Saya lupa apakah ada cerita yang menunjukkan kalau buku Dhamma itu salah ditaruh atau salah dipergunakan ada karmanya atau tidak, mohon dicari.
Nah, kalau ada saja orang dihotel itu yang mengambil buku dhamma itu lalu membuatnya menjadi lap ingusnya, menjadikannya (maaf) lap alat kelaminnya, apa anda bisa bilang karmanya dia yang tanggung? Anda mungkin lupa, bahwa kerja sama anda yang indah itu menjadikan itu bisa terjadi, kalau buku itu tidak muncul di hotel, apa lalu itu terjadi?
Membina umat ke dalam itu rasanya kok masih jauh lebih penting dari pada keluar melakukan ekspansi, dan apakah Sang Buddha sendiri menawar-nawarkan ajarannya kepada semua orang di dunia ini? Coba anda renungkan dan coba hitung, berapa banyak manusia yang tidak menjadi murid Sang Buddha dan apakah Sang Buddha pernah memaksa seseorang baik langsung maupun tidak langsung, halus maupun kasar untuk menjadi murid beliau?
Memang beliau ada menggerakkan orang-orang tertentu untuk menjadi murid Beliau, tapi itu bukan karena tujuan memperbanyak murid, namun lebih karena ybs itu telah tiba saat nya untuk "Bangun". Namun apa lalu anda ingin menjadi Sang Buddha atau sekedar gaya-gayaan saja? Agar dikatakan umat Buddha yang baik?
Maaf loh, saya tidak ingin mencela upaya anda, namun coba bercermin sendiri lah, apa itu upaya yang benar? Kalau ternyata menurut anda iya, ya, terserah andalah. Jangan lalu ketika terjadi konflik eksternal - dengan orang lain, contoh kecil di atas misalnya yaitu anda menemukan kotoran manusia di lembaran Buku dhamma yang anda taruh di hotel itu, lalu anda menhela nafas dan mengatakan bahwa orang itu yang salah. Lucu sekali anda hehehe, mohon dicari lagi deh. Sang Buddha itu apakah sembarangan mengajarkan Dhamma?
Bukankah beliau mengajarkan Dhamma itu hanya pada lahan yang benar, yang tepat??
Mungkin saya salah, eh salah saya salah dan bodoh, bo ceng li pula, wah runyam. Tapi biarlah saya demikian, paling jelek saya masuk neraka Avici, ndak papa, nanti saya sampaikan salam anda ke Devadatta.....
Jakarta timur, senin duapuluh empat april duaribu enam.
bclt
--- In [EMAIL PROTECTED], "Ayung" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Terima kasih atas pujiannya , memang ini program kerja sama antara Majelis Buddhayana Indonesia, Karaniya, Ehipassiko.
> Semoga mereka yang night disana bisa mendapatkan kesempatan untuk mengetahui ajaran Buddha Dhamma.
> Semoga buku " Jadilah Pelita " ini bisa bermanfaat bagi mereka yang
> membacanya.
> Jika anda berminat anda bisa menghubungi sekretariat kita.
>
> Love
> Erny
>
>
> ----- Original Message -----
> From: <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Dhammasabha Milis <[EMAIL PROTECTED]>; Buddha Vacana
> <[EMAIL PROTECTED]>; Mabindo Milis <[email protected]>;
> Mubi Milis <[EMAIL PROTECTED]>; Milis SamaggiPhala
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Saturday, April 22, 2006 7:48 AM
> Subject: [samaggiphala] Buku Buddhis di Laci Kamar Hotel
>
>
> > Tadi malam saya sempat spend a night di Hotel Sheraton Surabaya.
> > Ketika saya membuka laci meja hotel, kali ini saya tidak menemukan kitab suci baik Al Qur'an maupun Alkitab, tapi saya menemukan sebuah buku yang cukup bagus terbitan Ehipassiko Foundation.
> >
> > Saya cukup senang dengan keberadaan buku ini walau saya tidak sempat
> > membacanya.
> > Bravo Ehipassiko!
> >
> > Salam,
> > Abin
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "MABINDO" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
