From: dundai <[EMAIL PROTECTED]>
>On Fri, 19 Mar 1999, Emil Rezandi wrote:
>
>> >From: Ricky <[EMAIL PROTECTED]>
>> >Apa yang terjadi dengan hati kita
>> >makin hari kayaknya makin kusam aja enggak pernah terbersihkan dari
>> >noda2 sehingga menjadi buram
>> >Koq enggak ada sih perasaan bahwa yang kita lakuin itu merupakan suatu
>> >dosa, dari semua mail enggak ada yang mengingatkan bahwa hal ini suatu
>> >dosa, malah menceritakan dengan bangganya.
>
>> Pertama-tama, kalau menurut anda nggak ada yang mengingatkan, kenapa
bukan
>> anda yang mengingatkan ?
>
>perasaan mail di atas... sudah mengingatkan loh !
Aha... ! Gotcha !!!
Saya barusan mereply e-mail siapa yah ? Kok yang jawab beda ? :-)
Maaf dun, saya nggak berminat beradu argumen dengan anda. Kalau dilihat,
rasanya bukan anda yang buka thread ini pertama kali, dan anda hanya
nge-gongin aja.... Saya sebetulnya nggak suka tuh, sama orang2 yang cuma
ikut2an sama orang lain, merasa punya persamaan pendapat, lalu memakai adu
argumen yang sah sebagai sarana untuk menonjolkan diri anda sendiri....
he-he-he... anda mengerti maksud pernyataan saya di atas ?
Tapi baiklah, karena kita di cyberspace yang tentunya punya etiket sendiri.
Saya sebagai orang yang anda tuju dengan 'setengah' hati akan melanjutkan
adu argumen ini.
>> Tentunya dengan tutur bahasa yang baik dan benar,
>
>bagi gua tutur bahasanya baik dan benar kok !
Oh, baiklah saya jelaskan sedikit. Maksud saya sebenarnya adalah posting
dengan tujuan yang jelas (contoh ketidakjelasan : istilah 'kita' seperti
disebutkan Ryo), tidak bernada retorika, dan menjelaskan fakta2 yang
mendukung pernyataan anda. Tentunya ini khusus jika melawan posting orang
lain.
Mengerti nggak kalau begini?
>> dengan menjelaskan melalui fakta2 dan teori yang anda punyai, supaya para
>> anggota list ini bisa mengerti dengan baik maksud anda. Tidak perlu
retorika
>> dalam mailing list. Adu argumentasi bisa dilakukan dengan cara yang
benar.
>
>bagi gua jelas sekali....
>coba anda baca sekali lagi dan di fikir bukan di pikir
>renungkan.... dan jelas sekali...
>mulai dari berduaan, pandangan lalu ke sentuhan lalu sentuhan yang lebih
>mendalam (kissing and another 'touch)... bagi agama(islam) saya itu adalah
>dosa.. dan ada kewajiban bagi kami(muslim) untuk saling memberi
>nasihat/peringatan untuk sesama muslim... jadi jelas sekali dia
>memperingatkan muslim yang ada di milis love ini untuk mengingat kembali
>bahwa itu adalah dosa
Yap... ini maksud saya diatas, nampaknya saya jadi mengulang, karena dengan
kalimat sederhana yang lengkap nampaknya anda tidak mengerti...
>> Kedua, yang dosa bagian mana bung ? Anda tahu dengan *pasti* bahwa hal
>> tersebut merupakan sebuah dosa ? Tolong dijawab.
>
>hati nurani dengan dasar agama yang kuat dapat membedakan mana yang
>merupakan hak dan mana yang bathil(dosa). Jika tidak bisa membedakannya
>juga berarti hati anda sudah keras. Memang gua akuin kalo masalah sex
>merupakan godaan yang paling besar untuk seusia saya (remaja).. mulai dari
>pacaran, sentuhan, nonton, etc.. semua yang dapat memuaskan hasrat nafsu
>bawah perut.. sangatlah berat.. hal diakui juga oleh sebagian temen-temen
>saya.. secara 'setan logika' sentuhan, kissing, etc didalihkan sebagai
>ungkapan rasa kasih sayang.. gua jujur kalo gua juga belun mampu
>mengendalikan nafsu gua...ach masya ALLAH
Tepat !
Anda bisa tahu dengan pasti melalui hati nurani anda bahwa apa yang 'anda
sendiri' lakukan adalah sebuah dosa. Tapi *tidak* demikian halnya dengan
dosa orang lain... IMHO Tidak ada kemampuan kita untuk menilai bahwa
seseorang melakukan suatu 'dosa' kecuali seseorang itu kita sendiri.
>> (Hati2 dalam menjawab pertanyaan saya, sebelum menjawab tolong dipikir
>> baik2, saya saja tidak berani mengatakan sesuatu yang diperbuat orang
>> lain
>> itu dosa, sejahat apapun menurut saya perbuatan yang dia lakukan)
>
>terserah itu prinsip kamu kan !
He-he-he.. sekali lagi... Yang nanya sama kamu siapa ? :-)
>> Ketiga, bangga menceritakan dosa ?
>
>dosa adalah aib....
>mana ada orang yang berpikir untuk menceritakan aib ke depan forum (milis
>ini bagi saya adalah termasuk forum, karena tidak semua orang kamu kenal,
>walaupun bentuk kamu mungkin tidak dikenal oleh orang lain), hanya orang
>yang 'agak-agak' yang menceritakan aib ke depan umum. dan jika diliat dari
>isi pembicaraannya ketika menceritakan aib tersebut tidak ada rasa
>penyesalan... hal itu merupakan tindakan 'bangga', menurut saya loh !
>
>> "Berbagi pengalaman dengan teman2 yang dianggap dekat".
>
>apakah gua temen deket elu ????? japri dong kalo ke temen deket mah..
Ah... nampaknya anda sulit sekali untuk mengerti susunan kalimat yang
menurut saya sudah saya susun dengan baik. Saya pada kalimat sebelum ini
justru menyatakan bahwa milis ini adalah tempat berkumpul orang2 yang
'merasa' dekat satu sama lain, oleh karena itulah kami 'rela' menceritakan
pengalaman kami yang sangat pribadi tersebut. Maaf nih buat yang lain dengan
sebutan 'kami'...
>> >mungkin suatu saat orang yang enggak berciuman dianggap aneh
>
>> Anda berniat tidak berciuman seumur hidup ? Kalau itu maksud anda, tolong
>> diperjelas teorinya seperti apa, dan juga implementasinya dalam kehidupan
>> anda di masa depan.
>
>kalo udah nikah dong ach....
>di islam seorang suami-istri walaupun jika telah menikah.. hak untuk
>melakukan pegangan tangan, ciuman..etc, tetapi tidak boleh memperlihatkan
>di depan umum.
Justru itu saya minta dijelaskan... oleh Ricky..he-he-he...
>di indonesia mungkin ciuman udah engga dianggap aneh, walaupun kebanyakan
>dilakukan di tempat yang privacy. Tapi bilip or not, jika dibiarkan begitu
>saja maka negara kita bisa saja moralitasnya menuju amerika
>ciuman di mana saja, peduli amat ama sekitarnya.. bilip or not
>di salah satu sma di bandung... beberapa anak (engga semuanya loh), berani
>berciuman (france) di taman ketika sedang istirahat.. atau di bioskop BIP
>pun dengan santai saja melakukan france kiss.. itu baru dilakukan
>segelintir orang, apakah akan ditiru ???
Emmm... France kiss itu apa sih..? Ah...! French kiss maksudnya !!! lol !
(sorry, nggak tahan... he-he-he)
Sekali lagi, anda sudah melakukan perbuatan 'menilai' sesuatu yang tidak
anda ketahui secara pasti. Lihat argumen2 saya di atas tentang menilai dosa
dari 'hati nurani', yang 'rasanya' sih sudah sangat jelas.
emilr
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com