewat proxy.

Nah,...berarti saya punya anggapan bahwa untuk keperluan WWW alias surfing
saja ( tanpa IRC, FTP dan mail ) apakah kita tidak perlu menjalankan IP-Masq ,
tetapi hanya perlu menjalankan squid saja...?? 


Regards,

Wibawa P





--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke