Sedihnya hatiku, sampai mau nangis rasanya membaca yang kayak begini
dalam sangha bhikkhu.

Sabbe Sankhara Anicca.

Botak-botak sialan ! Semoga kalian cepat sadar.

--- In [email protected], sutedja tj <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- Bhikkhu Sudhammacaro <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> > Date: Wed, 19 Apr 2006 19:28:24 -0700 (PDT)
> > From: Bhikkhu Sudhammacaro
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Klarifikasi, Kronologis pengunduran diri
> > bhikkhu Sudhammacaro dari STI
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > FENOMENA DHAMMA
> >   (UNTUK KALANGAN SENDIRI)
> >   
> >   
> >   Klarifikasi
> >   Kronologis pengunduran diri bhikkhu Sudhammacaro
> > dari STI
> >   ( Yang perlu diketahui oleh semua Umat Buddha)
> >   
> >               Aparihaniya Dhamma ada 7 macam :
> >   
> >    "Berusahalah"
> >    
> >    Sering atau banyak membuat perjumpaan (rapat)
> > Sanggha. 
> >    Dalam Rapat harus bersama sehati dan sepikiran
> > (setujuan) dalam memecahkan segala masalah/persoalan
> > dengan cara yang benar, adil dan bijak bukan
> > sebaliknya, berkumpul dan berpisah secara bersama. 
> >    Tidak menambah dan membuat Peraturan Baru yang
> > sudah ditentukan oleh Buddha (sebagai Guru
> > Junjungan), dan tidak Menguranginya, namun tetap
> > menjaga/melestarikan dan melaksanakan tugas yang
> > sudah digariskan oleh Buddha dalam Dhamma Winaya
> > (227.peraturan disiplin bhikkhu). 
> >    Selalu menghormati bhikkhu senior (Thera) yang
> > hidup sesuai dengan Dhamma Winaya, yang dianggap
> > sebagai orang tua bagi para bhikkhu yunior, mau
> > mende ngar petuahnya. 
> >    Tidak bertujuan untuk menguasai Tanha (nafsu


---------------- deleted -----------------------------









** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke