Dari situs Samaggi Phala, 
Pendapat Bhante ini tentu membuat sebagian umat Buddha (yang ngerti ajaran 
Buddha) bingung.
Pendapat Bhante ini apakah karena distorsi batasan moral masyarakat ?

-----------------------------------------

Dari: vee, tangerang
Namo Buddhaya Banthe,
Saya ingin bertanya mengenai batas-batas berpacaran dalam Agama Buddha, 
karena saya seringkali melihat anak muda jaman sekarang dgn gaya 
berpacaran ala 'Barat' walau mungkin tidak sampai melakukan free sex.
Yang disebut melanggar Pancasila Buddhis "kamesu micacara" itu seperti 
apa, selain melakukan hubungan sex diluar nikah ?
Terima kasih atas perhatiannya.

Jawaban:
Masa pacaran sesungguhnya menjadi masa indah untuk calon pasangan hidup 
saling mengenal watak serta pribadi pasangannya. Dengan masa pacaran yang 
baik dan bijaksana, diharapkan rumah tangga yang terbentuk nantinya dapat 
pula menjadi rumah tangga yang harmonis dan berbahagia.
Di masa pacaran, pasangan hendaknya dapat berusaha saling menghormati dan 
saling mengerti sehingga terjadi komunikasi yang baik diantara mereka.
Pelaksanaan latihan kemoralan di masa pacaran khususnya sila ketiga 
Pancasila Buddhis dapat dilakukan dengan baik apabila setiap umat Buddha 
mengerti tentang organ seksual yang berpotensi menimbulkan pelanggaran 
sila ketiga yaitu menghindari perzinahan.
Adapun organ seksual yang dimaksudkan dalam sila ini adalah mulut, alat 
kelamin dan anus.

Dengan demikian, penggunaan salah satu atau lebih dari organ seksual ini, 
misalnya berciuman bibir di masa pacaran sebenarnya dapat digolongkan 
sebagai pelanggaran sila ketiga, begitu pula melakukan hubungan seksual 
sebelum dilaksanakan upacara pernikahan.

Dengan penjelasan singkat ini, semoga para umat Buddha di masa pacaran 
dapat makin menjaga sikap dan kehormatannya sehingga semuanya dapat 
menjalani masa pengenalan watak ini dengan baik tanpa harus menjadikannya 
sebagai masa pengenalan lekuk-liku tubuh kekasihnya.
Semoga jawaban ini dapat dijadikan dasar pegangan moral di masa pacaran.
Semoga selalu bahagia.
Salam metta,
B. Uttamo


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke