Responding to D.E.S.'s mail on Sun, 01 Aug 1999:
#>At 07:10 PM 7/31/98 +0700, you wrote:
#>>Gue mau nanya nih buat kaum cowoq, seandainya nanti elo married, elo
#>>setuju nggak istri elo bekerja (di kantor) ?
#>
#>setuju lah, kerja itu kan sosialisasi juga. nambah pendapatan keluarga juga.
#>(istri bayar rekening listrik/air/telpon, suami bayar kredit rumah/mobil,
#>aww...)
Pribadi sih tergantung istri aja... mostly biasanya maunya sih bekerja.
Dulu saya pernah punya cita-cita dapat istri dari salah satu bidang ilmu:
- Arsitek, Hukum dan Kedokteran...
Karena semuanya bisa kerja DI RUMAH... bukan apa-apa tapi namanya anak-anak
perlu juga ada yang ngawasin loh..
Tapi makin kesini kayaknya malah saya yang bakal kerja DI RUMAH (SOHO Business
rulez!!!) .. nggak tahu tapinya nanti-nantinya, jadi yach... liat nanti aja deh.
Pokoknya secara pribadi saya nggak masalah kalau istrinya mau kerja di LUAR
rumah, selama pendidikan anak-anak nggak terbengkalai (saya nggak mau anak saya
jadi anak babysitter... *sigh*)
#>idealnya sih, tanpa si istri bekerja, sang suami sudah bisa menyokong
#>kehidupan keluarga bukan?
#>lagi pula, kerja itu kewajiban buat lelaki deh, buat yang bukan orang
#>kantoran kayak gue, kayaknya pegel2 deh kalo dalam jangka waktu lama gak
#>ada kerjaan, jadi harus ada sesuatu yang dibuat.
Hahaha, bener tuh DES... tipikal kita kan bukan 'orang kantoran'.. mana betah
sih duduk dibelakang meja 8 - 5... *sigh*, tapi kalau udah ada orderan masuk ya
dari jam 8 - 8 2 hari kemudian juga dijabanin... =)))
Benar kerja adalah kewajiban setiap lelaki, jadi kalau prianya tidak bekerja
dia bisa dikenai cap 'berdosa' karena melalaikan kewajiban... =(
#>menurut gue intinya, cewek sebaiknya kerja, selain alasan ekonomi, juga
#>alasan sosialisasi.
Sosialisasi? Bukannya kalau nggak kerja nanti bisa ikutan "Drama Wanita",
"Arisan", "Belanja Bersama Menghabiskan Hasil Korupsi Suami", dan lain-lain?
Ehm.. sori kalau agak2 sarkastis tapi model seperti inilah yang saya lihat
terjadi dikalangan wanita bersuami yang tidak bekerja... =)))
#>>Terus buat semuanya : kalo elo married nanti, elo lebih
#>>suka punya separate account (rekening terpisah, jadi uang atas nama
#>>sendiri-sendiri) atau joint account (rekening bersama, jadi uang atas
#>>nama gabungan)
Hmm, seperti main RPG aja deh.
Ada seperate account dan ada joint account.
Seperate account TIDAK harus transparan tetapi kedua pihak harus sepakat
terlebih dahulu... ini dimaksudkan untuk dana cadangan.
Joint account ya untuk hidup lah..
Gambarannya gini:
Suami 25%-Account sendiri, 75%-account joint
Istri 50%-account sendiri 50%-account joint
Yach, soal persentasenya sih terserah aja deh... =)
#>>Mungkin keliatannya topiknya sederhana yach, tapi sebenarnya hal-hal
#>>diatas itu prinsipiil sekali...
#>
#>ADUH BETUL !!
Prinsipil benar dan sering jadi masalah karena kita LUPA mengatur hal tersebut
diawal pernikahan... =(
Sesuatu yang prinsipil sebenarnya tidak akan jadi masalah seandainya sudah
disadari dari awal dan sudah dipikirkan, well anyway.. siapapun yang mau nikah,
please buatlah check-list hal2 yang prinsipil.. jangan mikir "Gimana Ntar"
deh...
--
Wassalam,
B. 'Avatar' Avianto
[EMAIL PROTECTED] - http://www.avianto.com
-------------------------------------------
Nothing will come of nothing, speak again -- King Lear
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com