Hakikat Sebuah Rumah Tangga II
Tujuan Hidup Rumah Tangga
Salah satu pokok yang sangat penting dalam kehidupan manusia yang harus
mendapatkan perhatian serius baik oleh agama maupun negara adalah rumah
tangga. Pembangunan manusia seutuhnya tidak akan berhasil dan hanya akan
menjadi slogan yang mati bilamana perhatian terhadap rumah tangga diabaikan.
Kedudukan rumah tangga dalam masyarakat dan negara sangat penting sekali.
Menegakkan rumah tangga berarti membangun sendi dan dasar negara. Bilamana
rumah tangga - rumah tangga didalam suatu negara itu berjalan dengan baik,
teratur dan stabil dan yang selalu diliputi oleh rasa kasih sayang antara
anggota keluarga itu pasti juga akan memperkokoh kestabilan hidup suatu
negara serta akan memperlancar usaha mencapai sebuah negara yang adil,
makmur dan sejahtera - " BALDATUL THOYYIBATUL WA ROBBUL GHOFUR ".
Agama Islam sangat besar perhatiannya terhadap rumah tangga. Oleh karena itu
dalam agama Islam rumah tangga bukan merupakan masalah perseorangan,
melainkan lebih luas lagi yang menyangkut masalah masyarakat dan negara.
Pernikahan didalam agama Islam dianggap sebagai suatu kewajiban yang pasti,
dan yang tidak boleh diabaikan. Orang yang mengabaikan pernikahan tentu akan
mendapat celaan keras dari masyarakat Islam bahkan dikutuk oleh agama Islam.
Dari beberapa uraian dan komentar mengenai rumah tangga maka tidak satupun
ada yang memperkecil arti sebuah rumah tangga. Rumah tangga merupakan
problem utama dalam kehidupan manusia. Sehingga karena demikian pentingnya
kedudukan rumah tangga bagi kehidupan seseorang, masyarakat dan negara, maka
bagi orang yang ingin membangun sebuah rumah tangga haruslah lebih
mengetahui terlebih dahulu apa tujuan sebenarnya dari sebuah rumah tangga.
Untuk itu jangan asal melangkah tanpa mengetahui terlebih duhulu arah dan
tujuannya. Jangan hanya menikah karena ingin menuruti hawa nafsu, dengan
hanya tertarik pada wajah yang ganteng atau cantik bak bulan purnama. Resapi
dulu apa tujuan dari sebuah pernikahan dan hidup berumah tangga itu. Sebab
ketidak mengertian seseorang akan tujuan hidup berumah tangga dan membina
sebuah keluarga akan menyebabkan rumah tangganya menjadi oleng dan goyahlah
bahtera kehidupan keluarganya.
Keluarga bukan merupakan tempat untuk sekedar berkumpul antara suami dan
istri untuk bisa melampiaskan hawa nafsu seksualnya secara sah, melainkan
didalamnya mnegandung tanggung jawab dan amanat yang sangat besar dari Allah
SWT yang perlu dijaga dan dipelihara keutuhannya. Dalam arti kata sebuah
rumah tangga itu harus benar-benar dikemudikan dengan hati-hati sesuai
dengan tuntunan dan ajaran agama Islam yang tentunya telah tertuang didalam
hadist dan Al Qur'an dimana dalam hal ini para ulama yang arif lagi
bijaksana telah menjabarkannya dengan jelas, teliti dan berhati-hati.
Lalu apakah tujuan dari hidup berumah tangga itu ?. Sebagaimana yang telah
kita ketahui didalam Al-Qur'an dan Hadist atau yang telah kita hayati dan
kita resapi arti dari sebuah rumah tangga, maka tujuan rumah tangga dapat
diklasifikasikan sebagai berikut, antara lain :
1. Memperoleh Ketenangan Hidup
Bila diperhatikan secara seksama perbedaan antara orang yang sudah
berumah tangga dengan orang yang belum berumah tangga, maka akan terlihat
bahwa kehidupan orang yang telah berumah tangga itu menjadi jauh lebih
tenang. Orang bujangan dalam tingkah lakunya sehari-hari kelihatan tidak
teratur dan tidak menentu. Orang bujangan akan merasa tidak tenang dan mudah
terangsang daya seksuilnya. Dia merasa terhalang didalam menyalurkan libido
seksuilnya secara sah dan terhormat. Dia akan lebih tertekan batinnya bila
pada suatu saat berpapasan dengan seorang wanita yang cantik. Suatu misal
suatu hari dia bertemu dengan Fatimah yang sangat cantik, kemudian dia
merindukan dan ingin mencintai Fatimah, akan tetapi dilain hari dia kembali
bertemu dengan Zahro yang kecantikannya melebihi Fatimah, maka cintanya akan
selalu berpindah-pindah dan tidak menentu. Maka akan selalu timbul
keragu-raguan pada dirinya setiap kali dia bertemu dengan seorang wanita
yang jauh lebih cantik dari yang pernah ia temui sebelumnya. Dan dia akan
menjadi sangat bingung dan bimbang didalam menentukan dengan siapa dia akan
menikah.
Orang bujangan bila pada suatu saat mengalami persoalan hidup, maka
dia tidak dapat memecahkan masalahnya sendiri. Dia pasti akan merasa bingung
dengan siapa dia harus berbagi dan bertukar fikiran untuk dapat
bermusyawarah. Jika tidak memiliki seorang teman yang bisa diajak
bermusyawarah pastilah orang yang lebih baik bisa diajak bermusyawarah
satu-satunya adalah istri, sebab dengannyalah semua persoalan hidup dapat
dihadapi dan dipecahkan bersama-sama.
Dan sebagai mana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ruum
ayat 21 yang artinya sebagai berikut :
" Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah diciptakan-Nya
untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih dan sayang :
(QS. Ar-Ruum : 21)
2. Memperoleh Kebahagiaan Hidup
Memang lapangan untuk memperoleh kebahagiaan itu banyak sekali. Ada
orang yang merasa bahagia karena berhasil memperoleh kekayaan yang berlimpah
ruah. Ada yang merasa bahagia karena memperoleh kemasyhuran karena
penemuannya, ada yang bahagia karena pangkatnya dan lain-lain. Yang
merupakan lapangan kebahagiaan dalam hidup adalah didalam rumah tangga yang
harmonis, Rasulullah menyebut ini dengan kata " BAITI JANNATI ". Kebahagiaan
dalam hidup berumah tangga itu mempunyai ciri tersendiri. Sebab didalamnya
mengandung berbagai macam kebahagiaan baik lahir maupun batin. Keistimewaan
itu tentunya dapat dimaklumi karena kebahagiaan rumah tangga itu timbul
berdasarkan " Mawaddah Wa Rachmah ", kasih sayang yang terjalin antara suami
dan istri.
Begitulah kebahagiaan dalam rumah tangga juga sangat bermacam-macam,
yang dapat dirasakan berkat pergaulan antar anggota rumah tangga dalam
jalinan cinta dan kasih sayang yang ada diantara mereka. Apalagi bila kita
melihat semua anggota keluarga dapat menjadi manusia yang sholich dan
melihat kepatuhan dan ketaatan anak dan istri yang benar-benar tulus membuat
hati dan jiwa kita damai dan dingin ada bersama ditengah-tengah mereka/
keluarga.
3. Memperoleh Keturunan
Setelah orang berumah tangga, satu hal yang pertama diidam-idamkan,
yaitu agar dikaruniai keturunan/ anak yang sholih dan sholihah. Dapat
mempunyai anak merupakan dambaan bagi setiap pasangan suami dan istri. Suami
istri yang telah lama menikah, namun belum juga dikaruniai seorang anak,
hatinya akan menjadi sangat gundah. Berbagai keragu-raguan datang
bertubi-tubi mengganggu pikirannya. Mungkin suaminya menyesal sehingga
terpaksa menikah lagi dengan harapan nantinya dapat mempunyai keturunan dari
istrinya yang baru. Begitu pula suami yang merasa dirinya mandul, selalu
khawatir jika istrinya meminta cerai atau berbuat serong hanya karena ingin
mempunyai seorang anak, dan lain sebagainya.
Lebih dari itu yang sangat terasa bagi suami istri adalah
kelengangan dalam rumah tangga. Didalam rumah tangga akan terasa hampa dan
sepi tanpa kehadiran seorang anak. Tawa, tangis dan rengekan anak memiliki
pengaruh tersendiri dalam sebuah keluarga. Dan justru yang demikian itulah
yang bisa menambah kesemarakan hidup dan dapat mempererat jalinan cinta dan
kasih sayang antara suami dan istri.
Anak merupakan bunga keluarga, buah hati orang tua dan pelipur lara
dikala duka. Anak jualah ang bisa mempererat tali rumah tangga dikala
terjadi keretakan. Ya, pendek kata anak didalam sebuah rumah tangga sangat
diharapkan kehadirannya. Dialah tempat bergantung orang tua dikala tua dan
mendo'akannya setelah mati. Dia pulalah yang akan menjadi penerus keturunan
keluarga. Rasulullah dalam satu hadist pernah berkata bahwa kita dianjurkan
untuk menikah dengan seorang wanita yang mempunyai rasa kasih sayang dan
banyak anak. Ini berarti bahwa memang pernikahan yang membentuk rumah tangga
itu dimaksudkan agar orang dapat memperoleh keturunan.
4. Memperoleh Kekayaan.
Seorang bujangan kiranya amat sukar untuk dapat menghimpun kekayaan.
Biasanya para bujangan itu adalah pemboros, yang tidak dapat menghemat
penghasilannya yang telah ia peroleh. Beberapa saat saja apa yang telah
diperolehnya tersebut menjadi habis digunakan untuk bersenang-senang. Hal
ini bisa dimaklumi karena memang seorang bujangan itu belum memiliki
tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya. Jadi semangat untuk menabung
menjadi tidak ada. Padahal boros dalam agama Islam sangat dilarang. Bahkan
para pemboros dapat digolongkan sebagai kawan-kawan syaithon. Karena itulah
Islam menganjurkan kepada ummatnya agar menyegerakan untuk membina sebuah
rumah tangga dengan maksud dapat menghimpun kekayaan dari penghasilan yang
diperolehnya.
Kiranya tidaklah berlebihan bila ada orang mengatakan
(berpropaganda) : bahwa " Menikahlah jika kamu ingin kaya ! " Propaganda itu
bukan tidak ada dasarnya.
Semoga bisa bermanfaat bagi kehidupan saya pada khususnya dan kita
semua pada umumnya baik dikehidupan kita dimasa sekarang mapun dimasa yang
akan datang.
Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Fina
32-343-416473
----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]