MAHA KARUNA DHARANI Dengan ulasan dari YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA
------------------------------------- 43. Swo La Swo La Kalian dengar tidak suaranya? SWO LA SWO LA! Sangat nyaring! Ia berarti "kekuatan yang kokoh". SWO LA SWO LA adalah kekuatan yang sedemikian kuat sehingga tidak ada yang dapat merusaknya. Kekuatan yang kokoh ini dapat menghancurkan dan menaklukkan semua setan-setan langit dan kaum eksternalis. Ini adalah Tangan dan Mata Alu Vajra yang digunakan untuk menaklukkan dan mengalahkan semua setan yang penuh kebencian. 44. Syi Li Syi Li SYI LI SYI LI mempunyai tiga makna. Yang pertama artinya "bertekad", seperti tekad di medan perang; jika orang bertekad ia akan menang dan tidak pernah kalah. Arti kedua adalah luhur", sangat baik dan luar biasa karena, sekali lagi, hanya ada kemenangan, tak pernah ada kekalahan. Yang ketiga, artinya mulia". Karena bertekad, orang jaya, dan karenanya semua menjadi mulia. Saya telah memberitahu muridku, bahwa ke mana pun mereka pergi mereka hanya dibolehkan untuk menang, tidak boleh sekali-kali kalah. Jika mereka kalah, mereka tidak boleh kembali dan berjumpa denganku lagi. Apa gunanya menjadi pecundang seperti itu? Memang tidak ada apa-apanya, melainkan, seperti yang dikatakan orang di Kanton, cuma "kulit air". Di Tiongkok Utara kami menyebutkan "kantong rumput", kantong yang digunakan untuk menyimpan padi yang lembut dan lemah dan tak ada gunanya. Jadi ingatlah ini: siapapun yang in menjadi muridku harus selalu menjadi pemenang dan memiliki kekuatan sekokoh Alu Vajra! Tidak diperbolehkan ada yang menjadi kulit air atau kantong rumput! SYI LI SYI LI adalah Tangan Telapak Terpaut yang membuat orang menjadi baik dan penuh hormat kepada yang lain. Tapi kalian harus sungguh-sungguh menjadi pemenang, mulia, dan memiliki hati yang teguh. Tidak ada gunanya cuma membicarakannya; kalian harus melaksanakannya. 45. Su Lu Su Lu SU LU SU LU adalah embun manis". Ini merupakan Tangan dan Mata Embun Manis. Embun manis mempunyai banyak sekali manfaat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ia dapat membuat semua hantu kelaparan menjadi kenyang dan membuat orang mencapai kualitas seperti yang engkau kehendaki". Ia melenyapkan rasa lapar dan haus, mendatangkan kemuliaan, dan banyak sekali keuntungan yang lain. Embun manis juga disebut obat kematian. Apabila meminumnya, orang yang sudah sekarat akan hidup kembali. Namun tidaklah mudah mendapatkan embun manis. Jika mendapatkan sedikit saja, dan meminumnya, maka meskipun tadinya orang sudah harus segera mati, ia tetap hidup. 46. Pu Ti Ye Pu Ti Ye Dua kalimat dari mantra ini mengandung arti "Jalan cerah". Ia juga berarti hati yang cerah". Jika hendak mendapatkan Jalan cerah, pertama-tama kita harus memiliki hati yang cerah. Tanpa hati yang cerah, orang tidak akan dapat mengembangkan Jalan cerah. Pengikut Jalan harus pertama-tama memiliki hati yang sadar sejati dan kemudian ia akan dapat mengembangkan dan menyadari Jalan cerah. Dua kalimat mantra ini adalah Tangan dan Mata Roda Emas Yang Tidak Mundur; ini adalah hati Bodhi yang tidak pernah mundur. Dari sejak sekarang, hingga ke masa kita mencapai Kebuddhaan, hati Bodhi yang telah kita tanam akan tumbuh semakin hebat setiap hari dan tidak pernah mundur atau berbalik arah. Karena hati Bodhi tidak mundur, kita akan segera menyadari buah Kebuddhaan. Jika hati Bodhi mundur, menyeleweng, maka kita akan mencapainya dengan lebih lambat. Pengikut Jalan harus lebih bersemangat setiap hari; setiap hari hati Bodhi kita harus menjadi lebih kuat. Jangan mundur atau salah menempatkannya. Sebagai contoh, ketika mendengarkan Sutra, orang harus menganggap sutra-sutra itu sulit sekali dijumpai. Perkumpulan Dharma adalah sangat langka. Meskipun yang satu ini tampak biasa saja, jika kita mau berhenti dan merenungkannya, sungguh menakjubkan sekali. Di mana lagi di dunia ini yang memiliki perkumpulan Dharma sesemangat ini setiap hari berkumpul mendengarkan Dharma? Di mana lagi Dharma mengalir seperti air, seperti sungai yang mengalir terus-menerus? Setelah menemukan Dharma, orang harus menentukan waktu untuk datang dan mendengarkan Dharma, sesibuk apapun ia, tanpa menghiraukan siapa yang sedang menyampaikan ceramah. Dan jangan membuat perbedaan antara pembicara yang baik" dan yang rendah" dengan hanya datang mendengarkan pembicara yang baik". Jika terus mendengarkan, cepat atau lambat, siapapun yang memberikan ceramah, suatu kali orang akan mendengar prinsip sejati muncul. Tidak peduli siapapun yang memberikan ceramah, kalian harus datang mendukung perkumpulan Dharma. Karena terdapat ceramah tujuh malam selama seminggu, kalian harus datang tujuh malam seminggu. Jangan malas! Pintu Dharma ini sukar ditemukan dalam bermilyar tahun. Setelah menemukannya, kita harus mencapai kemajuan yang luar biasa. Kemajuan yang hebat adalah Hati Bodhi Yang Tidak Mundur". Terdapat tiga tingkatan tidak mundur". Yang pertama adalah Tidak Mundur dalam Tingkatan. Orang yang telah memastikan buah Kearhatan, tidak akan mundur ke keadaan orang biasa. Jika telah memastikan buah Bodhisattva, ia tidak akan mundur ke keadaan Arhat. Jika telah memastikan tingkatan buah Buddha, ia tidak akan mundur ke keadaan Bodhisattva kecuali ia sendiri yang menghendakinya. Sebagai contoh, jika ia berkata, "Karena sekarang telah memastikan buah Buddha, saya akan muncul dalam bentuk seorang bhiksu untuk mengajar dan menyeberangkan makhluk hidup," itu boleh-boleh saja. Yang kedua adalah Tidak Mundur dalam Pikiran. Pengikut Jalan kadang-kadang bisa berpikir, "Belajar Buddhadharma itu membosankan! Saya tidak akan berlatih lagi, saya tidak akan pergi mendengarkan ceramah lagi." Ini adalah kemunduran dalam pemikiran. Jika kita mundur dalam pemikiran, rintangan setan muncul, karena hanya setan yang bergembira kalau kita mundur. Begitu mencapai tingkatan Tidak Mundur dalam Pikiran, semakin mendengarkan Buddhadharma, semakin kita menikmatinya. Semakin menikmatinya, semakin sering kita datang mendengarkan. Dengan Pikiran Yang Tidak Mundur, kita melangkah ke yang ketiga, Tidak Mundur dalam Perbuatan. Perbuatan berarti latihan. Setiap hari kita harus semakin bersemangat dan berenergi. Dengan menghadirkan hati yang berani dan bersemangat mengembangkan Jalan, kita tidak mundur di dalam perbuatan. Apabila telah mengembangkan Tangan dan Mata Roda Emas Yang Tidak Mundur ini, sejak sekarang hingga saat mencapai Kebuddhaan, kalian tidak akan mengalami kemunduran. Tetapi kalian harus berhasil mengembangkannya! 47. Pu Two Ye Pu Two Ye Kalimat ini dan kalimat berikutnya adalah sama, kecuali untuk suku kata tengahnya. Kata Sansekerta PU TWO YE PU TWO YE mempunyai arti yang mengetahui", dan yang cerah". "Pengetahuan" sejati adalah kebijaksanaan. "Pencerahan" adalah bangun. Kalimat ini menunjuk kepada ia yang memiliki pengetahuan sejati dan telah bangun. Ini adalah Tangan dan Mata Buddha Peralihan di atas Tahta. Buddha Peralihan adalah "yang cerah" dan Bodhisattva yang mengembangkan Tangan dan Mata ini dikenal sebagai "yang mengetahui". Pada dasarnya, "mengetahui" dan "pencerahan" tidak banyak berbeda satu sama lain. Pencerahan mengikuti pengetahuan; pengetahuan adalah suatu tingkatan yang mendahului pencerahan. Jika orang mengembangkan Tangan dan Mata Buddha Peralihan di atas Tahta hingga sempurna, ia akan menjadi "ia yang memiliki kebijaksanaan sejati", ia yang dirinya sendiri telah bangun. Dengan mengembangkan tangan dan mata ini, Buddha-Buddha di sepuluh penjuru akan segera datang menggosok kita di atas tahta dan menganugerahkan kita ramalan Kebuddhaan. Pada waktu mengucapkan nama Buddha, atau menjunjung mantra, atau melakukan meditasi Dhyana, pengikut Jalan kadang-kadang dapat merasakan adanya sesuatu di atas kepala mereka, seperti ada kumbang yang sedang merayap, lari ke depan dan ke belakang. Tapi jika ia memegang dan menggosok kepalanya, tidak ada apa-apa di sana. Saya memberitahu kalian apa sebenarnya yang terjadi. Pada waktu itu, para Buddha dari sepuluh penjuru telah datang untuk menggosok kita di atas tahta, dan menganugerahkan ramalan Kebuddhaan. Tetapi tanpa penembusan Mata Surgawi, orang tidak akan mampu melihat mereka. Meskipun demikian, Buddha-Buddha dari sepuluh penjuru telah datang menggosok kita di atas tahta dan memberikan suatu ramalan. Sehingga kalau hal seperti itu terjadi, itu merupakan hasil dari latihan. Namun jangan sampai hal ini membuat kita menjadi terlalu gembira dan angkuh, dengan berpikir, Ah, Buddha-Buddha telah datang menggosokku di atas tahta dan memberikan dukungan mereka." Pikiran yang gembira dan angkuh adalah kemelekatan, dan meskipun itu adalah keadaan yang baik, jika kita melekat padanya, yang baik itu bisa berubah menjadi buruk. Di dalam gulungan terakhir dari Surangama Sutra, berbagai keadaan yang merupakan hasil mendasar dari latihan telah dijelaskan. Tetapi dengan berpikir bahwa ia telah mencapai suatu keadaan yang baik, seorang pengikut jalan menjadi melekat padanya, dan akibatnya ia menjadi salah satu dari pengikut-pengikut yang menyimpang. Ia menjadi dikuasai oleh setan. Karenanya, di dalam mengembangkan Dharma-Dharma seperti ini, kita harus menjadi demikianlah, demikianlah, tanpa goyah". Keadaan baik maupun keadaan buruk, kita tetap tidak goyah. Dengan tidak tergoyahkan, kita mendapatkan kekuatan samadhi, dan dengan kekuatan samadhi kita meraih kekuatan kebijaksanaan. Dengan kekuatan kebijaksanaan sejati, kita akan menjadi yang mengetahui", yang cerah". (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
