Kalau orang sukanya negatif thinking ya begitulah arahnya kalau nerka.
Mau tau lagi ngapain di sana?
Sabtu, tanggal 22 April Tzu Chi Surabaya ada Bazaar Cinta Kasih di Plenary
Hall Tunjungan Plaza.
Jumat, tanggal 21 April malam, kami persiapan dari jam 10 malam sampai
pagi, (karena sore itu Plenary Hall dipakai KKR oleh gereja tertentu).
Jadi, ya hanya sempat check-in jam 09.00 malam, tinggalkan pakaian, mandi,
lalu berangkat kembali ke Tunjungan Plaza sampai sekitar jam 03 dini hari.
Apa perlu aku baca buku itu jam 03 dini hari sekedar untuk menghapus
pikiran negatif kamu?
Abin
"bcl_t" <[EMAIL PROTECTED]>
Others, 03/05/2006 11:33 AM GMT
Sent by: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: [samaggiphala] Ya deh, gue bodoh..... Fwd: Kalau
dibikin jadi lap ........
--- In [EMAIL PROTECTED], "bcl_t" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sori kalau saya mengatakan anda goblok,
Dan saya akan tunjukkan di mana anda goblok dan maksa karena saya
bisa melihat bahwa anda tersinggung atas postingan saya karena anda
yang bangga atas adanya buku di hotel itu walaupun ada rekan yang
bertanya juga, anda ngapain di hotel itu sampai nggak sempat baca
buku itu isinya apa, dan lalu teman itu bertanya-tanya apa lagi main
ce... , wah sori ndak saya teruskan deh.
----- Original Message -----
From: <Abin_Abin@>
To: Dhammasabha Milis <dhammasabha@>; Buddha Vacana
<[EMAIL PROTECTED]>; Mabindo Milis
<[email protected]>;
Mubi Milis <[EMAIL PROTECTED]>; Milis SamaggiPhala
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, April 22, 2006 7:48 AM
Subject: [samaggiphala] Buku Buddhis di Laci Kamar Hotel
> Tadi malam saya sempat spend a night di Hotel Sheraton Surabaya.
> Ketika saya membuka laci meja hotel, kali ini saya tidak menemukan
kitab suci baik Al Qur'an maupun Alkitab, tapi saya menemukan sebuah
buku yang cukup bagus terbitan Ehipassiko Foundation.
>
> Saya cukup senang dengan keberadaan buku ini walau saya tidak
sempat
> membacanya.
> Bravo Ehipassiko!
>
> Salam,
> Abin
abin:
http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/18237
Kemaren minggu, seharian saya di rumah...
Siangnya saya pas melewati altar di rumah yang biasanya di sana
terdapat sepiring kembang dan secangkir air yang selalu disiapkan
mama saya karena setiap sore mama liam keng.
Wah, kalau menggunakan cara BCLT, maka mama saya harus
bertanggungjawab atas kematian semut-semut tersebut karena kalau
mama saya tidak secara bo ceng li menaruh air di altar, maka semut-
semut itu tidak akan mati.
=====bclt:
http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/message/18172
Coba anda lihat sendiri, kalau saya beli mobil dan memarkirnya
ditempat parkir
dengan kaca terbuka memperlihatkan isi mobil dan tape rekordernya
yang baru,
lengkap dengan cd dan mp3 player.
Bandingkan dengan kalau saya memarkir mobil baru itu dengan kaca
tertutup,
gelap oleh kaca film.
kalau kedua mobil itu sama-sama dicuri tapenya, bisakah anda
mengatakan kalau
yang pertama itu anda tidak salah dan malah mengundang pencurinya?
Kalau yang kedua, yah itu namanya nasib, anda lagi sial atau
apalah, tapi yang pertama apa bukan anda mengundang?
=====Nah, mari kita lihat, di mana letak gobloknya anda.
Ibu anda meletakkan cangkir teh itu di altar, semut-semut itu
berkeliaran di altar mencari remah makanan; roti, ceceran gula, dst-
dst, nah coba anda amati, biasanya si semut itu suka berkeliaran ke
mana saja, termasuk ke atas cankir teh itu, dan biasanya dia mencoba
mendeteksi makanan itu dengan alat deteksinya, nah itu juga berlaku
untuk air teh itu, lalu anda bisa menebak bukan kalau si semut akan
tertarik ke air karena ada gaya tarik menarik antara alat deteksinya
dengan permukaan air/molekul air, jadilah dia mengambang dan mungkin
lalu mati.
Anda bilang dia hanya melepaskan dahaga, tanpa membaca dan
menyelidiki perilaku semut itu bagaimana dan apa yang dia lakukan
dalam keseharian. Jadi, matinya semut itu sama analoginya dengan
mencetak buku dhamma dan ditaruh ditempat yang pantas;Vihara, toko
buku, tempat ibadah yang sesuai; sama dengan memarkirkan mobil
dengan benar pada tempatnya, jendelanya pakai kaca film dan dikunci
dengan baik. Kalau ada orang gila yang membeli buku dhamma itu dan
menyalah gunakannya, itu sama dengan semut yang sedang mencari
makanan dan seterusnya, sama juga dengan mobil yang diparkir benar
itu dicolong orang tape nya.
Buku tetaplah buku, tape, tetaplah tape, semut tetaplah semut. Kalau
ibu anda waktu melihat semut dengan sengaja menaruh kemut-umpan
pembunuh semut, tentu dia bertanggungjawab atas kematian semut itu-
dan kalau anda menaruh buku di tempat umum tanpa mempertimbangkan
konsekwensi terburuk yang mungkin dari perbuatan itu, secara tidak
langsung anda ikut bertanggungjawab atas apa yang akan terjadi
dengan buku itu, walaupun bagi anda buku itu tetap buku, tapi coba
anda saksikan sendiri, saya cuma memberikan contoh dan indikasi
kemungkian terburuk yang bisa terjadi, anda sudah marah tanpa
menyimak analogi saya dengan baik, anda mengatakan saya itu tidak
beragama, bukan umat buddha yang baik, dst dst.
Di dalam zen, sang Master merobek buku, atau ada pakar merobek buku
itu ada tujuan yang jelas, tapi selain itu, boleh anda amati dan cek
bahwa para Master zen itu amat menghargai apa yang ada disekitar
mereka dan berupaya menggunakan sumber daya itu dengan bijak, apa
lagi buku Dhamma, sudah tentu akan diberikan dan diperlakukan dengan
baik dan pada tempatnya, tidak diletakkan disembarang tempat. Memang
bagi dia-si master zen- buku itu mungkin sudah tidak perlu, tapi
bukan berarti dia bisa membuang dan meletakkan buku itu disembarang
tempat, tentu akan diletakkan ditempat yang bisa dipergunakan oleh
orang yang memang membutuhkannya dan akan memberikan manfaat yang
terbaik darinya.
Sama halnya dengan ibu anda meletakkan teh itu dialtar, untuk
memberikan penghormatan kepada siapa pun itu yang ditaruh dialtar,
sebagai wujud hormatnya kepada lambang si patung itu,, tentu saja
semut itu sendiri yang karena naluri dan sifat ke semutannya itu dia
jadi tenggelam ke air teh itu. Sama halnya dengan kalau saya menaruh
buku dhamma di vihara, ada tukang kayu yang sedang merenovasi vihara
yang entah iseng atau saking buru-burunya mengambilnya dan
merobeknya lalu menjadikannya tempat untuk menulis ukuran atau juga
jadi ganjal barang atau apalah yang tidak pantas untuk buku itu,
bukan salah saya atau orang yang meletakkan buku itu dong.
Jadi bro Abin, saya katakan anda goblok karena menaruh logika yang
saya umpamakan itu seenak anda tanpa berpikir, jadilahh anda bodoh
dua kali. Bodoh pertama anda mengatakan bangga melihat buku Dhamma
di hotel tanpa tahu isinya, dan kedua anda bodoh menggunakan logika
ndak nyambung untuk mengatakan saya nggak logis atau secara halus
bodoh.... yah, memang susah kalau bodoh dan ndak tahu bahwa diri
sendiri bodoh. Jadi memang lebih baik saya ngaku kalau saya bodoh.
Bodoh sudah meladeni anda diskusi, bodoh juga menjawab Bro Yoe yang
ndak tahu juntrungannya ngoceh kayak baru turun dari pertapaan....
jadi, marilah kita mengakhiri kebodohan ini dengan salam bodoh.
dari yang bodoh , bo ceng li pula, kacian deh gue...
bclt
Analoginya sama dengan anda menaruh buku Dhamma itu di hotel,
yang mana itu
sarana umum alias semua orang dari agama manapun bisa nginap.
Yang kedua itu analogi anda menerbitkan buku dhamma dan
menjualnya di toko
buku, sial aja ada orang gila sengaja cari gara-gara.
--- In [EMAIL PROTECTED], "bcl_t" <bcl_t@> wrote:
>
> Bro naga dogol,
>
> Ndak ada yang mau menjauh dari topik, hanya kalau analogi anda itu
> kelihatan maksa alias ndak pakai logika, apa lalu tidak layak anda
> dikatakan ngawur bin goblok?
>
> sori yaa, saya ndak mau melayani orang dogol yang maksa pakai
logika
> dan analogi yang ndak masuk diakal.
>
> salam
> bclt
.................................
Jangan sampai ketinggalan.
Ada pengumuman baru tentang seminar Bhikkhu Uttamo di bulan Mei 2006.
Silahkan buka pada: http://www.samaggi-phala.org/info_lain.php?cont_id=23
.................................
Pengiriman ATTACHMENT hendaknya menggunakan 'copy paste' karena milis ini
tidak menerima attachment.
Agar dapat membantu sesama member, sebelum mengirimkan email balasan,
harap menghilangkan terlebih dahulu bagian email sebelumnya yang tidak
perlu.
Member yang mendadak tidak dapat mengirim atau menerima email lagi dari
milis, silahkan langsung mendaftar ulang. Hal tersebut terjadi karena
status Anda di 'remove' akibat 'hard bouncing'.
Untuk melihat status bouncing, silahkan lihat pada:
http://groups.yahoo.com/myprefs
.................................
Lihat arsip? http://groups.yahoo.com/group/samaggiphala/messages
Unsubscribe? Kirim e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
========================================================================
Yahoo! Groups Links
,"
DISCLAIMER :
The information contained in this communication (including any attachments) is privileged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.
We apologize if you have received this communication in error; kindly inform the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that do not relate to our official business.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
SPONSORED LINKS
| Buddha | Buddhism | Buddhism religion |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "MABINDO" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
