Anak Delapan Tahun yang Pandai Berdebat

Sariputta dilahirkan di kerajaan Magadha di India selatan, di desa Upatissa, 
dekat ibu kota Rajagaha.

Ayah Sariputta, Vanganta, adalah seorang yang pandai berdebat dan terkenal. 
Sariputta juga dapat berbicara dengan sangat baik walaupun masih muda. 
Ketika ia baru berumur delapan tahun, ia telah terkenal pandai berdebat di 
seluruh kerajaan. Taja sangat menyukai Sariputta. Suatu hari, setelah 
mendengarkan debat Sariputta, raja sangat senang dan gembira, sampai 
kemudian sebuah desa diberi nama Sariputta.

Semua orang di kerajaan memuji kecerdasan dan kecerdikan Sariputta. Bahkan 
ayahnya sering mengatakan bahwa ia tidak sehebat putranya. Lucunya, paman 
Sariputta, Kausthila, yang juga seorang ahli debat, ketika saudara 
perempuannya (ibu Sariputta) mengandung Sariputta, Kausthila selalu kalah 
dalam setiap debat dengan saudara perempuannya.

"Aneh betul! Makhluk hebat mana yang akan menjadi keponakanku, yang begitu 
hebat bahkan sebelum dilahirkan?" Paman Sariputta sering menggumam sendiri. 
"Saya mesti cepat-cepat berlatih di gunung lagi, kalau tidak, jika nanti 
saya tidak sehebat keponakanku, saya akan menjadi bahan tertawaan!" Paman 
Sariputta akhirnya memutuskan untuk meneruskan belajar lebih tinggi lagi. Ia 
bertapa dengan rajin dan belajar dengan sungguh-sungguh di semua bidang, 
sampai ia tidak punya waktu untuk memotong kuku-kukunyua yang telah tumbuh 
sangat panjang. Oleh karena itu, orang-orang memanggilnya "petapa cakar 
panjang", yang berarti petapa yang berkuku panjang. Pada kemudian hari, 
paman Sariputta berpikir bahwa pengetahuannya telah lengkap dan telah 
berhasil dalam latihan pertapaannya. Ia memutuskan untuk turun gunung dan 
bertanding dengan Sariputta, namun pada waktu itu Sariputta telah menjadi 
siswa Buddha, sehingga paman Sariputta akhirnya kalah dalam berdebat dan ia 
juga menjadi bhikkhu.

Meninggalkan Rumah untuk Mencari Guru Terkenal
Ketika Sariputta berusia dua puluh tahun, ia mengucapkan selamat tinggal 
kepada orang tuanya dan pergi ke berbagai tempat untuk belajar dan mencari 
kebenaran hidup. Sariputta belajar dari berbagai guru, tetapi tak seorang 
pun dapat memuaskannya. Sariputta mempunyai teman baik bernama Moggallana, 
yang juga seorang yang sangat istimewa. Keduanya sering risau karena tidak 
dapat menemukan seorang pun guru yang lebih baik dari mereka berdua.

Akhirnya, Moggallana hanya dapat berkata, "Mungkin tak ada seorang pun di 
dunia ini yang lebih tahu dari kita!"

"Ya! Aku pun berpikiran sama!" angguk Sariputta. Oleh karena itu, Sariputta 
dan Moggallana menerima banyak murid dan menjadi guru. Suatu hari, Sariputta 
bertemu dengan salah seorang siswa Buddha, Assaji, di sebuah jalan di 
Rajagaha. Sariputta melihat bahwa Assaji sangatlah tenang dan ramah. 
Sariputta tidak tahan untuk tidak mendekati Assaji dan bertanya, "Yang 
Mulia, bolehkah saya tahu nama Anda? Di manakah Anda tinggal?"

"Oh! Saya Assaji. Saya tinggal di Vihara Veluvana, tidak jauh dari sini."

"Beritahulah saya, siapa guru Anda. Apa yang biasa diajarkan olehnya?" 
Sariputta bertanya lagi.

"Guru saya adalah Buddha Sakyamuni. Beliau mengajarkan kepada kami tentang 
kebenaran dan kehidupan."

Sariputta bertanya lagi dengan serius, "Maukah Anda menceritakan kepada saya 
beberapa ajaran-Nya?"

Kemudian Assaji menjelaskan beberapa ajaran penting dari Buddha. Setelah 
mendengarkan ajaran-ajaran tersebut, Sariputta sangat gembira dan berseru, 
"Wow! ini sangat menakjubkan, sangat menakjubkan! Saya harus mengunjungi 
Buddha suatu hari!"

Bernaung Kepada Buddha
Sariputta bergegas menemui Moggalana. Moggalana melihat senyum berseri-seri 
di wajah Sariputta dan bertanya, "Sariputta! Kenapa kamu begitu gembira?"

"Oh! Sungguh luar biasa, akhirnya aku menemukan seorang guru," Sariputta 
berkata seraya tersenyum.

Begitu mendengar ini, Moggalana berkata dengan nada tidak percaya, "Bukankah 
kamu bilang bahwa kita adalah orang yang paling pintar di dunia? Siapa lagi 
yang pantas menjadi guru kita?"

"Tidak! Kita terlalu percaya diri, seperti katak di sumur yang memandang 
langit, buta akan luasnya dunia!" Sariputta berkata dengan nada seirus. 
Lantas ia menceritakan pertemuannya dengan Assaji di jalan dan penjelasan 
Assaji tentang ajaran Buddha.

"Guru yang luar biasa! Kita tidak pernah terpikir tentang ajaran seindah 
itu, bahkan mimpi pun tidak! Mari pergi dan bernaung kepada Buddha!" 
Moggallana berkata dengan semangat.

Oleh karena itu, Sariputta dan Moggallana memimpin dua ratus siswa mereka ke 
Vihara Veluvana dan memberikan hormat kepada Buddha sebagai guru mereka. 
Sariputta dan Moggallana ditahbiskan menjadi siswa Buddha. Mereka menjadi 
pendamping Buddha yang sangat cakap dan memberikan jasa yang luar biasa 
dalam masa-masa awal penyebaran Dhamma.

Mengalahkan Kaum Brahmana
Setelah Buddha Sakyamuni menemukan kebenaran, pada awalnya ajaran-Nya 
disebarkan ke India bagian Selatan. Kemudian, ajaran Buddha perlahan 
menyebar ke bagian Utara. Di bagian Barat, ada sebuah pusat Buddhis yang 
disebut Vihara Jetavana. Pada waktu itu, Vihara Jetavana masih dalam tahap 
pembangunan dan Buddha memerintahkan Sariputta untuk mengawasi proses 
pembangunannya.

Awalnya, orang-orang India percaya kepada ajaran para Brahmana, sehingga 
selama pembangunan Vihara Jetavana, banyak pengikut para Brahmana yang 
memikirkan berbagai cara untuk merusak. Mereka menantang Sariputta berdebat. 
Jika Sariputta kalah dalam debat, pembangunan Vihara Jetavana harus langsung 
dihentikan. Sariputta setuju.

Selama debat, ada lebih dari seribu pengikut Brahmana yang datang, sedangkan 
Sariputta adalah satu-satunya wakil Buddhis yang naik ke panggung untuk 
berdebat. Siswa-siswa Buddha sangat khawatir tetapi Buddha tak khawatir sama 
sekali. Buddha meyakinkan mereka, "Sariputta adalah yang paling bijaksana di 
antara siswa yang lain. Sendirian saja dia dapat mengalahkan ribuan, bahkan 
jutaan, dari mereka."

Betul saja, Sariputta memenangkan debat tersebut. Banyak pengikut Brahmana 
yang malah menjadi siswa Buddha dan pembangunan Vihara Jetavana pun berjalan 
dengan lancar.

Mengalah Demi yang Lain
Sariputta tidak hanya sangat pintar, beliau juga sangat rendah hati dan 
toleran. Pada suatu dini hari, ketika Buddha berada di Vihara Jetavana, 
Buddha menemukan Sariputta bermeditasi di bawah pohon di luar. Buddha 
bertanya dengan penuh perhatian, "Sariputta, kenapa engkau tidur di luar?"

Sariputta menjawab, "Buddha! Semalam banyak orang datang; semua kamar telah 
penuh!."

Buddha bertanya, "Kamarmu sendiri bagaimana?"
"Kamar saya telah dipakai oleh mereka, jadi saya bermeditasi di sini saja," 
Sariputta menjawab dengan hormat.

"Engkau sampai harus mengalami ini, Sariputta!" Buddha berkata dengan penuh 
belas kasih.

"Tidak maslaah bagi saya untuk bermeditasi di sini. Udara di luar segar dan 
sebenarnya lebih mudah untuk berkonsentrasi di sini," Sariputta menjawab 
dengan tenang.

Nasihat Terakhir
Sariputta mencurahkan hidupnya untuk penyebaran Dhamma dan berkelana dari 
satu tempat ke tempat lainnya. Pada usia delapan puluh tahun, beliau membuat 
persiapan untuk kembali ke kampung halamannya, Upatissa. Sariputta berencana 
untuk mencapai Nibbana dengan tenang di sana.

Mendengar berita ini, banyak umat yang menangis sedih. Sariputta menenangkan 
mereka, "Saudara-saudari, tidak ada satu pun di dunia ini yang kekal. 
Kematian jasmani adalah hal yang wajar, saya akan Parinibbana. Kenapa kalian 
bersedih?"

Mendengar ucapan Sariputta, beberapa orang mengatasi kesedihannya dan 
meminta, "Yang Mulia, mohon berikan ajaran terakhir Anda.

"Baiklah. Sejak kelahiran terdahulu yang tak terhitung, saya telah bertekad 
agar dapat terlahir dalam masa yang sama dengan Buddha dan menjadi siswa 
Buddha. Sekarang saya telah memenuhi tekad ini, dan juga mencapai 
pencerahan. Mari bergembira. Saudara sekalian, kita sangat terberkahi karena 
dapat menjalankan Dhamma di bawah bimbingan Buddha. Kita tidak boleh 
membuang waktu. Praktikkan Dhamma dengan rajin. Janganlah menyia-nyiakan 
kesempatan langka ini!"

Akhirnya, Sariputta mencapai Nibbana dengan tenang. Kita akan selalu 
mengenang Sariputta, siswa Buddha yang paling unggul dalam kebijaksanaan.

_________________________________________________________________
New year, new job – there's more than 100,00 jobs at SEEK 
http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fninemsn%2Eseek%2Ecom%2Eau&_t=752315885&_r=Jan05_tagline&_m=EXT





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke