Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Meningkatkan Mutu Sebuah Pernikahan

           Hidup adalah pernikahan sepintas lalu yang kelihatannya memang
sangat enak. Hari-hari yang dilaluinya seakan-akan penuh diwarnai dengan
kebahagiaan. Memang demikianlah hakikatnya tujuan sebuah pernikahan yang
dibina oleh suami dan istri sejak semula mereka berikrar. Akan tetapi tidak
demikian kenyataan yang terjadi. 
Meskipun banyak pernikahan yang berakhir dengan perceraian, atau paling
tidak pernikahan itu tidak berjalan dengan harmonis sebagaimana yang
diharapkan. 
Kita memang menyadari bahwa kehidupan berumah tangga biasa mengalami pasang
dan surut, kadang-kadang baik dan kadang-kadang suram. Dan itu sudah
merupakan dinamikanya hidup berumah tangga. Akan tetapi alangkah baiknya
jika hal-hal yang bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga itu kita
hindari, setidak-tidaknya ditekan esdemikian rupa, sehingga ketenangan,
ketentraman dan kebahagiaan yang merupakan tujuan utama dalam hidup berumah
tangga itu benar-benar bisa terwujud mewarnai segala kehidupannya.
           Untuk mewujudkan hal itu sudah barang tentu kita harus menengok
kembali latar belakang yang menyebabkan orang mau hidup dalam pernikahan.
Padahal toh hidup membujang itu tidak banyak menagndung resiko dan beban
menghidupi keluarga, baik suami maupun istri. Berbeda dengan hidup dalam
pernikahan, maka kedua belah pihak saling terikat oleh kewajiban
masing-masing. Ternyata bukan menjadi rahasia lagi bahwa motifasi orang
menikah itu adalah didorong oleh libido seksuilnya yang didasari oleh
perasaan cinta kepada lawan jenisnya. Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan
bila dikatakan bahwa rohnya pernikahan itu adalah cinta.
            Perasaan cinta inilah yang harus dipupuk bila ingin meningkatkan
mutu sebuah pernikahan. Selama perasaan cinta ini masih ada, maka hubungan
suami istri akan terus baik, yang berarti pula bahwa mutu pernikahan
keduanya akan tetap terjaga. Mutu pernikahan yang selalu terjaga akan
menimbulkan kebahagiaan. Dan kebahagiaan inilah yang menyebabkan rumah
tangga menjadi harmonis.
            Lalu bagaimana cara kita meningkatkan mutu pernikahan itu?. Ini
adalah tugas bersama seorang suami dan istri, dimana keduanya harus berusaha
mencari jalan yang baik ke arah itu menurut kebijaksanaan masing-masing
sesuai dengan perasaan, hajat dan kebutuhan antara keduanya.

Jalan ke arah itu misalnya  :

1.      Saling bekerja sama
        Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, itulah semboyan yang
harus hidup didalam rumah tangga. Seorang suami sudah sepantasnya ikut
membantu pekerjaan istrinya bilamana ia merasa kewalahan mengerjakannya.
Begitu pula sudah semestinya bilamana istri mau membantu pekerjaan suami
sekiranya dibutuhkan. Jadi meskipun sudah ada batasan-batasan tertentu
mengenai pembagian kerja, namun tidak ada salahnya dan bahkan sangat terpuji
jika suami istri saling bahu membahu, bekerja sama dalam melaksanakan tugas
rumah tangga. Yang demikian ini akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayng
yang sangat mendalam.

2.      Saling Menghargai
        Suami dan istri setiap hari tidak bisa lepas dari pekerjaan
masing-masing. Suami bekerja mencari nafkah sedangkan istri bertugas
dirumah. Maka pa yang telah dikerjakan itu supaya keduanya saling
menghargai. Sehingga bila sekali waktu terjadi kekeliruan, kekurangan atau
ketidak cocokan, supaya suami dan istri menyadarinya bahwa yang telah
dikerjakan itu adalah hasil maksimal. Maka suami atau istri dalam hal ini
tidak perlu marah atau mencelanya, bahkan harus dihargai meskipun tidak
cocok. Dengan cara seperti itu yang bersangkutan tidak kecewa, tetapi justru
ada semangat untuk mengubah atau memperbaiki kesalannya.

3.      Berusaha Mengikuti Selera Masing-masing
        Setiap suami atau istri mempunyai selera sendiri-sendiri yang dapat
memuaskannya. Kepuasan penting artinya bagi suami istri, sebab dengan
kepuasan itu segala tugas rumah tangga dapat diselesaikan dengan baik. Oleh
karena itu bagi seorang suami harus tahu apa selera istri. Begitu pula
istripun harus bisa mengetahui selera suami. Maka dengan terpenuhinya selera
masing-masing, suasana rumah tangga akan lebih semarak. Dan kesemarakan itu
akan menambah eratnya hubungan suami istri dan kekalnya tali perkawinan.

4.      Manfaatkan Waktu Luang untuk Keluarga
        Waktu luang penting artinya bagi keluarga, terutama bagi suami dan
istri. Tetapi kadang-kadang orang tidak menyadarinya, sehingga waktu itu
tidak dimanfaatkan untuk menjalin hubungan bersama antara suami dengan istri
dan anggota keluarga serta menumbuhkan kasih sayang antara suami dan istri
juga anak-anaknya serta anggota keluarga yang lainnya. Sungguh besar
faedahnya meluangkan waktu untuk bisa berkumpul dan bercengkrama bersama
keluargaagar bisa lebih mendekatkan diri, bersenda gurau antara suami, istri
dan anak-anak, bertukar fikiran tentang hal-hal apa yang akan dan harus
dilakukan sehingga antara suami dan istri bisa berkomunikasi dengan tenang
tanpa harus dikejar-kejar oleh waktu. Sehingga dengan demikian hubungan
antara suami dengan sitri akan lebih mesra.

5.      Saling Mengekang Emosi
        Silang selisih pendapat dalam hidup berumah tangga antara suami dan
istri merupakan hal biasa yang sering terjadi. Dan itu akan menjadi penyakit
yang bisa merusakkan pernikahan bila silang selisih yang terjadi antara
suami dan istri selalu ditanggapi dengan emosi. Sebetulnya emosi itu bisa
dikekang jika setiap persoalan bisa dihadapi dengan jiwa dan pikiran yang
jernih dan tenang, kepala dingin dan penuh dengan kesabaran

6.      Saling Menghormati Kedua Orang Tua
        Meskipun bagaimana orang tua tetaplah orang tua. Ia memiliki
kedudukan yang tinggi dimata nak-anaknya. Hormatnya menantu terhadap kedua
orangtua suami atau sitri dapat menambah eratnya hubungan kemesraan antara
suami dengan istri. Ini sudah pasti, sebab jika istri bisa menghormati orang
tuanya. Demikian juga dengan istri akanmerasa senang jika melihat suaminya
hormat kepada kedua orang tuanya. Keadaan yang seperti inilah yang bisa
menggugah smangat bagi istri untuk terus menumbuhkan perasaan cinta dan
kasih sayang antara keduanya.

      Kiranya apa yang telah saya uraikan diatas bukanlah satu-satunya jalan
untuk meningkatkan mutu pernikahan. Akan tetapi jalan lainnya masih banyak,
tinggal bagaimana kepandaian bersama antara suami dan istri itu sendiri
dalam mengembangkannya. Hanya yang perlu diingat, bahwa mutu sebuah
pernikahan itu akan bertambah meingkat bila dalam rumah tangga itu selalu
diwarnai dengan semangat kehidupan beragama. Karena agamalah yang dapat
menuntun orang menuju kebaikan serta menjadi perisai dari berbagai perbuatan
yang dilarang. Bila suami dan istri selalu berpegang teguh pada ajaran dan
tuntunan agama, niscaya segala persoalan rumah tangga bisa diatasi. Dan ini
bisa menyebabkan mutu sebuah pernikahan akan terpelihara dan bahkan akan
menuju kepada hakikat ebuah pernikahan yang sebenarnya.

Semoga kelak kita bisa membangun dan menciptakan sebuah Rumah Tangga yang
harmonis dan Berbahagia.

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Safinah
Quality Assurance
National/ Panasonic
62-343-740230 ext.506 (office)
62-343-416473 (Home)
     




----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke