MAHA KARUNA DHARANI Dengan ulasan dari YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA
------------------------------------- 42. Hu Lu Hu Lu Syi Li HU LU HU LU SYI LI berarti melaksanakan Dharma tanpa pemikiran", dan juga melaksanakan Dharma dengan bahagia". Seperti kehendakmu" dalam HU LU HU LU MWO LA masih mempertahankan kehendak" atau pikiran". Dengan HU LU HU LU SYI LI, tidak secuil pemikiran pun yang muncul saat melaksanakan Dharma. Jika masih ada secuil pemikiran, maka itu adalah pikiran yang salah. Tanpa pemikiran, pikiran yang salah juga tidak ada. Dan karena tidak terdapat pikiran yang salah, kita dapat melaksanakan Dharma dengan bahagia", dan menjadi ia yang memperhatikan dengan penuh kebahagiaan", yaitu, Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia dengan penuh Kebahagiaan. Kalimat dari mantra ini adalah Tangan Mangkok Permata, yang ketiga dari Empat Puluh Dua Tangan. Tangan dan Mata ini dapat menyembuhkan makhluk hidup dari penderitaan yang disebabkan oleh penyakit. Kita pernah mendengar orang yang telah pergi meninggalkan rumah, memantrai secangkir Air Welas Asih Agung dan memberikannya pada orang yang sakit untuk diminum. Setelah diminum, kadang-kadang penyakit orang itu sembuh, kadang-kadang tidak. Ini tergantung kepada sebab dan kondisi. Apabila kondisinya tepat, dengan meminum Air Welas Asih Agung, orang itu kemungkinan besar akan sembuh, dan kemudian menjadi percaya pada Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia. Apabila tidak sembuh, ia mungkin tidak mempercayainya. Yang sebenarnya adalah saya hendak mewariskan suatu Dharma pada semua dalam memberikan kekuatan pada Air Welas Asih Agung, kita tidak perlu membaca habis seluruh Mantra Welas Asih Agung. Cukup dengan mengucapkan HU LU HU LU SYI LI. Ucapkanlah lima kali, kemudian hembuskan nafas tiga kali ke permukaan air. Berikan kepada orang yang sakit untuk diminum, dan penyakitnya akan segera sembuh. Ada kalanya, orang sakit itu tidak sembuh, ada kalanya juga ia langsung sembuh. Semuanya tergantung kepada pertalian hubungan antara orang yang membaca mantra dengan orang yang sakit. Apabila terdapat suatu pertalian antara orang yang memantrai air suci dengan orang yang sakit, jika ia meminum Air Welas Asih Agung itu, ia akan sembuh. Jika tidak terdapat suatu pertalian hubungan seperti itu, ia boleh meminumnya, tapi ia tidak akan mempunyai keyakinan di dalamnya, dan karenanya tidak akan sembuh. Secara umum, terdapat berbagai kondisi yang membangun landasan hubungan Dharma. Jika orang tulus dan berlatih, ia boleh meminumnya lantas sembuh. Jika ia berlatih tetapi tidak tulus dengan Mantra Welas Asih Agung, walaupun meminumnya ia tidak akan sembuh. Jika orang itu tulus terhadap mantra dan tidak berlatih, ia boleh meminumnya dan tetap sembuh. Mereka yang memiliki rintangan karma berat boleh meminum air itu, tapi air itu tidak akan punya cukup potensi untuk menyembuhkan penyakit mereka. Mereka yang punya rintangan karma ringan boleh meminum Air Welas Asih Agung dan mendapatkan kekuatan luar biasa. Kekuatan apa? Kekuatan yang diperoleh dari pengucapan Mantra Welas Asih Agung yang tanpa henti, yang menciptakan suatu kekuatan dari Jalan mau mendengarkan dan kemanjuran; ini akan menyembuhkan penyakit. Sehingga apapun keadaannya, terdapat berbagai jenis sebab dan kondisi yang menentukan keberhasilan mantra ini. Jangan pikir, Saya mengembangkan Tangan Mangkok Permata dan saya memantrai Air Welas Asih Agung, lalu mengapa tidak manjur?" Bukan karena Air Welas Asih Agung tidak manjur, itu semua cuma karena diri sendiri kurang memiliki keahlian yang diperlukan untuk mendapatkan kemanjurannya. Ada pemeluk agama eksternal yang menggunakan Mantra Welas Asih Agung untuk menyembuhkan penyakit dengan sangat berhasil. Mengapa bisa begitu manjur? Ini karena setan-setan langit membantu pemeluk agama eksternal itu agar orang boleh menaruh kepercayaan pada mereka, dan dapat dengan mudah ditarik ke dalam tingkatan setan-setan langit. Meskipun Dharma yang dikembangkan sama, keadaan di sekeliling sangat berbeda. Menyembuhkan penyakit dengan Air Welas Asih Agung adalah salah satu cara untuk mempraktekkan Jalan Bodhisattva. Namun jika untuk melaksanakan Jalan Bodhisattva, pertama-tama perilaku dan tindakan Bodhisattva itulah yang harus dikembangkan. Kita harus memiliki hati yang tidak mempunyai suatu diri" atau orang lain", dan tidak meninggalkan suatu tanda diri, tanda orang lain, tanda makhluk hidup, dan tanda lingkaran kehidupan. Jangan sampai mempunyai pikiran, Saya dapat menyembuhkan penyakit orang lain, dan dengan mengucapkan Mantra Welas Asih Agung saya mendapatkan sambutan yang luar biasa." Jika pikiran seperti itu muncul, artinya terdapat kemelekatan. Dan dengan memiliki kemelekatan, rintangan setan akan menghadang di tengah jalan. Bahkan meskipun tanpa pikiran seperti itu, sangat mudah sekali berhadapan dengan rintangan setan tatkala kita sedang melaksanakan Dharma ini, karena pada umumnya penyakit diakibatkan oleh karma atau oleh setan. Jika sakit itu diakibatkan oleh karma, tidak ada masalah jika kita menyembuhkannya. Namun jika sakit itu disebabkan oleh suatu setan dan seseorang menyembuhkannya, setan itu bisa datang mencari, memeranginya. Jika kekuatan Jalan yang dimilikinya tidak cukup kuat ia tidak memiliki apa-apa untuk diucapkan ia kemungkinan besar akan ditarik ke alam setan. Jika orang itu memiliki kekuatan Jalan dan menciptakan pertalian dengan setan, maka setan itu akan terus berusaha mencari kesempatan untuk datang menaklukkannya dalam pertempuran. Saya dulu suka menyembuhkan penyakit. Jika ada orang yang sakit saya pasti akan berusaha menyembuhkannya. Tetapi kemudian, saya berhadapan dengan rintangan setan yang cukup besar. Di Manchuria, setan laut yang aneh mencoba menghanyutkanku. Mereka tidak berhasil, tetapi lima puluh hingga enam puluh orang mati di dalam luapan air yang mereka ciptakan, dan hampir delapan ratus rumah hancur. Kemudian, ketika saya sedang dalam perjalanan dari Tien-sin ke Shanghai, monster laut itu mencoba membalikkan perahu, dan nyaris saja saya menjadi makanan ikan. Sejak kejadian itu, saya memilih mengambil jalan darat, juga saya menjadi jarang sekali menyembuhkan penyakit orang. Menyembuhkan penyakit adalah suatu cara yang baik untuk menyambung persahabatan. Tapi juga mudah sekali mengakibatkan kebencian di antara setan-setan. Ia punya sisi baik dan buruk. Jika kita dapat menjadi tanpa suatu diri, orang lain, makhluk hidup, atau suatu lingkaran kehidupan kosong dari tanda-tanda ini maka kita dapat melakukannya. Namun jika kita tidak mampu mengosongkan diri dari empat tanda itu, mudah sekali kita tertangkap oleh rintangan setan. Membangun hubungan dengan cara menyembuhkan penyakit adalah persoalan yang tidak sederhana. (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
