Salam buat Ken,
Tolong sabar dengan bahasa saya kalau kurang lancar. Saya seorang
Ingris selama enam tahun di Indonesia, barusan pulang ke Ingris.
Benar ada banyak korupsi di Indonesia, lebih dari mereka di atas
daripada di bawah. Didalam keadaan mereka, tukang becak, kuli dan lain�
harus ada lebih disciplin, mungkin dari hal tidak ada banyak kesempatan juga
di kampung lebih berhaya.
Saya baru jadi korban perempuan Indonesia, istri siri saya. Dia tidak
bisa puas dengan uang saya, cukup banyak untuk Indonesia. Dia bohong banyak
untuk dapat semua milik saya, terus buang saya, pasti untuk cari yang lebih
kaya. Kasihan siapa calon saumi dia lagi. Pribadi dan umum, pecinta uang
menang. Kalau kamu pernah baca Nova, dia masuk tentang 'kasus hidung'.
Bagaimana semua bisa rubah? Tidak tahu, terlalu dalam sifat orang�
begitu.
Salam Adrian
----- Original Message -----
From: "KEN" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 08, 2001 2:49 PM
Subject: Re: [love] Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang
> At 04:39 PM 10/7/2001 +0700, you wrote:
>
> >kita berpendapat, yang namanya kekayaan dan kesuksesan itu hanya milik
> >beberapa gelintir saja oleh, apa yang mereka namakan, "para konglomerat".
> >Dulu mereka dianggap sukses dan kaya. Lha sekarang, diuber polisi, debt
> >kolektor, dan hartanya disita jaminkan. Betul sekali roda sedang
berputar.
> >Jadi "kaya" dan "sukses" itu relatif sekali karena dibatasi oleh jarak
dan
> >waktu.
>
> betul sekali
> kaya dan sukses itu relatif
> tapi itu juga tergantung pada pribadi orang masing-masing
> ada para konglomerat tapi hartanya diperoleh dari jalan sesat misal judi
> ato jualan narkoba atau apalah
> nah orang semacam itu kekayaannya hanya bersifat sementara
> suatu saat dia akan diusut oleh penegak hukum, hartanya disita, dan
sebagainya
> lain kalo konglomerat yang kekayaannya diperoleh dengan cara halal, suka
> menyumbang, de el el...
> seumur hidupnya pasti tenteram
> tapi sekarang ini masalah di negara kita memang lagi ruwet
> mana ada konglomerat yang nggak korupsi, yang membedakan cuman berapa
> banyak yang dikorupsi
> ada yang korupsi sedikit tapi masih dalam batas wajar, ada juga yang ber
> miliar-miliaran
> yang paling memprihatinkan, para penegak hukum sendiri (oknum) juga
> ikut-ikutan bermain-main dengan uang
> yah..semoga hal semacam ini secepatnya bisa dihilangkan , pertanyaannya
> adalah "sampai kapan ???? "
>
> bagaimana menurut anda ?
>
> KEN
>
>
> >----
> >To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> >To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> >Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> ----
> To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]