Namo Buddhaya, Saya pernah membaca (lupa dimana) bahwa Vihara Ekayana memfasilitasi pendeportasian bhiksu2 palsu asal RRC yang 'berkeliaran berpindapata'.
Hal yang membuat saya perihatin adalah makin hari makin banyak bhiksu2 yang tidak dapat ber-bahasa indonesia mencari dana baik dari toko ketoko, di perkampungan bahkan di jalan, sering saya lihat di stasiun kereta kebon sirih, st ka juanda, bahkan di parkir depan sarinah thamrin. Bahkan tidak sedikit orang non- buddhist yang bertanya kepada saya mengapa begini mengapa begitu -:) bahkan mereka mempertanya apakah tidak ada perhatian dari walubi atau majelis tinggi agama buddha. ingin rasanya saya berpartisipasi dalam hal ini, namun yang bisa saya lakukan hanyalah sebatas melapor pada pihak berwenang. pertanyaannya adalah: adakah rekan (yg ber bahasa mandarin) di ekayana bisa membantu mengkoordinasikan proses deportasi mereka bila saya telp melaporkan keberadaan mereka. Tentu Saja Proses pendeportasian tidak melanggar ham dan tetap dalam batas2 kasih yang menertibkan bukan atas dasar tidak suka. Adapun nama2 orang dan id nya di umumkan dalam maillist ini. termasuk detail proses nya, tgl brapa verifikasi, pembinaan, penyerahan pada pihak imigrasi. sampai dengan mereka di deportasi dengan flight brapa. Bagi rekan2 di vihara ekayana atau dimanapun yg bisa membantu. marilah kita bantu agama kita, kalo bukan kita sendiri yang berbuat, siapa lagi???? Salam Metta Adhi - Jakarta.
