oleh Bro Akwang sebagai sifat manusia yang ingin bahagia, bebas dari
penyakit, penderitaan, meski tampaknya melekat pada duniawi. Tapi apa
salahnya harapan seperti ini?
Para umat Buddha justru, pandangan saya pribadi lho, cenderung
meng-Tuhan-kan Buddha, anggota Sangha, Pandita dan umat Buddhis
lainnya. Singkatnya, semua yang berbau Buddhis itu harus pula berbau
kesucian, ini yang kadang membuat umat atau simpatisan yang takut
melangkahkan kaki memasuki persaudaraan ajaran mulia Guru Buddha, lha
ditodong harus jadi orang suci, siapa berani? Hehe, di sinilah
ironisnya. Ajaran lain itu ajarannya bersifat adi kuasa yang suci, tapi
penerapannya bercorak humanisme; sedang Buddhis, ajarannya humanisme, tapi
penerapannya malah jadi adi kuasa, harus jadi orang suci.
Bayangkan, untuk menulis artikel Buddhis pun harus dituntut merupakan
pencerahan diri sendiri, tidak boleh mencontek atau mencomot hasil karya
orang lain, ya pantes saja Indonesia minim penulis Buddhis.Coba lihat agama
lain, bukunya banyak, kita umat Buddha sering menghela nafas kalau
membandingkan dengan minimnya koleksi Buddhis tanah air, tapi pernahkah kita
berpikir, apa benar semua penulis buku dari agama lain itu benar-benar telah
mengalami pencerahan sendiri? Atau benarkah mereka adalah orang-orang yang
suci seperti yang kita harapkan dari penulis Buddhis? Ya, inilah sifat dasar
umat Buddha, selalu menuntut kesucian dari orang lain.
Kita juga bisa memberi judul ceramah atau pelayanan bersama seperti agama
lain, hanya isi ceramahnya yang kita tampilkan sesuai pandangan benar
Buddhisme. Ingin sembuh, punya anak, dll? Buddha punya mukjizat dan cara
unik, ..., perbaikilah karma kita.
Kalau agama lain setelah diikuti masih gagal, mereka bilang itu kuasa Tuhan,
cobaan Tuhan yang tidak boleh dipertanyakan atau diragukan. Kalau mengikuti
ajaran Buddha masih gagal juga, ya kita juga bisa jelaskan itu karena upaya
kita masih kurang, atau justru ketidaksesuaian itu adalah kebahagiaan bagi
kita sendiri.
Ini bukan modernisasi agama, melainkan pembabaran Dharma dengan
mengikutsertakan peranan psikologis yang tujuannya juga tetap mengarah pada
corak humanisme, bukan selalu mendengungkan kesucian. Kalau kita tidak
melakukan pendekatan humanisme, lha siapa yang jadi tertarik utk mengikuti
jalan suci?
Akhir kata, jangan salah paham, bukannya kita menawarkan iming-iming, atau
manipulasi penyembuhan demi, ujung-ujungnya juga uang bagi para pelakunya,
tetapi kemasan yang memahami sifat dasar manusia, yakni cenderung
membutuhkan kekuatan dari luar dirinya. Tetapi kemasan ini hanyalah penunjuk
jalan agar mereka bersedia membuka pintu ajaran Buddha, bukan iming-iming,
karena baik penampilan ataupun isi kemasan tetap ajaran Buddha yang benar.
Salam, siwu
On 5/4/06, Akwang Wu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam kasih semua dan Mohon maaf mengganggu saudaraku semua bila ini
> mengganggu, ini mungkin akan menjadi bahan diskusi yang menarik buat kita
> bersama,
>
> Menurut pribadi saya, acara semacam inilah yang merupakan salah satu
> kenapa
> orang keturunan China begitu berminat akan agama KXXXXXX, dan inilah salah
> satu contoh.
>
>
>
> Karena yang namanya manusia, selalu cendrung ingin hidup bahagia, bebas
> dari
> penyakit, bebas dari penderitaan, melekat akan keduniawian.
>
> Apakah dengan cara ini dapat disebut sebagai memodernkan satu agama?
> Seperti
> yang pernah kita bahas dalam milis ini pula?
>
>
>
> Bukankah ini menjadi bahan diskusi yang menarik? Bagaimana menurut
> saudara-saudara kita ?
>
>
>
> Terima kasih, dan salam metta selalu,
>
> Akwang
>
>
>
>
>
> _____
>
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Multi Star
> Sent: Thursday, May 04, 2006 11:59 AM
> To: dealer komputer
> Subject: [Dealer Komputer] Doa Penyembuhan
>
>
>
> Untuk UMUM dan.......GRATIS
>
>
>
> Bagi yang lemah, tak berdaya, berbeban berat dan menderita karena
> rupa-rupa
> penyakit, cacad dan tiada berpengharapan lagi, terlebih dengan beratnya
> dan
> mahalnya biaya pengobatan dan semakin meningkatnya biaya hidup
> sehari-hari.
>
> Hadirilah..............
>
>
>
> ACARA PELAYANAN DOA BERSAMA
>
> " Tuhan-lah yang Menyembuhkan"
>
>
>
> Bersama Pelayan Doa :
>
> Bpk. Drs. P. Harry Purnomo, S.H.,M.Sc.(Semarang)
>
>
>
> Hari / Tanggal : Sabtu & Minggu, 6-7 Mei 2006
>
> Waktu : 09.00 WIB - selesai
>
> Tempat : AJBS Pasaraya, Surabaya Convention Hall-B
>
> Jl. Ratna No. 14 Surabaya
>
>
>
> Yang lumpuh disembuhkan dan dapat berjalan,
>
> yang buta bisa melihat, yang tuli bisa mendengar, penyakit kanker rahim
> dan
> payudara disembuhkan, penyakit tumor, kaki gajah, jantung, paru-paru,
> diabetes, hipertensi, eksim berulat dan berbagai penyakit lainnya
> disembuhkan.
>
> Pasangan-pasangan yang belum dikaruniai keturunan beroleh momongan...
>
>
>
> Alamilah.........
>
> Kuasa dan kasih kerahimam Allah akan menyembuhkan dan meringankan
> persoalan,
> penyakit dan penderitaan yang percaya dan bersandar kepada Nya.
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
>
> ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
SPONSORED LINKS
| Buddha | Buddhism | Buddhism religion |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "MABINDO" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
