Barangkali yang perlu saya tegaskan adalah bagaimana prospek ke
depannya. Di negara2 maju dimana properti intelektual betul2 dihargai,
open source/free software sangat bagus perkembangannya. Sementara
Indonesia? Wah.. Saya dulu sempat kaget juga ada beberapa toko
komputer di Jakarta yang mulai angkat bicara tentang pembajakan. Tapi
sekarang kok realisasinya belum nampak ya?

Saya percaya, kalau di kelas server, GNU/Linux adalah pemenangnya.
Tapi di kelas desktop workstation agaknya masih Windows-minded. Jadi
kalau misalnya berbisnis Linux, mungkin yang perlu difokuskan adalah
kelas desktop workstation ini. Biasanya pengguna desktop atau rumahan
kan nggak punya akses internet yang terlalu bagus dan background di
komputer agak kurang.

Mohon tanggapan dari rekan lain.

Nuhun
-joe

AH> Yang namanya support kan selalu dicari, terutama oleh perusahaan. Memang 
AH>   orang bisa instal RedHat dari CD yang diburn sendiri, tetapi kalau ada 
AH> apa-apa, siapa yang bisa di-kambing-hitam-kan ? Sementara kalau beli 
AH> langsung ke RedHat terus ternyata nggak jalan atau ada bug, lebih mudah 
AH> untuk komplain.

AH> Coba lihat model bisnis dari beberapa perusahaan yang mempunyai produk 
AH> open-source, misalnya 
AH> http://www.redhat.com/about/mission/business_model.html. Atau kalau mau 
AH> contoh yang campuran (komersil dan GPL) adalah
AH> http://www.trolltech.com/company/model.html?cid=10




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke