B . 'Avatar' Avianto nulis:

>
> Kayaknya memang cinta nggak bisa dikategorikan dan didefinisikan seperti deret
> ukur matematika deh.. (believe me, i tried)....
> Nah, karena tidak 'logis'nya cinta (walaupun kadang ada juga cinta logis...
> ntar deh dibahas) biasanya yang jadi tolok ukurnya adalah...
> IF
>         rasa itu merasuk ke dalam jiwa
>         waktu itu terasa berbeda tanpanya
>         mendengar namanya terasa ada sentuhan di hati kita
> THEN
>         mungkin kita sedang jatuh cinta....
>
> btw, kalimat diatas masih MUNGKIN loh... =)

Waduh, rasanya aku rada pusing mikir-mikir operator yang tepat buat pernyataan di 
atas...
Kalo misalnya diberi operator and, maka pernyataannya jadi gini:
IF
  rasa itu merasuk ke dalam jiwa AND waktu itu terasa berbeda tanpanya AND
  mendengar namanya terasa ada sentuhan di hati kita
THEN
  mungkin kita sedang jatuh cinta.

Dari apa yang tak pelajari sih, kalo satu kondisi nggak terpenuhi berarti THEN itu 
nggak
jalan (alias kita nggak sedang jatuh cinta). Ada benernya sih, tapi aku pernah ngalamin
kondisi pertama (rasa itu merasuk ke dalam jiwa) dan kondisi ke ketiga (mendengar
namanya terasa ada sentuhan di hati kita) kayaknya aku ngerasa udah jatuh cinta tuh 
walopun
nggak ngalami kondisi ke dua (waktu ya biasa aja tuh walo nggak ada dianya).

Tapi kalo operatornya dibuat OR, juga nggak cocok
Jadinya:
IF
  rasa itu merasuk ke dalam jiwa OR waktu itu terasa berbeda tanpanya OR
  mendengar namanya terasa ada sentuhan di hati kita
THEN
  mungkin kita sedang jatuh cinta.

Kalo OR kan, satu kondisi udah bener, berarti THEN udah bisa dijalankan (alias kita
sedang jatuh cinta)

Jadi enaknya apa yah operatornya?
Ah, dasar cinta bukan ilmu pasti...

Salam,
-windra



- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke