Ini saya sedang merenung-renungi apa yang sudah saya lakukan ke seorang
cewek beberapa hari yang lalu. Saya mikir, saya ini bijak atau sinis atau apa ?
Saya minta pendapat.
Gini, ... ada cewek yang dengan satu lain hal akhirnya harus kerja deket
dengan gue untuk beberapa hari ini. Cewek ini untuk ukuran normal cowok
saya yakin pasti akan dibilang cantik. ... Nggak peduli cantik atau enggak,
yang namanya kerja ya tetep harus jalan .. dan saya emang nggak menjadikan
cantik enggaknya seseorang sebagai variabel penentu sikap dan tingkah
laku saya ke seseorang.
Masalahnya adalah .. entah karena mungkin dia itu sadar dirinya cantik
atau gimana, tapi kok gue nggak nyaman kerja dengan dia. Sepertinya dia
kok menghindari ngobrol yang intensif-subyektif dengan gue. Semacam,
tanya pendapat tentang sesuatu, sukanya apa, kalau senggang ngapain,
... dsb. Bukan hanya dia kerasa agak menghindar secara verbal, tapi juga
dari tingkah lakunya kok seperti "berjarak" terus.
Gue lalu ambil pikiran simpel aja, yaitu apa mungkin ya ini cewek takut kalo
gue suka sama dia ? Apa dia takut gue jatuh cinta sama dia ?
Akhirnya gue secara frontal ajak dia ngobrol face-to-face, yang intinya
adalah gue itu ingin kerja dengan dia itu ada hubungan manusiawinya,
tapi untuk itu gue nggak akan sampe jatuh cinta ke dia.
[kasarnya sih, .. eh, gue tuh nggak akan jatuh cinta ke elu, enggak !]
Dia serius banget ngedengerin gue ... gue tanya apa dia ngerti,
dia ngangguk. Tapi udahnya .. dan sampe hari ini gue belum melihat
perbedaan yang signifikan. Apalagi malah gue harus kerja yang rada jauh
dari dia sesudah itu.
Pertanyaan gue, .. sebenarnya bijaksana nggak sih gue udah ngomong
gitu ? Apakah omongan gue itu bisa diartikan sinis ?
Khusus buat cewek, ... apakah bener kadang cewek itu bisa takut disukai ?
Takut dijatuhcintai ?

Tom



----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke