Moggallana Unggul Dalam Kesaktian Mencapai Pencerahan Dalam Tujuh Hari Moggallana adalah seorang yang berani dengan tekad yang kuat. Ia tinggi, tampak menyenangkan, baik hati, dan ramah kepada semua orang.
Setelah Moggalana mendengar ajaran Buddha, ia dan Sariputta berlindung kepada Buddha. Karena Moggalana pintar dan lebih rajin dari yang lainnya, ia mencapai pencerahan tujuh hari setelah menjadi bhikkhu dan memiliki kesaktian yang luar biasa. Ia dapat terbang di udara dan berubah menjadi berbagai bentuk. Baik di langit maupun di dalam tanah, ia dapat mengubah diri menjadi berbagai bentuk dengan sangat persis. Pengikut ajaran lain, yang juga memiliki kesaktian, sering memamerkan kesaktiannya di depan orang banyak supaya dikagumi dan dipuji. Namun, ketika Moggallana mencapai kesaktian, ia tidak memamerkannya sama sekali, tetapi ia hanya menggunakan kemampuan khususnya untuk membantu Buddha dalam menyebarkan Dhamma. Mengubah Diri Menjadi Jembatan Suatu hari, penduduk Savatthi berkumpul bersama. Mereka menyiapkan makanan vegetarian yang lezat untuk menjamu semua petapa di kerajaan dalam sebuah perjamuan yang diselenggarakan oleh Raja Pasenadi. pada waktu itu, ada sembilan puluh enam kelompok keagamaan di India. Setiap orang ingin datang lebih awal ke perjamuan tersebut agar bisa mendapatkan tempat duduk yang terhormat. Perjamuan diselenggarakan di tepian seberang sungai. Dikarenakan hujan lebat sehari sebelumnya, permukaan air sungai naik dan arus sungai sangatlah deras. Banyak orang tidak dapat menyeberangi sungai. Pada waktu itu, Buddha tiba di tepi sungai bersama siswa-siswa-Nya. Moggallana segera menggunakan kesaktiannya untuk mengubah dirinya menjadi sebuah jembatan berhiaskan permata supaya Buddha dan siwa-siswa-Nya dapat menyeberangi sungai. Ketika para petapa dari kelompok agama lain melihat jembatan yang muncul di atas sungai, mereka berebut untuk menjadi yang pertama tiba di jembatan. Melihat hal ini, Moggalana merasa bahwa mereka kurang sopan santun dan tidak mau memberi jalan bagi yang lain; dengan sengaja ia mempermainkan mereka. Ketika para petapa mencapai tengah jembatan, jembatan runtuh dengan suara menggelegar. Para petapa pun berjatuhan ke sungai. Buddha yang penuh kasih sayang segera menggunakan kesaktiannya untuk menyelamatkan para petapa yang semuanya basah kuyub. Menyelamatkan Ibunya dari Neraka Ketika Moggallana mencapai kesaktiannya, ia melihat dengan mata batinnya dan betapa kagetnya ia ketika melihat ibunya yang telah meninggal ternyata menderita kelaparan dan kehausan di neraka. Moggalana segera pergi ke neraka. Ia mengerahkan kesaktiannya untuk menciptakan makanan dalam mangkuknya. Namun demikian, begitu ibunya mau memakan makanan itu, makanannya ebrubah menjadi arang yang menyala. Moggallana lalu menciptakan air sejuk dalam mangkuknya. Namun, ketika ibunya mau meminum air tersebut, air sejuk berubah menjadi sup mendidih. Ibunya tidak dapat meminum satu tetes pun. Ketika Moggallana melihat situasi ini, ia bergegas menemui Buddha dan berseru, "Buddha! Ibu saya sangat merana! Tolong pikirkan cara untuk membantunya!" Buddha menenangkannya, "Moggallana, rasa baktimu sangat menyentuh, tetapi ibumu suka membunuh binatang dan memakan bebek dan udang hidup dalam kehidupan sebelumnya. Ibumu telah mengumpulkan banyak kamma buruk dan perlu bergantung kepada kekuatan para Buddha, Bodhisatta, dan anggota Sangha untuk membantunya keluar dari neraka." Sekali lagi Moggallana memohon kepada Buddha, "Buddha yang welas asih, beritahulah saya cara untuk membantu ibu!" Buddha memberitahu Moggallana, "Engkau harus membuat persembahan makanan vegetarian kepada Tiga Permata pada hari ke-15 kalender bulan ke-7 setiap tahun, agar ibumu dapat terbebas dari penderitaan di neraka dengan kekuatan Tiga Permata." Ini adalah awal dari praktik Ullambana yang tetap diperingati sampai hari ini, tetapi banyak yang telah mengimpang dari niat baik Buddha dan rasa bakti Moggallana. Alih-alih mempersembahkan makanan kepada Tiga Permata, dan sekaligus melimpahkan jasa kepada leluhur agar terbebas dari penderitaan, banyak orang telah mengganti makna luhur praktik Ullambana ini menjadi pembunuhan kejam atas binatang seperti ayam dan kambing untuk digunakan sebagai korban persembahan. Sebagian orang bahkan melakukannya dengan tujuan untuk menyelenggarakan pesta besar bagi diri mereka sendiri setelah acara persembahan. Hal ini sangat disayangkan. Seberapa Jauh Jangkauan Suara Buddha? Moggallana sering bertanya-tanya, seberapa jauh jangkauan suara Buddha, dapatkan terdengar sampai dunia lain? Suatu ketika, Buddha Sakyamuni tengah mengajar Dhamma di Vihara Veluvana. Moggallana tidak mengadiri pengajaran karena harus mengurusi hal lain. Namun demikian, ia dapat mendenar suara Buddha dengan sangat jeas di ruangannya, seakan Buddha berbicara di dekat telinganya. Terdorong oleh rasa ingin tahu, Moggallana mengerahkan kesaktiannya untuk terbang ke planet lain di luar angkasa. Di planet ini, ada Buddha lain yang bernama Buddha Lokesvaraja, sedang mengajar Dhamma di aula. Moggallana berjalan ke aula yang sangat besar sehingga nyaris ia tidak dapat melihat langit-langitnya. Ketika ia mengangkat kepalanya, ia melihat Buddha Lokesvararaja sangatlah tinggi danbesar, sepetrti gunung menjulang. Orang-orang yang mendengarkan ajaran-Nya di aula juga berukuran raksasa. Moggallana sangat kaget. Seorang bhikkhu menunjuk Moggallana dan berkata kepada Buddha Lokesvararaja, "Buddha, seekor ulat besar telah merangkak masuk. Haruskah saya melepaskannya?" Buddha lokesvararaja menjawab dengan tertawa, "Lihatlah dengan lebih jelas. Ini bukan ulat. Ini Moggallana dari planet Bumi!" 'Kenapa ia sangat kecil, seperti sebutir pasir?" Semuanya terkesima. Buddha Lokesvararaja menjawab, "Di alam semesta, makhluk dari berbagai planet memiliki ciri ukuran yang berbeda-beda karena kamma yang berlainan (hasil dari perbuatan yang dilakukan pada masa lampau). Bhikkhu Moggallana ini tidak termasuk pendek di planet Bumi!" "Kenapa ia datang ke sini?" tanya seseorang. "Ia ingin tahu apakah suara Buddha Sakyamuni dapat terdengar dari planet ini," Buddha Lokesvararaja menjawab dengan penuh kasih. Kemudian beliau bertanya pada Moggalana, "Dapatkah engkau mendengar suara Buddha Sakyamuni di sini?" "Buddha Lokesvararaja, saya masih dapat mendengar suara Buddha Sakyamuni di sini." "Moggallana, suara pengajaran para Buddha memenuhi seisi alam semesta. Ada di mana-mana. Manusia tidak mendengarnya karena mereka tidak mempraktikkan Dhamma." Buddha Lokesvararaja menjelaskan. Begitu mendengar hal ini, Moggallana merasa bersalah. Ia merasa bahwa tidak seharusnya ia meragukan kemampuan gurunya sendiri, Buddha Sakyamuni, dengan berpikir bahwa suara Buddha tidak dapat tersebar ke tempat yang tak terkira jauhnya. Mara Tidak Mampu Menandingi Moggallana Walaupun kesaktian Moggallana sangat luar biasa dan tidak tertandingi, ia masih sering diganggu oleh beberapa makhluk jahat dan hantu. Masih ada makhluk jahat yang bernama Mara, yang bersikeras menantang Moggallana. Mara diam-diam menyelinap masuk ke perut Moggallana melalui hidung, kemudian mulai menari di dalam perut Moggallana. Ketika Moggallana merasa sedikit sakit di dalam perutnya, dengan mata batinnya ia melihat bahwa Mara sedang mengacau. Moggallana berkata, "Cepatlah keluar, Mara! AKu tidak membencimu. Jika kau tidak mencelakaiku, aku tidak akan mencelakaimu juga!" Ketika mendengar ini, Mara sangat terkejut. Mara berpikir, 'Aneh betul, bagaimana ia tahu namaku? Kami belum pernah bertemu sebelumnya." Moggallana berkata lagi, 'Mara! Aku tidak hanya tahu siapa dirimu, aku juga tahu apa yang kau pikirkan sekarang!" Mara berkata dengan tidak percaya, "Jika engkau tahu apa yang sedang kupikirkan, aku mengaku kalah." "Baiklah, jaga kata-katamu," Moggallana setuju. "Engkau berpikir, 'Aneh betul, bagaimana ia tahu namaku? Kami belum pernah bertemu sebelumnya.' Apakah betul begitu?" Begitu mendengar ini, Mara sangat yakin akan kesaktian Moggallana. Mara sadar bahwa ia tidak dapat mengalahkan Moggallana: ia keluar dari perut Moggallana dan cepat-cepat kabur. Terbunuh Oleh Reruntuhan Batu Sebelum Moggallana menjadi bhikkhu, ia adalah seorang nelayan di pantai yang telah membunuh banyak binatang. Oleh karena itu, pada usia tua, ketika ia melewati kaki gunung Isigili, ia dikelilingi oleh segerombolan hantu. Ikan-ikan di laut yang telah dibunuh oleh Moggallana pada masa lalu telah terlahir kembali sebagai hantu-hantu ini. Sekalipun Moggallana memiliki kesaktian hebat, ia tidak berusaha untuk melarikan diri karena merasa ia telah membunuh makhluk-makhluk ini pada masa silam dan sekarang ia mengalami hasil kamma dari balas dendam mereka. Ia juga tidak ingin menggunakan kesaktiannya terhadap mereka, karena mereka malah akan tambah membencinya. Akhirnya, Moggallana meninggal terjepit oleh batu-batu yang dilemparkan dari atas bukit oleh para hantu. Banyak orang bersedih ketika mendengar tentang kematian Moggallana. Mereka menangis dan bertanya pada Buddha, "Kami rasa kematian Moggallana sangat tragis! Dalam hidupnya, ia telah membantu Buddha dalam menyebarkan Dhamma dan mengajar makhluk hidup. Bagaimana mungkin ia mati dengan begitu tragis?" Buddha menjawab dengan prihatin, "Kematian Moggallana bukanlah pengorbanan yang sia-sia. Ia mati dengan kerelaan hati. Ia menggunakan kematiannya untuk mengajarkan kita bahwa kita harus menanggung akibat dari perbuatan kita sendiri. Bahkan kesaktian yang luar biasa pun tidak dapat mengubah hukum alam kamma (sebab dan akibat). Karena itu, kita harus melakukan banyak perbuatan baik dan menghindari perbuatan buruk. Semua perbuatan buruk, berat atau ringan, akan menghasilkan buah suatu hari, bagaikan benih yang telah ditanam di tanah, akan berakar dan tumbuh suatu hari." _________________________________________________________________ ASUS M5 Ultra-slim lightweight is Now $1999 (was $2,999) http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fwww%2Easus%2Ecom%2Eau%2F&_t=752129232&_r=Hotmail_tagline_23Nov05&_m=EXT ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
