To : Saudara-saudara umat Buddhist
   
  Namo Amitofo,
   
  Sori, ikut nimbrung. Saya adalah seorang vegetarian. Dan baru hampir 4 tahun.
  Setahu saya kita bervegetarian selain untuk kesehatan tapi juga untuk 
memelihara dan memupuk rasa welas asih (compassion) yang ada pada semua mahkluk 
hidup.
  Kalau vegetarian untuk mencapai kesucian, apakah sapi, kerbau , kambing dan 
semua hewan herbivora lainnya yang memakan tumbuh-tumbuhan sudah berarti sudah 
mencapai kesucian? Menurut saya tidak.
  Dan saya juga tidak mengatakan bahwa saya yang vegetarian lebih suci dari 
orang yang non vegetarian. 
Saya sangat mendukung seseorang untuk vegetarian. Selain untuk masalah 
kesehatan juga memutuskan jodoh yang tidak baik dengan makhluk yang kita makan 
dagingnya. ( Maaf kalau saya ada kesalahan dalam pernyataan ini).
  Amitofo.
   
  Tan Husin
  

siwu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Vegetarian atau tidak, itu berpulang pada TEKAD masing-masing.

Memang hidup di dunia ini sulit untuk tidak terkait sama sekali dengan
kematian makhluk lain, seperti yang dituturkan Bro Peace Man.

Diskusi begitu panjang lebar selama ini, semestinya topik ini muncul dari
ucapan: vegetarian untuk mencapai kesucian. Karena itu, semestinya kita
definisikan dulu apa itu kesucian. Kalau untuk mencapai kesucian
Arahat, vegetarian bukan merupakan keharusan.

Berbicara tentang vegetarian dalam Mahayana, memang asal mula munculnya
perilaku vegetarian di kalangan bhiksu Tiongkok adalah sejak zaman Kaisar
Liang Wu Di (Liang U Ti), tetapi ini bukan acuan sebenarnya. Acuan
sebenarnya dari vegan ini adalah Sila Bodhisattva. Ini pulalah salah satu
perbedaan utama antara Mahayana dan Theravada. Singkatnya, setiap bhiksu
Mahayana selain menerima Sila Kebhiksuan, juga menerima Sila Bodhisattva
yang di dalamnya ada pernyataan tekad tidak memakan makanan berjiwa.

Jadi kembali yang kita katakan di atas, vegetarian adalah pernyataan tekad,
atau bisa pula dikatakan pernyataan ketulusan dalam menempuh jalan
Bodhisattva yang SALAH SATUNYA diterapkan dalam bentuk vegetarian. Ini pula
yang kita kenal sebagai pernyataan rasa welas asih terhadap semua makhluk.

Kalau di kemudian hari berkembang banyaknya pemakaian pestisida, itu adalah
perkembangan zaman yang sudah tentu beda kondisi antara zaman kini dengan
zaman dahulu. Seperti halnya perbedaan sistem ternak hewan zaman dulu dengan
sekarang. Lihat bagaimana menderitanya para ayam ataupun lembu zaman modern
yang disuntik bahan-bahan kimia agar cepat berkembang, bertelur ataupun
menghasilkan susu demi gizi kita. Apa kita para pemakan daging juga tidak
berperan serta, meski secara tidak langsung, dalam pembentukan penderitaan
para ternak ini? Jadi, ini bukan masalah murni pertanggungjawaban, melainkan
inilah karma bersama kita sehingga hidup di zaman seperti saat ini.

Vegan atau tidak, itu bukan masalah penting, yang pasti dan penting adalah
kita tidak melakukan pembunuhan langsung. Ini sama seperti halnya
Bodhisattva yang mengorbankan tubuhnya menjadi makanan harimau agar harimau
kecil tidak menjadi bahan santapan harimau dewasa. Apa memang haru berkorban
seperti itu? Atau bermaknakah pengorbanan seperti itu, khususnya berkorban
demi binatang buas? Hehe, ini kembali kepada TEKAD kita masing-masing. Jalan
ke Roma kan tidak hanya satu, demikian kata orang dulu.

Hehe yang terakhir, Bro Abin gak anti vegetarian kok, cuma mau kita lebih
dewasa dalam melihat permasalahan vegan ini, bukan hanya sekedar mengikuti
kata orang atau tulisan dalam buku secara membabi buta.

Vegan kan juga pernyataan kepada lingkungan sekitar kita bahwa kita adalah
umat Buddha yang menyayangi semua makhluk, terlepas entah demi "kesucian",
kesehatan, pengurangan emosi, pengurangan nafsu seksual dsb.

Terakhir, saya sendiri sebagai penganut Mahayana, selama ini kok merasa
belum pernah menemukan ucapan vegan demi mencapai kesucian. Atau ini masalah
alih bahasa? Atau saya yang salah ingat? Kalau mengatakan, menambah kekuatan
mantra dengan melakukan vegan, ini sih saya pernah baca. Tapi kenapa
mantranya kok tambah dahsyat? Apa karena vegannya? Ini lebih tepat kalau
dikatakan karena kuatnya konsentrasi dan ketulusan kita. Tapi tulus di sini
juga berpulang pada diri kita sendiri lho. Tepatnya, kalau kita setuju
dengan vegan, ya lakukan vegan; kalau bukan penganut vegan, ya tidak harus
vegan dalam membaca mantra.

Salam, siwu


On 12/6/05, safira luiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Jelas sedikit beda Man,
>
> Banyak binatang yang terbunuh dalam setiap proses
> kehidupan memang itu sebuah kenyataan. Apapun yang
> kita makan, disitu jelas telah mengandung banyak
> kematian didalammya, entah itu di sengaja atau tidak
> disengaja.
>
> Pada saat duduk, tidur dan jalan, kita pun tanpa
> sengaja sudah membunuh. Masalahnya bukan disitu.
>
> Menurutku, kalau aku dihadapkan pada pilihan maka aku
> memilih untuk "TIDAK", SEMAMPU ku, Kalau aku mampu
> melihat virus, kuman, semut dengan mata kepalaku
> sendiri, mungkin aku memilih tidak kalau memang ada
> pilihan disana. So the point is, aku hanya
> mengkondisikan yang ada dulu dihadapanku. Klo bisa
> dihindari ya hindari, klo tidak bisa ya tidak apa apa.
>
> Kalau kita mau bilang this and that too much, so kapan
> kita mulai actionnya. Simple aja.
>
> So semua terpulang pada diri sendiri, jika masih belum
> bisa ya tak apa apa, klo bisa sungguh baik. Semua
> butuh waktu dan proses. Jangan terlalu dipikirkan. One
> day sering waktu berjalan, masing masing dari kita
> akan menemukannya sendiri.
>
> Peace Man,
>
>
> --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Apa gak mikir juga bahwa semakin banyak pemakan
> > vegetarian, maka semakin
> > banyak binatang yang terbunuh dalam proses
> > pembajakan sawah, pencangkulan
> > kebun, dan lain sebagainya.
> > Sama saja....
> > Semua proses itu membunuh banyak makhluk.
> > Belum lagi penggunaan pestisida.
> > Jadi kalau bicara pertanggungjawaban tidak
> > langsung... sama saja man!
>
>
>
>
>
> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
>
> ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 


    
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS 

    
    Visit your group "MABINDO" on the web.
    
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
    
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 

    
---------------------------------
  

  


                
---------------------------------
 Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less

[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke