On Fri, 11 Feb 2000, Muhammad Baja Aksha wrote:
> Yupe, logikanya juga begitu. Kenyataannya, lebih kenceng parent yang di
> 'luar' dibanding di ISP (ISP ini kebetulan juga menggunakan satu mesin
> linux yg ada squidnya) Kalau di test ping sih, reply dari keduanya (ISP dan
> bo2.cache.nlanr.net) gak beda jauh. :) 

Wah, rupanya ISP di Indo itu banyak keanehannya ya.
Waktu dial-up pakai Haltek, sambungan ke www.puspiptek.net lewat dulu ke
San Francisco.
> 
> Hehe. Tetangganya tak installin Linux juga kok ('n no cheating lho). :) Dan
> semua pakai SQUID tetapi gak pakai WWWOFFLE. :-). Kalau mau WWWOFFLE kudu
> gantiin waktu yg kepake semaleman gak merem. 

Hebat... maksudnya, tetangganya percaya gitu... padahal kan kompetitor.
(jangan-jangan di server tetangga itu udah dipasang script yg. ada "ping
-f"nya di-loop pake sleep(), terus dijalankan pakai cron :-)
  
> p/s: ada yang menarik. saya baru coba FREESCO (www.freesco.org) dan lumayan
> bisa buat ip-masq dan dail-in juga. :-) ... gimana mas IMW, kalau buat
> proyek kecil-kecilan untuk distro Indonesian Linux dimulai dari mini-Linux?
> Kira-kira kernel yg mana ya yang 'cocok/stabil' buat mini-distro?
> 
Sorry nanya, mini-distro itu seperti lrp?
Pesen aja, idealnya sih setup linux jangan pake macem-macem, misalnya pake
partisi buat swap segala, milih menu buat tempat "/" sama "/usr". Kenapa
nggak "setup", terus default aja; dibilang butuh space 200M, terus
semuanya default. Memang nantinya ada keluhan ini itu mengenai
performance, tapi kan bisa dikatakan dari awalnya, "mini-distro untuk
pemula". Dan lalu diberi keterangan, "dilarang keras untuk mengeluh,
semuanya default, kemudahan ada ongkosnya". Atau untuk daerah tertentu,
"mini-distro, jer basuki mawa bea". :-)

Oki




--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke