Pandangan yang mengatakan segala sesuatu terjadi dalam kehidupan ini hanya karena karma masa lalu saja adalah termasuk suatu pandangan yang salah yg disebut pubbekatahetuditthi. Di dalam kehidupan yg kini, manusia dilahirkan dengan suatu kondisi yg disebut sampatti (bila terlahir dalam kondisi menguntungkan) , misal: rupawan, cerdas, ulet, dikeluarga kaya/bangsawan, dsb; maupun vipatti (bila terlahir dalam kondisi tidak menguntungkan) misal : terlahir cacat, penyakitan, di keluarga miskin, dsb.
Dari beberapa sampatti dan vipatti itu terdapat yg disebut payogasampatti, yaitu kala seseorang memiliki kecerdasasan, kewaspadaan, keuletan, pengetahuan, dsb. Payogasampatti adalah gabungan dari sati (perhatian murni), viriya (semangat) dan nana (pengetahuan). Pengetahuan ini adalah tentang hal-hal yg menuju kepada kebijaksanaan dan cara-cara utk menjalankan kehidupan ini secara benar. Jadi seseorang bisa mengharapkan bahwa karma buruk tidak berbuah dan karma baik yang berbuah apabila memiliki payogasampatti ini. Dengan kata lain, seseorang hendaknya tidak menggantungkan kesejahteraan pada kusala kamma (karma baik) dimasa lampau, namun hendaknya mengandalkan usaha tekun mereka yang dilakukan pada kehidupan sekarang. Payogasampatti menyalurkan kusala kamma masa lampau mengalir ke arah yang benar. Apabila kita berhati-hati, waspada, penuh perhatian, dan mengelola kehidupan ini dengan cara-cara yang sehat dan benar, maka akusala- kamma (karma buruk) yg lemah / minor dapat ditangkal dengan kamma baik yang lebih besar, disini dan sekarang juga. Orang-orang barat yang datang 'menjajah' Indonesia secara ekonomis ini datang dengan segala kelebihan posisi teknologi maupun finansialnya adalah karena mereka sangat cermat, bekerja keras, terampil, cerdas, kritis, serta pintar. Keterampilan mereka rata2 jauh lebih unggul daripada keterampilan rata2 penduduk Indonesia. Dengan penuh perhitungan mereka memperhitungan 4P marketing (product, place, price , promotion) + Timing, secara tepat dan strategik (patirupa desa) untuk usaha mereka karena mereka berpengetahuan luas dan berpengalaman. Dengan demikian itu maka banyaknya payogasampatti, kusala-kamma lampau mereka berkesempatan sangat baik untuk berbuah dan sesuai dengan itu mereka menjadi semakin kaya dan usaha mereka cepat berkembang. Sedangkan orang yg memiliki Payoga-VIpatti, dimana kecemburuan, kedengkian, kemalasan, kesombongan, lemah asa, bodoh, ceroboh; tentu karma2 buruknya akan condong lebih mudah untuk berbuah dalam kehidupan kini dan disini. Oleh karena itu, janganlah menjadi pasif hanya menggantungkan pada karma masa lampau, melainkan jadilah aktif untuk memperluas pengetahuan, menjadikan diri lebih kritis secara benar, dan menjaga kehidupan / keberuntungan yg sudah dimiliki saat sekarang ini dengan penuh rasa syukur. Mudah-mudahan bermanfaat. Salam, Daniel ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
