On Tue, 21 Nov 2000, KPKN Purwakarta (021) wrote:
> IMHO, Debian is good for experinced-user
> It's not suitable for the beginner.

Tidak juga sih... kalau pemula selalu diasumsikan bahwa kesulitannya
adalah saat instalasi awal, Debian sudah menyertakan program instalasi
yang berbasis teks. Memang, sebelumnya perlu mengerti (a.l.) apa itu
partisi di harddisk, boot disk, dan "device". Jadi tidak bisa misalnya,
masukkan floppy disk dan CDnya di masing-masing drive, boot, tunggu 10
menit, lalu sistem sudah terpasang, dan gdm sudah siap menerima login.
Akan tetapi, jika tahap itu sudah dilewati, untuk memasang aplikasi
tambahan jauh lebih mudah dari distro yang lain (ya setidaknya kalau
dibandingkan dengan Slackware).

> Sedangkan clone-nya, CorelLINUX adalah Debian
> yang sudah dimodifikasi untuk memudahkan user.

Yang membedakan distro komersial Linux kan program instalasinya (dan juga
sedikit di struktur direktori). Makanya, kadang ada yang CDnya tak boleh
digandakan, soalnya software instalasinya tersebut ada hak ciptanya.
CMIIW, soalnya memang tak pernah pakai distro Linux komersial.

BTW, kalau dengar-dengar di Internet sih, Apple juga merencanakan cara
distribusi software ala Debian untuk MacOS X. Kurang tahu apa formatnya
persis, atau hanya idenya saja yang dipakai. IMHO, intinya sih, dengan
menerapkan "daftar ketergantungan" antar aplikasi atau library, sistem
kita bakal relatif terbebas dari konflik; jika library yang ada versinya
kurang baru, maka jika ada aplikasi yang perlu library yang lebih baru,
pengguna akan diingatkan untuk meng-upgrade library tersebut. Jika
misalnya suatu library mau di-remove, maka aplikasi yang bergantung
kepadanya akan di-list. Tindakan selanjutnya ya terserah, paksa remove
saja, atau pending. Bisa jadi hal tersebut akan ditemui, misalnya mau
upgrade libc6 ke release yang lebih baru; mau tak mau yang sedang jalan
kan dilepas dulu. Nanti daftar konfliknya pasti panjang, biarkan saja,
lalu pasang yang lebih baru.
 
> www.debian.org , disana sumber paket .deb (ya jelas aja... :))
> Dari paket2 tsb biasanya langsung diinstall ke tempat yg 'seharusnya'

Kalau mau mengambil paketnya dari situs tersebut, pakainya apt-get.
Yang punya CD-ROMnya, bisa juga sih memasang software via apt-get. Jadi
bisa memanfaatkan fitur "dependency" paket dari Debian; gampang gitu
masangnya, tinggal cari nama paket yang diinginkan, apt-get, lalu nanti
library yang merupakan pendukung dari paket itu bakal dipasangkan
sekalian. Kalau ada CDnya, bisa diakses via web server (tentu, mesti
pasang Apache dulu), lalu direktori "debian" di CD tersebut di"ekspor" di
config-file Apache juga sebagai "debian". Bagaimana persisnya, silahkan
baca manualnya (soalnya sudah lama sih mencobanya, dulu di mesin Sun
Classic, jadi detailnya tak ingat).

Oki

--
        Stroustrup himself has said in his retrospective book "The Design 
        and Evolution of C++" (p. 207),  "Within C++, there is a much 
        smaller and cleaner language struggling to get out." 
        [Many hackers would now add "Yes, and it's called Java" --ESR] 
                                        -The Jargon File on C++


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke