MAHA KARUNA DHARANI Dengan ulasan dari YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA
------------------------------------- 8. Sa Pan La Fa Ye SA PAN LA artinya ahli". Pada saat kalimat ini disebutkan, Empat Raja Surga datang sebagai pelindung Dharma bagi orang yang mengucapkannya. FA YE berarti "dihormati dunia" atau "dihormati orang suci". Kata ini menyatakan Ia Yang Ahli Yang Dihormati Dunia, Ia Yang Ahli Yang Dihormati Orang Suci: Buddha yang ahli. Kalimat ini menunjuk kepada Permata Buddha. 9. Swo Da Nwo Da Sye Kebanyakan orang membaca kata pertama baris ini sebagai shu", tapi ia harus dibaca swo". SWO DA NWO berarti "Dharma". Dharma apa? Ini adalah tempat dengan kemenangan ajaib", Dharma kemenangan ajaib". SWO DA NWO juga berarti mulia, teragung, dan muncul dari kemenangan". Tidak ada yang lebih mulia daripada Dharma ini, dan tidak ada yang lebih agung, ia berasal dari kemenangan. Interpretasi lain adalah tubuh jaya, yang muncul dengan ajaib". Pemunculan seperti ini halus dan ajaib; tubuhnya membawa kemenangan. Itu adalah satu cara untuk menerjemahkan SWO DA NWO. Diterjemahkan dengan cara lain, SWO DA NWO dapat menjadi tingkat kendaraan paling agung", menunjuk kepada alam di mana orang telah mencapai tingkat kesepuluh Kebodhisattvaan. DA SYE menyatakan Permata Sangha. SA PAN LA FA YE mewakili Permata Buddha. SWO DA NWO menyatakan Permata Dharma. Dengan demikian, keseluruhan kalimat menunjuk kepada Tiga Permata. Ini artinya kita harus meminta perlindungan Tiga Permata. Dengan mengucapkan mantra ini, kita meminta pertolongan Tiga Permata. DA SYE artinya menggunakan doktrin ajaran untuk mengendalikan semua hantu dan makhluk halus, dan menggunakan mantra untuk mengumpulkan mereka, atau dengan kata lain, "membabarkan ajaran dan mengumpulkan dengan mantra". 10. Na Mwo Syi Ji Li Two Yi Meng E Li Ye NA MWO, NA MWO lagi dan lagi. Kelihatannya kita selalu mengucapkan NA MWO kepada orang lain dan tidak pernah untuk diri sendiri. Mereka yang mengembangkan Jalan harus mengatakan NA MWO kepada diri mereka sendiri dan tidak hanya berlindung kepada orang lain. NA MWO berarti bahwa saya, saya sendiri, berlindung kepada Tiga Permata dari seluruh penjuru yang tidak terbatas, tidak terbatas. SYI JI LI berarti "seluruhnya, sepenuh hati", "dengan sepenuh hati menghormat". TWO YI MENG artinya saya", saya dari yang tanpa saya". Jadi orang memberi hormat kepada diri sendiri, tetapi kepada diri yang "tanpa diri". Bagaimana mungkin bisa tanpa diri? Jika ada orang yang memukul, kita tidak merasa sakit; jika mereka memaki, kita tidak merasa marah. Jika mereka menghina, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kita bahkan tidak perlu berusaha sabar, karena jika berusaha mempraktekkan kesabaran, kita telah jatuh ke posisi kedua. Di sini, tidak diperlukan kesabaran, karena pada dasarnya tidak terdapat kesabaran untuk digunakan, dan tidak ada orang untuk menggunakannya. E LI YE bermakna, yang bijaksana". Jadi orang dengan sepenuh hati bersujud menghormati saya", yang bijaksana. Semua Bodhisattva, Mahasattva, semua dewa dan naga, dan semua Delapan Ruas Bagian makhluk gaib harus menghormat kepada yang bijaksana, saya" dari yang tanpa saya". Banyak sekali yang bijaksana ini. Siapakah mereka? Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskannya. 11. Pe Lu Ji Di Shr Fwo La Leng Two Pe PE LU JI DI mempunyai makna merenungkan". SHR FWO LA berarti "bahagia", atau "suara dunia". Ini persis adalah Bodhisattva Yang Memperhatikan Suara Dunia. Namun tidak mesti hanya Bodhisattva Yang Memperhatikan Suara Dunia yang bahagia di dalam perenungan, dan yang merenungkan suara-suara dunia. Jika orang dapat membahagiakan, jika ia dapat menjadi ahli dan menyelamatkan makhluk hidup, maka ia adalah Bodhisattva. Bukan merupakan keharusan, bahwa hanya Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia yang merupakan seorang Bodhisattva. Jika ada orang yang dapat menguasai Dharma, maka ia pun, ia sendiri, merupakan penjelmaan dari Bodhisattva tersebut; jika saya menguasainya, saya merupakan penjelmaan dari Sang Bodhisattva. LENG TWO PE berarti "sebuah pulau di atas laut". Ini menunjukkan Gunung Potala di mana Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia tinggal, gunung P'u T'o di Tiongkok. Potala mempunyai arti "bunga- bunga putih kecil" karena ia ditutupi oleh kembang-kembang putih kecil. Terdapat sebuah istana di sana yang terbuat dari batu. Istana ini disebuat "Istana Kasih Welas Asih". Di sinilah Bodhisattva tinggal. Tempat ini seindah istana surga dan dibuat dari tujuh permata: emas, perak, batu lazuli, kristal, indung mutiara, mutiara merah, dan karnelian. Namun tidaklah mudah untuk bisa menginjakkan kaki di sana. PE LU JYE DI SHR FWO LA adalah ia yang welas asih. LENG TWO PE adalah istana welas asih tempat Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia tinggal. (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
