On Fri, 15 Dec 2000, Zakaria wrote:
> Terimakasih atas jawabannya tapi masih belum menjawab hal yang paling
> penting yaitu berapa besarnya masing-masing partisi. Sehingga saya tidak
> perlu pernah kekurangan diskspace gara-gara salah partisi (yang free
> di partisi lain). Memang bisa sih diakalin pakai symlink tapi rebyek la.
Ukuran masing-masing partisi tegantung dengan kebutuhan yang ada dan akan
datang. Kalau anda memakai konsep partisi dinamis dan non-dinamis, serta
memisahkan partisi-partisi tsb. ke partisi tersendiri, saya kira tidak
terlalu sulit untuk menentukan besar partisi.
Yah ... pakai sedikit feeling lah ... 8))
Tanpa konsep dan data yang jelas, kita cuman bisa menebak-nebak.
> menurut HOWTO perlu untuk mengatasi masalah 1024 cylinder.
Iya, kalau misalkan partisi windows makan tempat atau kernel tidak ditaruh
di /usr/src/linux/arch/i386/boot/ (dilihat dari letak partisi /usr/src
yang lalu).
Dan nggak perlu seharusnya kalau 100% HD dipakai buat Linux Server.
Dari kasus anda, partisi /win cuman makan 1 GB :
256 (heads) * 63 (sectors) * 121 (cylinders) * 512 = -+ 1 GB
Kalau kernel ditaruh di / (root) nggak masalah kan ?
> Masih ngaruh nggak sih di RH 7 dan PC yang baru?
Kalau di RedHat 7.0 saya nggak tahu ... Slackware 7.0 udah lebih dari
cukup .. 8))
> Saya pilih gabungin /usr dan / satu partisi saja. Kalau /tmp-nya dipisahkan
> apa nggak berabe waktu ada masalah (single mode)? Terus berapa besarnya?
> Kan /tmp sering dipakai banyak/beberapa program.
Beberapa dokumentasi mengatakan kalau kebanyakan partisi /tmp dipakai buat
program desktop seperti StarOffice atau program yang mengolah data yang
rumit (pengolah gambar, atau animasi) ... CMIIW.
Saya rasa kok nggak ada hubungannya partisi /tmp dengan single mode ?
Ada yang bisa menjelaskan ?
> Menurut beberapa HOWTO besar Max Swap itu 128 M, lebih besar dari itu bisa
> tapi nggak kepake. Apa masih betul pernyataan ntuh?
Anda baca HOWTO di http://linuxdocs.org/HOWTOs/Filesystems-HOWTO.html ?
Coba kesini :
http://www.linuxdoc.org/HOWTO/mini/partition-4.html#SwapSize
> > 4. Taruh _semua_ log ke dalam /var, soalnya inodenya paling efisien.
>
> di RH log itu semuanya ada /var/log, kalau database itu tergantung dbnya
> kalau postgres dia taruh di /var/lib/postgresql. Dan yang baru di RH 7
> dia taruh webpagenya di /var/www bukannya di /home/httpd seperti di versi
> sebelumnya. Kayaknya lebih baik semuanya dijadiin satu aja deh biar nggak
> buang sisa disk space. Atau ada alasan dipisahin?
Maksud saya, semua log di masukkan ke parent direktori /var.
Soalnya, misal, setting Squid standar naruh lognya di /path/squid/log.
BTW, bukannya setting standar dari (hampir semua ?) program bisa kita atur
dimana kita naruh lognya ?
Ada bagusnya juga kalau /var/log , /var/www dipisah.
Salah satu alasan (yang saya suka) yaitu masalah keamanan.
Misalkan ada trouble di partisi /var/www, kita masih bisa ngecek log di
partisi /var/log dan email di partisi /var/spool nggak keutak-atik.
/.detta
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]