>
> Saya lupa apakah ada cerita yang menunjukkan kalau buku Dhamma itu
> salah ditaruh atau salah dipergunakan ada karmanya atau tidak, mohon
> dicari.
>
> Nah, kalau ada saja orang dihotel itu yang mengambil buku dhamma itu
> lalu membuatnya menjadi lap ingusnya, menjadikannya (maaf) lap alat
> kelaminnya, apa anda bisa bilang karmanya dia yang tanggung? Anda
> mungkin lupa, bahwa kerja sama anda yang indah itu menjadikan itu
> bisa terjadi, kalau buku itu tidak muncul di hotel, apa lalu itu
> terjadi?


So what gitu loh.
Pemahaman Buddhis kan tidak seperti pemahaman agama lain yang
mensucikan kitab sucinya.
Bagi umat Buddha, itu kan hanya media.
Yang penting adalah ajarannya.
Lo kan juga tidak pernah tau apakah buku-buku Buddhis di vihara atau
bahkan di altar adalah buku-buku dari kertas toilet hasil daur ulang.

Sekali lagi, so what gitu loh.

Mungkin emang dasarnya ente suka protes.









** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke