Namo Buddhaya, Selama ini konsep yang berkembang dalam kalangan buddhist adalah umat yang menghidupi vihara,... saya pikir sudah saatnya konsep ini harus dirubah. Konsep tersebut harus di-replace dengan sebuah konsep baru yakni vihara yang menghidupi umat.
Apakah artinya umat bergantung hidup pada vihara? Tentu saja bukan demikian yang saya maksudkan. Selama ini kita selalu memberi batas pemisah (walau tidak kelihatan) antara apa yang disebut vihara dan apa yang disebut umat. Vihara itu lebih cenderung adalah orang-orang di yayasan tersebut yang disantuni oleh umat. Konsep ini kiranya perlu ditinjau kembali karena vihara sesungguhnya haruslah tidak lain adalah umat-umat tersebut. Vihara perlu menjadi pengayom bagi umat, tidak lagi menjadi ayoman umat. Kalau umat Buddha banyak sekali, mungkin konsep umat sebagai pengayom masih bisa dijalankan, tapi dalam kondisi yang sebaliknya, maka konsep ini juga harus dibalik. Vihara harus memulai upaya bagaimana memberdayakan umat dan membantu umat. Vihara harus mulai berhenti menerima "ikan" dari umat, tapi sebaliknya vihara memberikan "kail" kepada umatnya. Vihara tidaklah harus hanya menjadi tempat ritual saja, tetapi vihara perlu dikembangkan juga menjadi tempat umat belajar dan bekerja.... Contoh paling sederhana misalnya dengan mendirikan koperasi... dan yang sejenisnya... teknisnya seperti apa dan konsep riilnya seperti apa ... perlu dipikirkan dan dimatangkan... Kalau umat nantinya bisa mendapat manfaat lebih dari vihara,... terutama dari segi finansial dan ekonomi... tentu berdana ke vihara bukan lagi menjadi suatu beban bagi umat yang kurang mampu. Saya pikir ini sekaligus menjadi solusi yang baik ... daripada menggunakan berbagai cara agar umat berdana. Mungkin para cendekia buddhist bisa membantu merumuskan hal ini. Mettacettana, Abin Nagasena http://nagasena.blogspot.com HERIE ONG wrote: >Dear All, > >Begini, cetiya kami berada diperkampungan, yang umatnya hanya dari daerah >sekitarnya saja. >Kebanyakan umat pekerjaannya hanya sebagai petani, sehingga mereka hidupnya >pas-pasan. > >Yang menjadi kendala sekarang adalah biaya operasional lebih besar dengan dana >yang masuk ke kas. Karena selama ini kami hanya mengandalkan dana paramita >tiap minggu. >Contohnya, untuk bayar PLN saja pas-pasan. > >Salah satu cara yang akan kami lakukan untuk menambah uang kas adalah mengisi >acara di perayaan-perayaan vihara, dengan cara membuka stan, menjual aksesoris >buddhis, buku, dupa, kaset, kaos dll. Itu pun barangnya pinjam dari vihara >lain. > >Oleh karena itu, kami ingin rekan-rekan bisa memberikan ide-ide untuk membantu >perkembangan Buddha Dharma dicetiya kami. > > >Metta, >Herie > ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
