begini, saya punya pertanyaan yang sampai sekarang saya masih ragu jawabannya...

jika seseorang menangisi kematian pasangannya, benarkah ia memang menangisi 
pasangannya, atau ia menangis karena ia "tidak memiliki" lagi pasangannya dalam 
menjalani hidup yang susah ini...?

contoh : 
seorang ibu menangisi kematian suaminya, bukan karena ia sayang pada suaminya. tapi, 
ia menangis karena ia kini janda. tidak ada yang menanggung hidupnya. bagaimana 
menghidupi anak-anaknya nanti..? dan sebagainya...
jadi, bukan karena suaminya tapi karena dirinya (kini janda).

jadi singkatnya, benarkah memang ada cinta sejati itu ? lalu bagaimana dengan pendapat 
yang seperti itu....., mohon pencerahan.


ps : balas yah...

Kirim email ke