> ----------
> From: Anna Siti Herdiyanti[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>
> see?? milis ini cuma jadi tempat perang aja.....
> where's your sense of love, guys???
>
Waduch ... boleh gak ya gue 'minta maap' ke semua netter umumnya
en Mbak Anna terkhusus ... :)
Ini cuma masalah 'cara pengungkapan' perasaan aja yang emang atu
orang ama yang laen beda.
Ada yang halus, sopan ... ada juga yang emang tegas, blak2an
(gue gak pake kata gak sopan atau kasar, ambil positifnya)
Artinya bahwa keberagaman emang ada bahkan dalam lingkup yang
kecil kayak di mailist ini, apalagi negara.
Yang ingin berda'wah juga sangat tidak disalahkan.
Cuma harus diinget 'cara'-nya. Seperti yang gue bilang, bukan
hanya dengan ingin mengatakan 'mana yang baik' tapi juga dengan cara
'yang baik'.
Buat yang Muslim, inget perbedaan cara da'wah antara Abu Bakar
en Umar ? ...
Abu Bakar lebih cenderung pada pendekatan 'moral-sistematis'
yaitu menganalisa objek yang akan dida'wah kemudian mencaritau gimana
cara yang paling tepat untuk melaksanakan da'wah itu. Metode ini
diterapkan oleh sebagian besar Wali Sanga seperti Sunan Kalijaga yang
memasukkan da'wah lewat seni masyarakat yang dida'wah.
Sedangkan Umar lebih kepada sikap tegas malah pada
'fisik-sistematis' yaitu pendekatan kedisiplinan. Terkadang cocok buat
yang 'keras kepala' atau dianggap 'membahayakan' seluruh umat.
Nah pertanyaannya ... apakah orang2 di mailist ini dianggap
musuh berbahaya ?
Inget juga cerita tentang orang badui yang kencing di masjid
sementara Nabi dan para sahabat sedang berdikusi ? ...
Para sahabat serentak membentak dan segera ingin membunuh badui
tersebut, tapi Nabi mencegah dan malah menyuruh sahabat
menyiram/membersihkan air kencing tersebut dan mengatakan pada orang
badui itu bahwa ini adalah tempat suci umat Islam maka dilarang membuang
kotoran/najis.
Wuich gak kebayang dech k-lo semua orang pada gontok2 an gara2
'cara ngungkapan perasaan' yang sembarangan ... :)
Berhubung posting gue diatas cenderung ke masalah agama maka gue
coba 'paksain' ke masalah cinta walaupun emang masalah agama en cinta
gak bisa dipisahin (pernah jadi bahan topik).
Yang penting 'memberitahu yang baik' adalah pahala
tapi 'memberitahu yang baik dengan cara yang baik' akan
menjadikan pahala itu berkali lipat besarnya ... hehe sok filsafat neh.
Berlaku juga buat 'cinta' ...
'memberitahu bahwa kita cinta' mungkin membuatnya 'percaya'
tapi 'memberitahu bahwa kita cinta dengan cara yang mengandung
cinta' akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar.
Wassalam.
Echo June
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com