Namo Amitofo,
 
Sdr Siwu, saya mau nanya setelah terlahir di alam Sukhavati, dan melatih diri 
di sana. apakah sudah mencapai ke"Buddhaan" atau belum? 
 
Amitofo,
 
Tan Husin

siwu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Namo Amituofo,

Beberapa saat yang lalu ada seorang bro sms ke saya menyarankan untuk
membabarkan tentang tingkat-tingkat pencapaian dalam Nian Fo
(pelafalan nama Buddha).

Selain itu, beberapa minggu terakhir ini juga ada kiriman terjemahan
artikel mengenai dasar etika dan penerapan dalam ajaran Sukhavati dari
seorang bro kepada saya.

Dua hal ini akhirnya membentuk suatu gabungan yang membuka mata saya
akan makna ajaran dan penerapan dalam Sukhavati. Hehe, 20 tahun sudah
saya menerima Trisarana dan menjadi praktisi Sukhavati, tetapi selama
ini mata saya masih belum terbuka.

Tahap-tahap pencapaian dalam Nian Fo sangat sederhana, dengan kata
lain juga tidak terlepas dari Samatha Bhavana dan Vipassana Bhavana.
Tetapi sebetulnya lebih tepat bila dikatakan tahapan-tahapan dalam
praktik Sukhavati, bukan tahapan dalam Nian Fo. Untuk lebih jelasnya
adalah sebagai berikut:

1. Nian Fo – Melafalkan Nama Buddha.
Merupakan pengembangan batin yang bertujuan memusatkan pikiran pada
obyek Buddha Amitabha agar pikiran tidak berkeliaran kesana kemari.
Hasil dari Nian Fo ini adalah yang disebut Yi Xin Bu Loan (Satu
Pikiran dan Tidak Kacau). Mencapai Yi Xin Bu Loan mungkin masih tidak
terlalu sulit, tetapi menghilangkan rintangan-rintangan batin secara
keseluruhan, ini masih belum tercapai dalam Nian Fo.

Nian Fo merupakan ajaran yang berkembang luas setelah era Patriak ke-2
Sukhavati yakni Master Shan-dao. Sebelum itu, selain Nian Fo, dikenal
pula Guan Xiang – membayangkan (visualisasi) bentuk rupa Buddha
Amitabha. Cara ini lebih sulit dibanding Nian Fo, karena itu di
kemudian hari sangat jarang praktisi Sukhavati yang menerapkan metode
ini. Metode Nian Fo jauh lebih praktis dan mengena karena cukup
melafalkan dengan sadar dalam hati, mengucapkan dengan jelas melalui
mulut, dan mendengarkan dengan seksama melalui telinga. Dengan
demikian, kita bisa melafalkan dan mendengarkan dengan jelas setiap
kata "Amituofo" (Amitabha) yang kita lakukan. Inilah yang dinamakan Yi
Xin (satu pikiran), atau dengan bahasa awam adalah konsentrasi.

Tetapi berhasil mencapai konsentrasi bukan berarti bisa mempertahankan
konsentrasi itu. Dengan kata lain, mereka yang telah benar-benar
berhasil dalam Nian Fo, meskipun menghadapi perubahan yang
bagaimanapun juga, pikirannya tetap terpusat dan tidak terganggu.
Inilah Yi Xin Bu Loan.

Dari uraian di atas, bukankah Nian Fo ini merupakan salah satu obyek
dalam metode Samatha Bhavana?

2. Yi Fo – Mengingat Buddha
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa praktik dalam ajaran Sukhavati
bukan sekedar Nian Fo saja. Selanjutnya adalah Yi Fo. Yi Fo sekilas
tampak mirip seperti Nian Fo, juga merupakan pelafalan secara pikiran,
tetapi tidak dikeluarkan melalui mulut. Namun, bukan hanya berhenti
sampai di situ. Yi Fo adalah pikiran yang melafalkan, pikiran juga
yang mendengarkan.

Seperti arti sebutannya, Yi Fo adalah mengingat Buddha. Jadi dalam
setiap perbuatan yang kita lakukan (jasmani, ucapan, pikiran),
semuanya merupakan bagian dari Buddha. Saat happy, dengan mengingat
akan Buddha maka kegembiraan kita tidak akan keluar dari jalur.
Demikian pula ketika sesuatu yang tidak menyenangkan itu datang
menghampiri kita. Dengan kata lain, Yi Fo ini bertujuan menjaga agar
kita selalu waspada dan sadar berada dalam jalan tengah.

Akankah obyek luar dapat mempengaruhi kewaspadaan kita kalau sadar
bahwa semua fenomena adalah tidak kekal, hanya tubuh Dharma Buddha
yang senantiasa bersama dengan kita? Dengan mencapai Yi Fo ini, segala
perbuatan kita hanya satu tujuan, yakni senantiasa sadar akan
kemuliaan Buddha dan menerapkan Dharma yang indah bagi kebahagiaan
semua makhluk. Bukankah ini tidak berbeda dengan tujuan Vipassana
Bhavana?

Dengan kata lain, Nian Fo yang mengembangkan ketenangan dan
keterpusatan pikiran (Samatha) merupakan salah satu keadaan yang
diperlukan untuk mengembangkan Yi Fo yang merupakan bagian dari
pandangan kebijaksanaan (Vipassana).

Tentu saja Nian Fo dan Yi Fo bisa dikembangkan secara bersama-sama
atau bergantian, seperti halnya Samatha dan Vipassana.

3. Shi Xiang Nian Fo – Pelafalan Buddha Wujud Sejati
Ini adalah kondisi tertinggi, keadaan yang abstrak dan tidak bisa
dijelaskan dalam kata-kata. Tidak melafalkan nama Buddha, tidak
mengingat Buddha, tetapi setiap pikiran adalah Buddha. Setiap pikiran
kita telah bersatu dengan Buddha. Inilah kondisi pencapaian Nirvana
(Nibbana).

Dua tahapan awal, yakni Nian Fo dan Yi Fo, adalah kondisi untuk
terlahir di Alam Sukhavati, sedang Shi Xiang Nian Fo adalah kondisi
yang tercapai setelah terlahir di Alam Sukhavati. Ibaratnya orang
belajar kungfu, untuk menjadi jago kungfu maka bertekad belajar ke
Shaolin. Tetapi untuk mencapai Shaolin, kita sendiri harus memiliki
stamina, semangat dan petunjuk perjalanan menuju ke Shaolin, inilah
yang kita namakan Nian Fo, Yi Fo dan ajaran metode Sukhavati. Sesampai
di Shaolin, kita belajar keras di bawah bimbingan master-master kungfu
dan pimpinan vihara (ibaratnya para suciwan dan Amitabha di Alam
Sukhavati).

Meski berlatih di bawah master kungfu, tetapi karena kita tidak terjun
langsung dalam pertarungan hidup mati seperti layaknya dunia
persilatan yang keras dan kotor (curang, licik dsb), sehingga bisa
saja kemajuan kita lebih lambat dibanding para pendekar yang
memperdalam ilmu mereka langsung di kancah dunia rimba hijau. Demikian
pula kemajuan para praktisi Sukhavati bisa lebih lambat dibanding para
siswa Buddha lain yang bertekad untuk tetap berlatih di dunia Saha
yang kotor ini. Tetapi pernahkah membayangkan, berapa banyak pendekar
yang benar-benar berhasil di dunia persilatan dengan tanpa dibimbing
oleh para master kungfu Shaolin? Ternyata banyak di antara mereka yang
tumbang sebelum menjadi pendekar kawakan.

Inilah makna munculnya ajaran Sukhavati. Daripada tumbang sebelum
berhasil menjadi pendekar penyelamat dunia, para praktisi Sukhavati
lebih memilih berlatih lebih dahulu di Shaolin (Alam Sukhavati
Amitabha). Di sana mencapai kondisi She Xiang Nian Fo dan kembali ke
dunia Saha untuk membimbing para makhluknya.

Inilah sekilas tentang tahapan dan tujuan Sukhavati.

Mungkin ada yang mengatakan: "Ah, Amitabha itu kan hanya mitos." Kalau
berbicara tentang hal ini, terus terang saya juga tidak tahu
kebenarannya, karena tingkatan saya belum setinggi itu. Selain itu,
kalau berdebat tentang hal ini sama saja dengan debat kusir antar umat
beragama yang mengatakan agamanya sendiri yang benar. Jadi, terlepas
dari Amitabha itu mitos atau riil, saya hanya melihat tidak ada
keburukan dalam ajaran Sukhavati. Para praktisi Sukhavati tetap
menjunjung tinggi Sakyamuni sebagai Guru Tertinggi, menerapkan
kebajikan, menghormati orang tua dan para guru, menjunjung penerapan
Sila, melaksanakan pelatihan konsentrasi, mengembangkan kebijaksanaan,
meningkatkan tekad Bodhisattva, bahkan setiap saat menyambut akhir
kehidupan ini dengan pelafalan nama Buddha dan perenungan akan
ketenangan serta kemurnian tanah Buddha.

Akhir kata, semua kembali pada tekad kita masing-masing. Setelah
mencapai Shi Xiang Nian Fo, tak ada lagi perbedaan di antara kita.

Kembangkan Bodhicita, Babarkan Dharma dan Berikan Manfaat bagi Semua
Makhluk – Fa Bu Ti Xin, Hong Fa Li Sheng
Amituofo,
siwu



** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links





__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke