Sindhu :
Kalo tidak ada roh yang kekal, buat apa kita berbuat baik, buat apa
menanam kebajikan menjadi pahala, buat apa kita ke vihara, buat apa
ada 5 agama, toh begitu mati semuanya lenyap.

Tentunya ada itu ROH yang kekal, Buddha Sakyamuni tidak pernah
mengatakan tidak ada ROH yang kekal,
beliau hanya mengatakan tidak ada AKU yang kekal.
Jangan disamakan tidak ada ROH yang kekal dgn tidak ada AKU yang kekal(anatta).

reply :

Aduh.....maaf in Suhu............ini bahayanya mencoba memahami Anatta dengan 
"aku berpikir---ala Phil;ophy"......praktisi mditasi yang memasuki Samadhi 
kekosongan absolute ...atau berhentinya Pikiran jhana Arupa dhatu bagi 
meditator advance...praktek demikian yang banyak dilakukan oleh Yogi Brahmana 
dan kebanyakan penganut Buddhist yang "salah jalan" dalam bermeditasi 
(Referensi Suranggama Sutra).

Agama Semawi dan Agama Brahmana yang menganut adanya ROH tetap menganjurkan 
para pengikutnya untuk "hindari kejahatan dan perbayak berbuat 
Kebajikan"----karena apa ?

a. Untuk naik ke Surga Semawi, terdapat beberapa persjaratan :
- menjalani 10 Perintah Tuhan
- Percaya akan adanya Tuhan

b. Ajaran Buddha Theravada/Mahayana/Vajrayana juga menganjurkan "hindari 
kejahatan dan perbanyak berbuat Kebajikan".....mengapa ? 

A. kalau dalam kehidupan ini tidak banyak berbuat kejahatan, dan sedikit 
berbuat kebajikan.....masih berpeluang tumimbal lahir menjadi manusia yang 
miskin/buruk rupa, kalau dalam kehidupan ini memegang 5 sila dan 10 kebajikan, 
niscaya dalam kehidupan mendatang akan menjadi manusia "berpeluang menjadi kaya 
raya/terhormat/inteltual". kalau ditambah dengan melatih batin via 
meditasi/nianfo/mantra.....berpeluang naik ke Surga yang jumlahnya 28, kalau 
dalam kehidupan ini sudah mencapai Pandangan terang, maka sudah terlepas dari 6 
siklus tumimbal lahir, bagi praktisi Sukhawati berpeluang untuk naik ke Surga 
Amitabha,,,,,,,,,bagai praktisi Vajrayana berpeluang untuk naik ke Surga Guru 
Rinpoche....dst


menurut intrepetasi Biksu Mahayana, untuk naik kelangit Tau Li tian(KamaDhatu 
langit ke 2 - Twatimsa)
- Setara (? ) dengan Giok Hong Taytie, Jehova, Shiva Brahma
- memegang 5 sila dan menjalani 10 Kebajikan
- konsentrasi jhana yang memadai

Buddha menjelaskan dalam berbagai Sutra Mahayana, selama seseorang belum bisa 
menembus

" Semua phenomena dunia muncul dari kondisi
" Bagaikan mimpi dan buih air
" Seperti embun seperti cahaya halilintar
" Demikian seharusnya seseorang ber meditasi
(Diamond Sutra)

Maka Pikirannya akan dipenuhi Kilesa, bahwa ada ROH Yang Kekal, dalam Mahayana 
Pikiran/persepsi demikan adalah "Tersesat"/Pikiran penuh Kilesa.

dalam Sutra Mahayana, Buddha membuka tabir rahasia "anatta/kekosongan benar" :

Semua phenomena muncul dari kondisi, kelihatanya ada tetapi sesunguhnya tiada, 
ada-rupa tetapi tidak ada intinya (siang Yu Tie Wu). Rupa-ada itu yang  kita 
lihat itu berupa gambar2 berkelanjutan seperti film dengan 
kecepatan...........sekejap (seper 1x4x60x900 detik, Film di bioskop yang kita 
lihat menjadi "hidup" cuma potongan klise-film yang mati dengan kecepatan 24 
kali per detik. dimana gambar mati menjadi se-olah2 hidup dan 
bersuara====penjelasan Ching Kung Fashe) skejap lahir, sekecap mati (ini 
menimbulkan Rupa akan "ATTA"/ada), gambar2 lahir-mati itu dengan kecepatan 
tinggi itu yang kita lihat secara keliru, sehingga menimbulkan persepsi "adanya 
Roh yang kekal"" 

Thema Anatta bukan merupakan konsumsi cara  pikiran philosophy....tetapi harus 
mencapai Jhana tingkat ke 9 bara dapat "melihat"----Anatta, only Nama Rupa

Omitofo-----Nama Kebuddahan dalam diri setiap mahluk hidup



  ----- Original Message ----- 
  From: sindhu wahyudi 
  To: Dharmajala ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; Meditasi Zen ; 
MUBI ; samaggiphala ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, July 27, 2006 12:05 PM
  Subject: [MABINDO] BUAT APA BERBUAT BAIK


  Kalo tidak ada roh yang kekal, buat apa kita berbuat baik, buat apa
  menanam kebajikan menjadi pahala, buat apa kita ke vihara, buat apa
  ada 5 agama, toh begitu mati semuanya lenyap.

  Tentunya ada itu ROH yang kekal, Buddha Sakyamuni tidak pernah
  mengatakan tidak ada ROH yang kekal,
  beliau hanya mengatakan tidak ada AKU yang kekal.
  Jangan disamakan tidak ada ROH yang kekal dgn tidak ada AKU yang 
kekal(anatta).

  AKU disini artinya badan jasmani kita ini, ini jelas tidak kekal, krn
  bisa sakit, bisa tua, bisa mati dan lenyap, tapi
  ROH yang kekal itu ada, dia tidak bisa lenyap, meskipun AKU (jasmani)
  ini lenyap, dia tetap tidak bisa lenyap, sebenarnya karena tidak
  kelihatan wujudnya maka roh dikatakan tidak ada, tetapi sebenarnya
  ada.

  Justru buddha mengatakan, kalo sudah mengerti, karena tidak ada AKU
  yang kekal (anatta) maka kita harus membina sampai menemukan ROH yang
  kekal diri kita sendiri.

  Pengertian ada dan tidak ada, mestinya dimengerti sendiri, memang ada
  itu ROH yang kekal tapi sayang tidak bisa dilihat dengan mata daging,
  maka ada yg mengatakan tidak ada ROH yang kekal, tapi sebenarnya ada.



   

[Non-text portions of this message have been removed]



** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke