takut dan malu seringkali menghambat kemajuan seseorang dalam mengembangkan pribadinya secara optimal. Penakut dan Pemalu, lebih banyak berkonotasi negatif ketimbang positifnya; walaupun 'tak tahu malu' berkonotasi kurang etis dilingkungan masyarakat timur.
MENEMPATKAN TAKUT DAN MALU SECARA PROPORSIONAL.
Takut sebetulnya memiliki nilai positif, bilamana kita pergunakan dengan cara yang 'benar' dalam kehidupan kita sehari-hari.
TAKUT BERBUAT DOSA dan MENERIMA HASILNYA, adalah salah satu dari implementasi takut yang bersifat positif, disamping yang lainnya. ia menghantarkan kita pada kehati-hatian dan kewaspadaan dalam berbuat (awareness).
TAKUT DIKUASAI NAFSU INDRIYAWI, adalah contoh lainnya -- yang mempunyai bobot utama bagi pejalan spiritual. Ia mendorong kita untuk 'penuh perhatian' (mindfulness) pada setiap gejolak didalam. Sikap batin (asana dan sesana) ini amat kondusif didalam transformasi nilai-nilai spiritual serta mutasi dan pengembangan batin. Memang tak mudah; namun sejauh kita hendak menjalani dengan tekun kehidupan spiritual, kita mau tak mau mesti senantiasa 'penuh perhatian'.
MALU juga mesti kita tempatkan secara proporsional, sehingga ia berkontribusi secara positif pada pengembangan batin. Malu melanggar peraturan yang diberlakukan dalam masyarakat, misalnya, amat 'menunjang ketertiban' komunitas dimana kita berada. Ia juga sekaligus berupa tindakan 'tak merugikan orang lain'; jadi berkontribusi positif terhadap masyarakat.
MALU UNTUK BERTINDAK SEWENANG-WENANG; merupakan modal utama bagi seorang pemimpin yang baik, adalah salah satu contoh yang amat jelas. Sekedar sebagai ilustrasi, pemerintahan ORDE BARU telah bertindak menyimpang dari kaidah ini. Dan kitapun tahu bagaimana akibatnya; jasa-jasanya menjadi tak berarti sama sekali, tertutupi oleh kesewenang-wenangannya. Sungguh disayangkan bukan ?
Banyak sebetulnya contoh-contoh serupa, baik dalam spektrum sempit maupun luas. Secara keseluruhan, bila ia mampu kita praktekan dalam kehidupan sehari-hari sebagai latihan (sadhana) apalagi kita biasakan sebagai tradisi (abhyasa), secara pasti akan menjadi 'pendorong' yang amat tinggi nilainya dalam meningkatkan laju perjalanan spiritual kita.
Sekian tulisan singkat ini, semoga ada manfaatnya bagi para sahabat penekun dan pendamba.
Semoga Cahaya Kebenaran terpancar dengan jernih dari hati kita semua; semoga kedamaian melingkupi batin semua makhluk.
Denpasar, 1 Januari 2000.
Adhi Cetanananda.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------
Blab-away for as little as 1ยข/min. Make PC-to-Phone Calls using Yahoo! Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
SPONSORED LINKS
| Buddha | Buddhism | Buddhism religion |
| Different religions beliefs |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "MABINDO" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
