Dear Lovers,

Kenapa sih kita berusaha menteorikan dan memfilsafatkan cinta? Kayaknya
cinta gak perlu diterjemahin deh. Cinta itu sebaiknya dan sewajarnya
dirasakan saja. Itu sudah cukup. Orang yang bisa merasakan cinta,
berarti dia sudah bisa berteori soal cinta. So, janganlah pusing-pusing
menulis soal cinta, mendingan dijadikan lagu. Itu lebh enak didengar.
Iya nggak?

Ayu

--- arief muLya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dear Lovers,
> 
> Sudah lama nggak mampir disini, permisi... saya mau
> Intermezzo sedikit,
> Ini beda, boleh kan ?  :)
> 
> Cinta adalah sesuatu yang universal, yang menjadi
> alasan kenapa kita
> semua ada disini. Hidup, bernafas, bermain, tumbuh,
> berkembang, dan
> bahkan untuk 'mencintai' pun Cinta itulah dasarnya.
> 
> It's interesting to know Love, if you know what it
> is.
> 
> So, what is love ? Saya percaya orang yang bisa
> mendeskripsikannya
> dengan baik adalah orang 'gila'. Walaupun begitu,
> saya punya satu
> pandangan mengenai Cinta. Saya rasa, saya pikir,
> saya pertimbangkan,
> seperti ini :
> 
> Cinta itu kata kerja, kita semua tahu apa kata kerja
> atau verb itu, kan.
> Itu digunakan untuk mengeskpresikan sesuatu yang
> kita lakukan /kerjakan.
> Seperti belajar, makan, minum, tidur, berenang, dll.
> Bagaimana dengan
> Cinta ?
> 
> Sebagai kata kerja, apabila kita 'berani' mengatakan
> kita itu mencintai
> sesuatu, itu berarti kita 'berani' melakukan hal-2
> yang baik (extremely
> precautions, saya maksud : BAIK) dan benar thd
> sesuatu yang kita cintai
> itu. Baik /benar disini menurut pandangan siapa ?
> 
> Sesuai dengan faith kita masing masing. Siapa yang
> kita cintai
> pertama-tama ? Sang Maha Pencipta ? Ibu ? Bapak ?
> Saudara ? Seseorang
> lain yang kita kasihi ?
> 
> Kalau memang Ortu yang kita cintai pertama-tama,
> dasarkanlah setiap
> perbuatan kita itu dengan dasar Cinta kepada Ortu
> kita. Jadi kita
> berbuat baik, segala hal yang baik itu berdasarkan
> apa yang baik menurut
> Ortu kita, body mind and soul. Gitu lho.... Begitu
> juga kalau kita
> memprioritaskan mencintai saudara kita dulu, ataupun
> dengan orang lain.
> But they aren't perfect, right ? So choose the
> perfect One !
> 
> Nanti dulu, apa masalahnya selesai sampai disini ?
> Belum. Setelah
> mencintai, kita harus membuktikan bahwa cinta kita
> itu benar-2 murni
> adanya.  Dengan bagaimana ?  ya dengan berbakti
> kepada yang kita cintai,
> kita kasihi *setulusnya, seikhlasnya*. Ingat cinta
> itu kata kerja, so
> before you expected some love from the other side,
> please do your job
> dulu, Cintai dulu dia dengan *tulus ikhlas*, so,
> walaupun cintamu tidak
> terbalaskan, kamu tidak akan broken hearted
> karenanya. Enakan dia dong!
> Ya memang, if you put your love to the unperfect
> first.
> 
> Tetapi akan lain jadinya if you put your love to the
> perfect One first.
> Cintai Dia dengan setulusnya, percaya dech, perasaan
> yang kemudian
> tumbuh adalah perasaan yang suci murni adanya, dan
> kamu tidak akan
> divonis putus. Bandingkan dengan perasaan-2 yang
> tumbuh setelah kita
> mencintai the unperfect ones.
> 
> And one thing you must remember. To put your love to
> purest love,
> pikirkan ini :
> "Apakah kamu bersedia tetap mencintai, apabila yang
> kamu cintai itu
> berubah menjadi kecoa, ataupun berbuat yang tidak
> baik *menurut
> pandanganmu* ?"
> 
> Kalau kita mencintai the unperfect ones, adalah
> suatu hil yang tidak
> mustahal kalau dia suatu saat berbuat sesuatu yang
> menyakiti hati kita
> (hey, afterall we only human, right!). And what do
> we do that moment ?
> Tergantung sama Cinta kita tadi. Kalau kata Bee
> Gees, Group pesindennya
> Amrik tahun lama, How deep is your Love ? Kita
> mungkin marah karenanya,
> tidak mau bertemu lagi, putus, atau cuma sakit
> sedikit, dendam, atau
> yang sangat, sangat membutuhkan kebesaran hati :
> Kita memaafkannya, dan
> mencoba mengertinya.
> 
> Dengan mencintai the Perfect One, mungkin saja
> terjadi seperti itu (and
> again, we only human !) , tapi jangan langsung
> berprasangka buruk.
> Dengan the Perfect One kita harus menyadari bahwa
> pengetahuan kita itu
> terbatas. Sedangkan Dia tidak terbatas. Saya mau
> coba memberi sebuah
> ilustrasi, yang kurang lebih bisa menggambarkan apa
> yang maksud, ini
> juga boleh nyontek :(  :
> 
> Misalnya adik kita yang masih balita suatu hari
> minta es krim, tentu
> karena sayang dan cintanya kita, kita belikan ia es
> krim. Tetapi di saat
> lain, ketika itu adik kita sedang flu berat, dan dia
> minta es krim lagi,
> apakah kita tetap akan memberikannya ? Saya rasa
> tidak. Karena apa ?
> karena kita tahu bahwa es krim tidak baik untuk
> orang yang sakit flu,
> apalagi untuk adik kita itu. Dan kita melakukan
> inipun karena cintanya
> kita pada adik kita itu, iya kan ?
> 
> So, apabila suatu waktu kita tidak dikasih es krim
> sama yang kita
> cintai, jangan mengeluh dulu, itu mungkin Dia /dia
> lakukan juga karena
> cintanya sama kita.
> (atau karena pelit atawa bokek :) :) :) and this one
> just for "dia"
> 
> Well, that's all for now, maafkan kalau mengganggu.
> See you later,
> 
> arief muLya
> -------------
> "There's always a light in the heart of ones who
> Love"
> 
> ps: To di : It's dedically written for you, dear
> friend.
> 
> 
> 
> Betawi Indonesian Web Directory -
> http://senayan.betawi.net/
> 
>
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
> To unsubscribe, e-mail :
> [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail   :
> [EMAIL PROTECTED]
> Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
> UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
> 
> 
> 

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke