Sepertinya pernah baca.... kalau gak salah, salah satu dari cerita  aliran Zen. 
Hanya saja, ada yang memodifikasinya dengan nuansa agama mayoritas di Indonesia


  ----- Original Message ----- 
  From: Yudi 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL 
PROTECTED] ; Sinly ; itdept_bi 
  Sent: Wednesday, May 23, 2007 10:29 AM
  Subject: [MABINDO] FW: Orang Beragama atau Orang Baik?



  Artikel ini bagus banget neh...



  > Republika : Rabu, 01 September 2004
  > Orang Beragama atau Orang Baik?
  > 
  > Seorang lelaki berniat untuk menghabiskan seluruh
  > waktunya untuk beribadah. Seorang nenek yang merasa
  > iba melihat kehidupannya membantunya dengan membuatkan
  > sebuah pondok kecil dan memberinya 
  > makan,sehingga lelaki itu dapat beribadah dengan
  > tenang.
  > 
  > Setelah berjalan selama 20 tahun, si nenek ingin
  > melihat kemajuan yang telah dicapai lelaki itu. Ia
  > memutuskan untuk mengujinya dengan seorang wanita
  > cantik. ''Masuklah ke dalam pondok,'' katanya kepada
  > wanita itu,''Peluklah ia dan katakan 'Apa yang akan
  > kita lakukan sekarang'?''
  > 
  > Maka wanita itu pun masuk ke dalam pondok dan
  > melakukan apa yang disarankan oleh si nenek. Lelaki
  > itu menjadi sangat marah karena tindakan yang tak
  > sopan itu. Ia mengambil sapu dan mengusir wanita itu
  > keluar dari pondoknya.
  > 
  > Ketika wanita itu kembali dan melaporkan apa yang
  > terjadi, si nenek menjadi marah. ''Percuma saya
  > memberi makan orang itu selama 20 tahun,''serunya.
  > 
  > ''Ia tidak menunjukkan bahwa ia memahami kebutuhanmu,
  > tidak bersedia untuk membantumu ke luar dari
  > kesalahanmu. Ia tidak perlu menyerah pada nafsu, namun
  > sekurang-kurangnya setelah sekian lama beribadah
  > seharusnya ia memiliki rasa kasih pada sesama.''
  > 
  > Apa yang menarik dari cerita diatas? Ternyata ada
  > kesenjangan yang cukup besar antara taat beribadah
  > dengan memiliki budi pekerti yang luhur. Taat beragama
  > ternyata sama sekali tak menjamin perilaku
  > seseorang.
  > 
  > Ada banyak contoh yang dapat kita kemukakan disini.
  > Anda pasti sudah sering mendengar cerita mengenai guru
  > mengaji yangsuka memperkosa muridnya.
  > Seorang kawan yang rajin shalat lima waktu baru-baru
  > ini di PHK dari kantornya karena memalsukan dokumen.
  > Seorang kawan yang berjilbab rapih ternyata suka
  > berselingkuh.Kawan yang lain sangat rajin ikut
  > pengajian tapi tak henti-hentinya menyakiti
  > orang lain. Adapula kawan yang Berkali-kali menunaikan
  > haji dan umrah tetapi terus melakukan korupsi di
  > kantornya.
  > 
  > Lantas dimana letak kesalahannya? Saya kira persoalan
  > utamanya adalah pada kesalahan cara berpikir. Banyak
  > orang yang memahami agama dalam pengertian ritual dan
  > fiqih belaka. Dalam konsep mereka, beragama berarti
  > melakukan shalat, puasa, zakat, haji dan melagukan
  > (bukannya membaca) Alquran.
  > 
  > Padahal esensi beragama bukan disitu. Esensi beragama
  > justru pada budi pekerti yang mulia.
  > 
  > Kedua, agama sering dipahami sebagai serangkaian
  > peraturan dan larangan. Dengan demikian makna agama
  > telah tereduksi sedemikian rupa menjadi kewajiban dan
  > bukan kebutuhan. Agama diajarkan dengan pendekatan
  > hukum (outside-in), bukannya dengan pendekatan
  > kebutuhan dan komitmen (inside-out). Ini menjauhkan
  > agama dari makna sebenarnya yaitu sebagai sebuah
  > sebuah cara hidup (way of life), apalagi cara berpikir
  > (way of thinking).
  > 
  > Agama seharusnya dipahami sebagai sebuah kebutuhan
  > tertinggi manusia.Kita tidak beribadah karena surga
  > dan neraka tetapi karena kita lapar secara rohani.
  > Kita beribadah karena kita menginginkan kesejukan dan
  > kenikmatan batin yang tiada taranya. Kita beribadah
  > karena rindu untuk menyelami jiwa sejati kita dan
  > merasakan kehadiran Tuhan dalam keseharian kita. Kita
  > berbuat baik bukan karena takut tapi karena kita
  > tak ingin melukai diri kita sendiri dengan perbuatan.

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke