INTISARI
SUTRA INTAN
Buddha Siddharta

BAB 18
Satu Sumber, Satu Badan
Pandanglah Bersama


Penjelasan Judul : Di suatu hari semua makhluk akan  kembali
pada satu sumber, maka tidak boleh memandangnya berlainan.

Buddha berkata, Prajna artinya rohnya sendiri,  Buddha  artin
ya  orang yang sudah mencapai sempurna,  Makhluk   itu  adalah
semua  makhluk hidup yang hidup dan belum  sempurna.  Ketiga
macam ini benar-benar tidak ada perbedaan.

Kalau tidak ada makhluk hidup maka tidak ada Buddha;

Kalau tidak ada Buddha maka tidak ada makhluk hidup;

Jika tidak ada Prajna maka Makhluk hidup maupun Buddha tidak
ada.
Di dalam dirinya semua makhluk ada Prajna Buddha.

Sebab dari tumimbal lahir 6 perjalanan adalah karena  selalu
mengikuti  perbuatan  yang jahat maupun yang  baik  sehingga
menjadi terus bertumimbal lahir.

Bagi  seorang Buddha, memang benar dia adalah  manusia  tapi
dia  bisa  lepas  dari ikatan; dan  bila  menghadapi  apapun
hatinya selalu tetap tidak berubah.

Memang betul namanya ada dua macam yaitu Buddha dan  Manusia
tapi   sebenarnya  badannya  hanya  satu.Perbedaan   Manusia
adalah   selalu di  dalam  penderitaan dosa jadi  kehilangan
badan  yang  murni sehingga mengikuti karmanya  sendiri  dan
bertumimbal  lahir tiada hentinya.  Bagi seorang  Buddha   dia
tidak terlekat oleh perbuatan dosa dan mengerti kesadarannya
Prajna;  yang  dikatakan jasmani mencapai rohani,  yaitu  di
dalam badan yang palsu bisa bertemu yang murni.
Bagi  seorang  yang sesat  memang betul dia  mempunyai  badan
Prajna,  tapi tidak dapat bertemu dengan Prajnanya  sehingga
menjadi  tetap  badan manusia,  yaitu  dikatakan  kehilangan
badan yang murni.

Jikalau  kita  mengerti Prajna itu akan  ditetapkan  dimana,
hati  yang sesat bagaimana kita bisa menaklukkan. Bila  kita
sudah  mengerti  2  hal ini maka dapat  bertemu  diri  punya
Prajna dengan hati timbul welas dan cinta kasih. Maka Buddha
selalu  ingin membebaskan semua makhluk hidup, karena  semua
makhluk  hidup adalah roh Buddha, sama-sama  dengan  Buddha,
tidak ada perbedaan, tidak ada duanya.

Buddha mengerti semua makhluk adalah satu badan Prajna  yang
sama,  karena punya badan yang sama maka timbul  welas  asih
dan ingin menolongi.

Semua  Buddha  termasuk  makhluk  hidup  mempunyai 5   macam
mata, yaitu :

1. mata manusia; bisa melihat dekat tidak bisa melihat jauh,
bisa melihat depan tidak bisa melihat belakang, bisa melihat
terang tidak bisa melihat gelap.

2. mata kebathinan;  bisa  melihat jauh   dan  dekat,  gelap
dan terang, muka dan belakang

3.  mata kecerdasan; segala macam kitab suci dan yang  lain-
lainnya tidak ada satupun yang tidak dia mengerti.

4. mata suci; bisa tahu surga dan neraka.

5.  mata  Buddha; bisa melihat seluruh  alam  semesta  yaitu
dikatakan mata Buddha kebathinan.

Maka  gunakanlah 5 mata yang suci ini, bisa  mengetahui  se
muanya, tetapi semua bathinnya manusia itu adalah hati  yang
sesat karena menggunakan hati manusia bukanlah hati Prajna.

Jikalau mengerti hati yang sesat ini, baru kita bisa mencari
hati Bodhi yang suci.

Hentikanlah  semuanya, dan pandanglah ke dalam 3  hati  yang
tidak bisa di dapat (lepaskanlah 3 pikiran)

3 hati itu adalah :

1. pikiran yang lampau jangan di taruh di hati

2. pikiran yang akan datang jangan di taruh di hati
3. pikiran yang sekarang juga jangan ditaruh di hati

Karena  mengerti  3 hati ini dan tidak  boleh  didapat  atau
diperoleh,  maka  dari hal inilah kita punya  Prajna  dengan
sendirinya  bersih dan suci, serta suci dan  bersih;  Prajna
yang  mukjijat akan timbul keluar. Ini yang  dikatakan  hati
manusia   yang  sudah  bersih dengan sendirinya ketemu  sama
Prajna  yang suci, dan inilah yang dinamakan  sudah  bertemu
dengan hati Bodhi.


Hati yang kosong dengan sendirinya Prajna keluar

Jikalau hatinya tidak padam, tapi ingin mencari Prajna

Hal ini seperti air kolam yang terus diombak dengan  tangan;
mana mungkin bisa ketemu cahayanya bulan.


Hati yang bersih, pikiran yang suci

Jikalau pikirannya tidak bersih, tapi ingin mencari Prajna

Hal  ini  seperti kaca yang terus ditambah  (terkena)  debu;
mana mungkin bisa melihat cahayanya diri sendiri.


Yang  dikatakan  Jana (samadhi) itu  adalah  sungguh-sungguh
hatinya Buddha

Memang benar ada hati, tapi tidak punya hati (tidak ada hati
baik maupun jahat)

Buddha bersama semua makhluk benar-benar satu macam hati

Jikalau manusia tidak ada hati, dia akan mendapat  kesadaran
hati nirwana yang mukjijat.


Tidak ada hati, itu benar-benar adalah Jana

Harusnya tidak ada hati, baru dengan sendirinya bisa membina
pergikan  semua ikatan punya penghalang  (semua ikatan  pergi
dengan sendirinya)

Hati, memang asalnya tidak ada hati. Dengan sendirinya tidak
ada  ikatan pergikan semua penghalang .




** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




SPONSORED LINKS
Buddha Buddhism Buddhism religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke