MAHA KARUNA DHARANI
Dengan ulasan dari
YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA

-------------------------------------

12. Na Mwo Nwo La Jin Chr

Dalam baris ini NA MWO masih bermakna "berlindung" 
dan "mempersembahkan hidup dan tunduk dengan hormat". NWO LA 
mempunyai arti „yang mulia", dan JIN CHR berarti „kasih", yakni 
kasih dalam arti perlindungan kasih sayang yang penuh welas asih. 
Sebelumnya saya telah menjelaskan sepuluh hati dari Sutra yang 
merupakan wajah dari mantra ini: kita harus mengandalkan sepuluh 
hati ini di dalam berlatih.

NWO LA JIN CHR „perlindungan yang baik dari ia yang penuh kasih 
sayang dan mulia", menunjuk kepada yang pertama, keenam, dan yang 
terakhir dari sepuluh hati, yaitu, Hati Welas Asih Agung, Hati Yang 
Menghormati, dan Hati Bodhi Yang Tak Tertandingi.


13. Syi Li Mwo He Pan Dwo Sa Mye

SYI LI berarti "hati". Hati yang mana ini? Ini adalah hati yang 
keempat dari sepuluh hati, Hati Yang Tak Ternoda dan Tak Melekat, 
yang mengajarkan kepada kita untuk mempertahankan hati yang murni, 
luhur, dan tak ternoda. Hati kita dicemari oleh pikiran-pikiran 
keserakahan, kebencian, kebodohan, keangkuhan, dan keraguan. Tanpa-
pikiran-pikiran seperti itu, hati kita tidak ternoda. MWO HE tetap 
bermakna „agung". PAN DWO SA MYE, apa artinya ini? PAN DWO SA MYE 
mempunyai arti "cahaya terang agung". MWO HE juga bisa 
berarti "panjang". PAN DWO SA MYE dengan demikian berarti "terang 
yang bersinar lama", terang yang terus menerus memancarkan cahaya 
terang benderang.

Sukar sekali adanya kesempatan untuk bertemu dengan orang yang dapat 
menjelaskan Mantra Welas Asih Agung. Sebenarnya, untuk bersikap 
benar-benar jujur, tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana 
menjelaskannya; tidak ada seorang pun yang tahu, pada akhirnya, apa 
itu Mantra Welas Asih Agung, atau bagaimana cara menerjemahkannya.

Kalian mungkin bertanya, „Kalau demikian halnya, bagaimana engkau 
bisa tahu?"

Jangan tanya bagaimana saya tahu. Saya tidak bertanya pada kalian, 
jadi kalian juga jangan bertanya pada saya. Bagaimana saya 
mengetahuinya? Tentu saja, saya tahu. Jika saya tidak tahu, saya 
mana bisa menjelaskannya pada kalian. Jadi jangan tanya bagaimana 
saya tahu. Daripada bertanya pada saya bagaimana saya tahu, tanyalah 
pada diri kalian sendiri, bagaimana kalian bisa tidak tahu. Jika 
kalian tahu mengapa kalian tidak tahu, maka kalian akan tahu 
bagaimana saya bisa tahu. Sebaliknya, jika kalian tidak tahu mengapa 
kalian tidak tahu, kalian tidak akan bisa tahu bagaimana saya bisa 
tahu. Inilah yang membuatnya indah.

Misalnya, ada orang bertanya pada saya, "Mengapa engkau meninggalkan 
kehidupan berumahtangga?"

Saya tidak menjawab pertanyaannya. Sebaliknya saya bertanya 
kembali, "Mengapa engkau tidak meninggalkan kehidupan berumahtangga?"

Jika kalian tahu mengapa kalian tidak meninggalkan kehidupan 
berumahtangga, kalian akan tahu mengapa saya meninggalkannya. Inilah 
prinsipnya. Daripada bertanya pada saya bagaimana saya bisa 
mengerti, tanyalah pada diri kalian mengapa kalian tidak mengerti. 
Pada waktu kalian tahu mengapa kalian tidak mengerti, pada waktu itu 
juga kalian akan tahu mengapa saya mengerti.

Semua dari kalian yang berkesempatan mendengarkan penjelasan Mantra 
Welas Asih Agung memiliki akar yang baik. Namun kalian harus 
melindungi akar baik itu dan merawatnya dengan hati-hati. 
Manfaatkanlah akar baik ini, yang harus kembali ke masa yang sangat 
panjang, untuk mempelajari Buddhadharma, dan jangan membiarkan satu 
saat pun terbuang percuma. Jangan lupa bahwa waktu tidak menunggu 
manusia. Begitu hari ini berlalu, kalian tidak dapat meraihnya 
kembali. Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk mempelajari 
Buddhadharma Yang Tak Tertandingi; jika kalian membiarkan waktu 
berlalu, kalian tidak akan pernah bisa memahami Buddhadharma, kalian 
cuma akan menghabiskan waktu dengan sia-sia.

PAN DWO SA MYE, „cahaya agung terang" atau „terang yang bersinar 
lama", berkaitan dengan hati yang kelima, Perenungan Hati Kosong. 
Melalui Perenungan pada Kesunyaan, orang memperoleh kebijaksanaan. 
Dengan kebijaksanaan, orang mendapatkan cahaya terang, dan dengan 
cahaya terang ia memperoleh terang yang bersinar lama, dan menjadi 
tidak memiliki „yang tidak terang", atau „ketidaktahuan".

Mengapa kalian tidak tahu? Karena kalian tidak mempunyai terang yang 
bersinar lama. Kalian tidak mempunyai terang yang bersinar lama 
karena kalian tidak memiliki cahaya terang. Jika kalian memiliki 
cahaya terang, kalian bisa mendapatkan terang yang bersinar lama, 
dan dengan itu kalian bisa menghancurkan ketidaktahuan.

(bersambung)






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke