Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

PERMAINAN SEX yang AGAMIS
Bagaimanakah Permainan Sex yang agamis itu ?
Dalam beberapa buku dan kitab yang pernah saya baca ada beberapa macam cara
melaksanakan permainan sex antara suami dan istri yang Agamis.
Antara lain :

*       Berniatlah dalam hati bahwa apa yang akan kamu lakukan tersebut
sebagai dasar untuk mengikuti kewajiban yang diperintahkan oleh Allah.
Dengan demikian segala yang dilakukan selama itu akan mendapatkan pahala
meskipun kelihatannya cuma menuruti kesenangan belaka. Dan niscaya Allah
akan memberinya pahala dan memberkatinya dengan anak yang baik dan sholih.
*       Berbuatlah yang sesopan-sopannya dalam bersenggama. Meskipun suami
dan istri dapt berbuat apa saja menurut seleranya, akan tetapi hendaklah
diingat bahwa sannya tujuan bersenggama yang terpenting adalah agar
memperoleh keturunan yang baik. Dan tujuan itu akan berhasil-Insya Allah
jika persenggamahan itu dilakukan dengan baik dan sopan. Salah satu
kesopanan yang harus dilakukan adalah jangan melakukan senggama dengan
telanjang bulat.
*       Supaya dihindari melihat aurat antara keduanya. Tindakan ini selain
untuk menjaga kesopanan juga dimaksudkan untuk menghindari berbagai hal yang
bisa menimbulkan efek negatif. Misalnya antara lain :
                a)      Bisa menimbulkan rangsangan yang begitu hebat,
sehingga hubungan kelamin tidak bisa berjalan lama sesuai dengan yang
dikehendaki. Akibatnya diantara keduanya ada yang merasa tidak puas. Tidak
adanya kepuasan salah satu dari keduanya bisa menimbulkan kekcewaan yang
dapat mengganggu keharmonisan suami istri.
                b)      Mungkin bisa mengendorkan syahwat salah satu
daripadanya, jika auratnya ada cacat yang malu untuk dilihat. Maka ras malu
itu bisa mengendorkan syahwat, dan tentu saja hal ini akan mengganggu
hubungan kelamin antara keduanya.
                c)      Ada yang mengatakan bahwa melihat liang fardji
(kemaluan wanita) bisa menimbulkan kebutaan. Meskipun hal itubelum
dibuktikan kebenaran ilmiahnya, namunsebaiknya perbuatan itu dihindari demi
menjaga kesopanan bersenggama.
*       Bacalah Basmalah sekaligus do'anya ketika akan mendatangi istri. Ini
penting artinya sebagai realisasi niat yang baik, dimana tidak ada
perkerjaan yang sempurna kecuali jika dimulai dangan mengucapkan Asma Allah.
Oleh sebab itu senggama yang dilakukan oleh suami dan istri supaya didahului
dengan menyebut Asma Allah.
*       Hindari hubungan kelamin dengan istri yang baru haidh. Larangan ini
bukan sekedar untuk menjaga kesopanan, akan tetapi ditinjau dari segi
kesehatan memang benar- benar adanya. Sebab pada saat wanita haidh, wanita
banyak emngeluarkan darah dari liang peranakan melalui liang vagina. Pada
saat itu kesehatan wanita menurun, daerah liang vagina menjadi rawan dan
mudah terkena bakteri. Sehingga bila terjadi hubungan kelamin maka
dikhawatikan bahwa liang vagina akan akan terkena bakteri yang menempel pada
batang kemaluan (penis).
*       Hindari menceritakan segala yang telah terjadi pada saat hubungan
kelamin kepada orang lain. Perbuatan ini sangat tercela dan dilarang oleh
agama. Dilihat dari segi etika dan sopan santun, hal itu sangat memalukan
dan menjijikkan. Larangan ini tiada lain adalah untuk menjaga keutuhan hidup
suami dan istri.
*       Sebaiknya lakukanlah persenggamaan dalam keadaan suci dari hadast.
Yaitu hendaknya dilakukan setelah keduanya berwudhu lebih dahulu. Sebab
dalam keadaan suci, maka persenggamaan akan berjalan lebih baik dan
dijauhkan dari gangguan syaitan.
*       Setelah selesai bersenggama, supaya keduanya melakukan madi janabah.
Yaitu mandi seluruh tubuh dengan niat menghilangkan hadast besar. Selain
untuk menjaga kebersihan juga memiliki faedahbesar untuk mengembalikan
tenaga yang telah terkuras habis pada saay bersenggama.

Demikianlah cara-cara melakukan Senggama antara dua manusia.

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Fina




----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke