saya belum pernah kesana tetapi saya mempunyai pendapat seperti dibawah ini.
setuju : karena relik merupakan peninggalan dari orang suci maka sebaiknya tidak di letakkan di tempat yang ramai, harus di tempat yang tenang dan sunyi. tidak setuju: karena ditaruh dimanapun sebenarnya hanya kondisi pikiran saja yang membuat kita berpikir demikian, mungkin karena faktor kepraktisan maka tempatnya berada disana, masalah ada supermarket atau ada tempat boling yang penting asal kita benar-benar mencurahkan rasa hormat kita maka sebenarnya tidak ada masalah. netral: terserah mau ditaruh dimana toh juga tidak menganggu siapapun. salam metta -pikiran adalah pelopor- --- sitojohan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Namo Buddhaya, > > Apakah ada yang pernah berkunjung ke Istana Relik di > Surabaya? > Lokasinya di samping Tunjungan Plaza 4 (SOGO). Ga > inget nama > gedungnya. Yang pasti di bawahnya supermarket bahan > bangunan. > > Yang ingin saya bahas adalah, menurut saya, sebagai > cetiya tempat > penyimpanan relik suci Sang Buddha dan para Arahat, > lokasi tersebut > benar-benar sangat tidak tepat. Menurut pernyataan > Bapak Dedy > (pemilik Istana Relik dan relik2 tersebut), lokasi > tersebut dipilih > karena letaknya yang mudah dijangkau. > > Masalahnya, lokasi tersebut, sekali lagi, menurut > saya, kurang > terhormat. Di atasnya, merupakan supermarket, yang > tentu saja, siapa > pun dapat berdiri tepat di atas relik suci. Apalagi > pada malam hari, > lokasi tersebut sangat ramai sebagai tempat bermain > bowling (pada > lantai atas gedung tersebut). > > Apakah ada yang ingin memberikan masukan/komentar? > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
