On Wed, 7 Feb 2001, Mico Siahaan wrote:
> Saya pikir Linux merupakan OS yang 'powerful' malah kadang 'too
> powerful' alias ada begitu banyak aplikasi yang tersedia sehingga
> malah akhirnya kita bertanya: "Apakah memang kita membutuhkan segala
> aplikasi tersebut?" ;)
Wah, ada paradoks nih; kalau pengguna Windows selalu bilang, pakai Windows
saja, softwarenya banyak. Tapi kalau melihat Linux, lantas bilang, buat
apa software (Linux) sebanyak itu. :-)
>Bagi pemakai komputer yang cuman pengen bisa
> ngetik di komputer (seperti teman kos saya), nampaknya Linux malah
> 'mempersulit' kehidupannya....he...he...he...
Ide bagus nih buat yang mau jualan komputer Linux; di-setup saja dari
toko, terus pasang sistem dan StarOffice, kasih user "pengguna" di situ
tanpa password. Lalu, login script langsung menjalankan StarOffice.
Bagus kan, desktopnya ada, yang berarti browsernya ada, bisa buat
"eksplore" (eksplooore... ;-) local disk kan.
> Mas benar. Namun saya pikir saya tidak salah juga. Soalnya saya pernah
> instalasi Linux dengan pilihan aplikasi yang sama di komputer yang
> berbeda: yang satu Pentium !!! dengan RAM 128, CD ROM 48x, sedangkan
> yang lain menggunakan Pentium Celeron 433, RAM 64, CD ROM 12x.
> Hasilnya instalasi dengan komputer pertama memakan waktu sekitar 12
> menitan, sedangkan di komputer yang kedua 30 menitan. Jadi kalau bukan
> masalah hardware, apa lagi yang menyebabkan perbedaan waktu instalasi
> di kedua komputer tersebut?
Nasib...? :-)
Jadi ingat pertama kali instal Linux di mesin 486. Memorinya 4MB,
installer Slackware nggak bisa jalan (out of memory). Jadi aja minjem
dulu, jadi 8M. Instal, setelah jalan copot lagi memorinya. :-)
Oki
ps: 4MB jaman dulu itu standar lho...
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]